Kembali

80% Aset Kripto Adalah Bot: Mengapa X (Twitter) Mungkin Tidak Pernah Mengatasi Masalah Spam

Pilih kami di Google
author avatar

Ditulis oleh
Lockridge Okoth

editor avatar

Diedit oleh
Mohammad Shahid

05 April 2026 18.09 WIB
  • Nikita Bier mengatakan tidak ada teknologi yang bisa mengatasi spam balasan aset kripto di X.
  • Co-founder Solana Toly menyebut X sebagai "website yang buruk" namun opsi paling tidak buruk.
  • X telah menghapus 1,7 juta bot dan berencana mengunci otomatis untuk pengguna yang pertama kali memposting tentang aset kripto.
Promo

Mantan Head of Product X, Nikita Bier, mengatakan tidak ada teknologi yang bisa mengatasi spam reply yang mengganggu akun-akun aset kripto, sambil mengklaim bahwa 80% aktivitas aset kripto digerakkan oleh bot.

Pernyataan ini muncul di tengah keluhan bahwa platform tersebut adalah “situs web yang buruk,” walaupun tetap diakui sebagai saluran komunikasi terbuka yang paling tidak buruk untuk saat ini.

Disponsori
Disponsori

Bier dari X Membatasi Spam Aset Kripto

Pernyataan Bier ini menandai pergeseran sikap dari kepercayaan X sebelumnya dalam melawan spam lewat solusi teknis.

“Insentif finansial untuk spam di X akan turun sangat besar dalam 30 hari ke depan, dan nantinya bisa menjadi negatif,” ujar Nikita Bier dari X pada bulan Maret.

Sepanjang tahun lalu, platform ini dilaporkan sudah menghapus 1,7 juta akun bot, mencabut akses API dari aplikasi InfoFi yang memberi insentif untuk posting, juga meluncurkan tombol dislike untuk menekan balasan berkualitas rendah.

Namun, Bier sekarang menilai semua alat itu punya batas. Ia menyampaikan bahwa satu-satunya solusi yang realistis adalah mengaktifkan fitur pembatasan reply tingkat kedua, yang saat ini sedang diuji coba bagi pelanggan Premium+ di X.

“Tidak ada teknologi di dunia yang bisa mengatasi spam reply pada akun aset kripto — karena 80% aset kripto hanyalah bot. Satu-satunya jalan keluar adalah mengaktifkan pembatasan reply tingkat kedua,” tulis Bier dalam postingan hari Minggu.

Pengaturan ini memperluas siapa saja yang dapat membalas sebuah postingan; tidak hanya diikuti langsung, tapi juga follower dari follower, sambil tetap memblokir akun tidak dikenal dan bot.

Pengakuan ini menunjukkan bahwa X (Twitter) melihat masalah bot di aset kripto sebagai masalah struktural, bukan hal yang bisa diselesaikan hanya dengan deteksi teknologi.

Disponsori
Disponsori

Jika benar 80% akun aset kripto adalah bot seperti yang diklaim Bier, maka tidak ada sistem filter yang dapat memisahkan pengguna asli dari bot secara besar-besaran tanpa merugikan akun-akun nyata.

Anatoly Yakovenko dari Solana dan Krisis Komunikasi Aset Kripto

Respons Yakovenko menyoroti frustrasi yang lebih mendalam di industri aset kripto. Co-founder Solana menyebut platform ini “buruk”, tapi tetap mengakui bahwa thread terbuka di X masih menjadi opsi komunikasi publik aset kripto terbaik yang tersedia saat ini.

Percakapan ini bermula dari postingan satir oleh anggota komunitas Solana yang mengejek situasi komunikasi di dunia aset kripto.

Postingan itu mendaftar aturan-aturan yang makin absurd, mulai dari tidak menjawab DM X maupun pesan Telegram hingga tidak membuka pintu atau merespons saat nama dipanggil.

Lelucon itu muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan setelah kasus exploit Drift Protocol senilai US$285 juta pada 1 April, yang menggunakan rekayasa sosial, bukan kerentanan kode.

Konteks ini menambah bobot humor yang ada. Pelaku Drift berhasil mengambil akses admin lewat persetujuan yang menyesatkan, bukan melalui bug di smart contract.

Di kondisi seperti itu, mempercayai komunikasi apapun yang masuk bisa jadi risiko operasional nyata bagi para builder aset kripto.

Playbook Anti-Spam X Sejauh Ini

Sejak menjabat sebagai Head of Product X pada pertengahan 2025, Bier sudah menginisiasi beragam solusi anti-spam. Pada Januari 2026, ia mencabut akses API aplikasi InfoFi seperti Kaito, yang memberi imbalan pada pengguna yang memposting di X.

Tindakan tersebut membuat harga token milik Kaito anjlok 20% dan memaksa proyek itu menutup program insentif Yaps miliknya.

Pada Maret 2026, X memperkenalkan tombol dislike pada reply, dan Bier menyampaikan insentif finansial untuk spam di platform akan menjadi negatif dalam 30 hari ke depan.

Platform ini juga mulai menyiapkan fitur auto-lock untuk menandai akun yang memposting tentang aset kripto untuk pertama kalinya, yang harus melewati verifikasi identitas sebelum bisa lanjut.

Meski sudah dilakukan berbagai upaya, pernyataan terbaru Bier mengubah sudut pandang. Alih-alih menjanjikan penghapusan spam aset kripto, sekarang ia menyampaikan kepada pengguna bahwa masalah ini sudah terlalu dalam di ekosistem aset kripto, sehingga mustahil diselesaikan oleh platform mana pun.

Apakah pembatasan reply tingkat kedua bisa benar-benar mengurangi spam, atau justru mendorong operator bot untuk beradaptasi?

Apakah Anda punya cerita terkait masalah spam di Twitter, atau topik lainnya? Kirimkan kepada kami atau ikut diskusi di channel BeInCrypto Telegram kami dan di newsletter kami.

Follow akun X kami untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori