XRP menjadi salah satu token besar dengan performa terlemah minggu ini. Harga XRP turun sekitar 6% dalam tujuh hari terakhir sehingga menekan sentimen jangka pendek.
Meski begitu, koreksi terbaru ini mungkin belum menjadi akhir dari pergerakan harga. Grafik dan data on-chain mengisyaratkan XRP berada di momen penting yang bisa menentukan, tergantung apakah token ini mampu mengulang pola yang sempat terjadi empat bulan lalu.
SponsoredChart Harga Menunjukkan Setup yang Sudah Sering Terjadi
XRP nampaknya sedang membentuk struktur inverse head-and-shoulders pada grafik harian. Pola ini biasanya menandakan pembalikan tren, tapi hanya berlaku bila level kunci bisa direbut kembali. Saat ini, garis neckline struktur tersebut berada di sekitar US$2,52, atau sekitar 28% di atas harga sekarang.
Supaya jalur reli itu bisa terbuka, XRP harus lebih dulu merebut kembali exponential moving average (EMA) 100-hari, yaitu garis biru muda. EMA memberikan bobot lebih pada harga terbaru sehingga lebih cepat merespons perubahan tren daripada simple moving average. Dalam sejarah pergerakan harga XRP, level ini kerap menjadi titik penentu utama. Pada September, saat XRP merebut kembali EMA 100-hari, harga naik sekitar 12%. Pada bulan yang sama, pergerakan serupa menghasilkan kenaikan 16%.
Mau dapat insight token seperti ini? Daftar untuk menerima Crypto Newsletter harian dari Editor Harsh Notariya di sini.
Sampai kini, XRP belum berhasil bertahan di atas EMA jangka pendek (20-hari dan 50-hari) bahkan sempat ditolak lagi di EMA 100-hari pada 14 Januari. Meski begitu, penurunan harga terbaru menciptakan ekor bawah yang cukup panjang, menandakan pembeli cepat menyerap tekanan jual. Respons ini menunjukkan minat beli tetap ada sehingga struktur bullish sementara masih terjaga, asalkan rintangan EMA dapat dilampaui ke depannya.
Sponsored SponsoredWhale dan Holder Ambil Posisi Lebih Awal, tapi Beli Spot Saja Mungkin Tidak Cukup
Data on-chain memperlihatkan posisi awal di balik layar. Para whale yang memegang 10 juta sampai 100 juta XRP menaikkan saldo dari sekitar 11,14 miliar menjadi 11,17 miliar token, atau setara sekitar US$60 juta dengan harga saat ini.
Whale yang lebih kecil dengan kepemilikan 1 juta sampai 10 juta XRP bahkan lebih aktif. Saldo mereka bertambah dari sekitar 3,54 miliar menjadi 3,59 miliar XRP, atau hampir US$100 juta. Penambahan ini mulai terjadi sekitar 14 Januari, mendahului akumulasi para holder lainnya. Walaupun mereka melepas sebagian token pada 15 Januari saat harga XRP mulai terkoreksi, posisi bersih sejak 14 Januari masih positif.
Para holder mengikuti aksi para whale. Sejak 16 Januari, perubahan net posisi holder jangka panjang berbalik menjadi sangat positif. Data ini melacak dompet yang menyimpan XRP selama kira-kira 155 hari atau lebih, sehingga indikator ini menjadi tolok ukur holder berkomitmen kuat dibandingkan trader jangka pendek.
Sponsored SponsoredPada 16 Januari, kelompok ini memegang sekitar 223.201.195 XRP. Menjelang 18 Januari, total kepemilikan naik menjadi 234.886.841 XRP. Itu berarti terjadi kenaikan sekitar 11,69 juta XRP, atau peningkatan 5,2% hanya dalam dua hari saja.
Waktu pengambilan posisi ini juga cukup penting. Para whale mulai menambah posisi justru saat koreksi awal berlangsung, sedangkan holder jangka panjang baru masuk setelah 16 Januari. Akumulasi yang bertahap seperti ini mengindikasikan aksi beli yang matang, bukan aksi serobot karena harga turun mendadak.
Derivatives Skew Jadi Katalis, sedangkan Level Harga XRP Menentukan Hasilnya
Posisi pada instrumen derivatif menambah faktor penting. Di pasar perpetual XRP, jumlah leverage likuidasi short mendekati US$520 juta, sedangkan leverage long hanya sekitar US$22 juta. Artinya, posisi jauh didominasi oleh short lebih dari 95%.
SponsoredKetidakseimbangan ini bisa menjadi bahan bakar. Pergerakan naik yang sedang saja dapat memicu short squeeze sehingga harga bisa menguat lebih cepat jika level kuncinya berhasil ditembus.
Level-levelnya sudah jelas. XRP perlu menutup di atas US$2,24 untuk mengonfirmasi kekuatan dan merebut kembali garis EMA 100 hari. Setelah itu, XRP bisa bergerak ke zona US$2,48–US$2,52 untuk mengaktifkan pola tersebut. Jika hal ini terjadi, proyeksi reli sebesar 33% bisa kembali terjadi.
Di sisi bawah, jika turun di bawah US$1,84, setup akan melemah, sedangkan penurunan di bawah US$1,77 bakal membatalkan setup tersebut sepenuhnya. Saat ini, XRP belum mengalami breakout. Tapi jika bisa mengulangi pergerakan di bulan September, reli tersebut mungkin akhirnya bisa terjadi.