Detektif blockchain ZachXBT menargetkan para holder XRP, menuding bahwa mereka secara terus-menerus menghalangi potensi kenaikan harga Ripple lebih lanjut.
Teguran ini muncul meski analisis teknikal mengungkap harga XRP berpotensi siap untuk pertumbuhan seiring dengan masuknya posisi oleh para whale.
ZachXBT Cap Holder XRP sebagai “Exit Liquidity” dalam Kritik Pedas
Dalam serangkaian unggahan blak-blakan di X (Twitter), detektif blockchain ZachXBT menyinggung peran komunitas XRP dalam industri kripto.
Komentarnya menyulut perdebatan baru mengenai perbedaan antara utilitas jangka panjang dan spekulasi dalam altcoin.
“Saat ini saya tidak membantu komunitas XRP dan akan menertawakan siapa pun yang mengirim DM kepada saya,” tulis ZachXBT dalam sebuah postingan.
ZachXBT menegaskan ia tidak berniat mendukung para holder token Ripple. Ia menyatakan bahwa investor XRP “tidak memberikan nilai apa pun bagi industri selain menjadi exit liquidity bagi para orang dalam”.
Dalam konteks ini, sang detektif on-chain memasukkan XRP ke kelompok proyek lainnya yang menurutnya memiliki struktur yang “cacat”. Kritiknya tidak hanya menargetkan token utama Ripple, tetapi juga merambah Cardano (ADA), Pulsechain (PLS), dan Hedera (HBAR).
Komentar ZachXBT menunjukkan bahwa komunitas-komunitas ini sama-sama tidak layak mendapat dukungan. Meski demikian, investor tetap harus melakukan riset mereka sendiri dan tidak semata-mata mengandalkan akun populer untuk keputusan investasi.
Serangan ZachXBT terhadap Rantai MLM
Tak berhenti sampai di situ, ZachXBT mengungkapkan sikap biasnya terhadap rantai MLM, merujuk pada skema multi-level marketing (MLM) seperti skema piramida.
“Saya sangat menentang jaringan MLM,” tulis ZachXBT dalam sebuah postingan.
Proyek-proyek semacam ini umumnya memiliki sedikit utilitas nyata, di mana proyek lebih mengandalkan hype, perekrutan, atau promosi komunitas alih-alih inovasi ataupun kemajuan teknologi yang sesungguhnya.
Fenomena ini juga menggambarkan proyek di mana para influencer meraup keuntungan sementara investor ritel baru terus membeli.
Karakteristik tambahan termasuk promosi ala kultus, di mana komunitas terlihat sangat defensif dan agresif dalam mempromosikan proyek, lebih fokus pada angka yang naik ketimbang pembangunan yang nyata.
Komentar ini muncul saat kinerja pasar XRP sedang tertekan dan terjebak dalam konsolidasi horizontal. Pada saat publikasi, token diperdagangkan di level US$3,01, naik 0,21% pada hari itu.

Meskipun kenaikan harga tergolong kecil, kritik yang muncul kembali ini menyoroti pergeseran sentimen yang lebih luas dan telah membayangi Ripple selama bertahun-tahun.
Terlepas dari kemenangan hukum melawan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS dan prospek ETF XRP, skeptisisme seputar utilitas XRP di dunia nyata faktanya masih meluas.
Kritik ZachXBT selaras dengan sebagian komunitas kripto yang memandang proyek-proyek tertentu hanya sebagai sarana spekulatif belaka.
Walau begitu, reaksi komunitas Ripple muncul dengan cepat. Para pembela menyoroti kemitraan proyek dengan institusi keuangan dan teknologi pembayaran lintas batas sebagai bukti utilitas nyata.
Namun tetap saja, reputasi ZachXBT sebagai salah satu investigator on-chain paling berpengaruh di dunia kripto membuat ucapannya tetap memiliki bobot, meski terkesan memecah belah.
Bagaimana pendapat Anda tentang kecaman ZachXBT seputar XRP Ripple serta para holder-nya ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Penyangkalan
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.
