Pergerakan harga Zcash tetap konstruktif meski terjadi pelemahan jangka pendek. ZEC masih naik hampir 40% selama 30 hari terakhir, yang menunjukkan pemulihan kuat dari level terendah awal Desember. Tapi, sekarang momentumnya mulai menurun. Dalam 7 hari terakhir, harga Zcash turun hampir 8% walaupun harga Bitcoin justru naik. Perbedaan itu penting. Itu menyoroti korelasi negatif antara Zcash dengan Bitcoin, yaitu faktor yang berulang kali menghambat breakout jangka pendek pada siklus sebelumnya.
Meski terjadi koreksi ini, struktur bullish secara keseluruhan belum rusak. Berikut penjelasan lebih rinci kenapa setup-nya masih utuh, dan kenapa tekanan jangka pendek masih terus menumpuk.
SponsoredBull Flag Bertahan, namun CMF Sinyalkan Risiko Outflow Modal
Zcash masih konsolidasi setelah adanya pergerakan impulsif kuat sejak awal Desember, membentuk pola bull flag, bukan pola puncak. Tren breakout yang lebih besar dengan proyeksi 85% masih bullish selama harga tetap mengikuti pola ini.
Namun, di balik permukaan, momentum mulai melemah. Chaikin Money Flow (CMF), yang mengukur apakah modal besar mengalir masuk atau keluar dari suatu aset, cenderung turun walau harga masih bertahan. Antara 24 Desember dan 5 Januari, harga ZEC sempat naik namun CMF justru turun.
Ingin dapat insight token lain seperti ini? Daftar Newsletter Crypto Harian Editor Harsh Notariya di sini.
Perbedaan arah tersebut menandakan tekanan beli yang mulai mendingin. CMF kini mendekati garis nol, yang merupakan ambang penting. Jika menembus di bawah nol, ini artinya ada arus keluar modal, yang biasanya menjadi pertanda kelemahan harga dalam jangka pendek.
Sinyal ini semakin penting setelah adanya unshielding sekitar 202.000 ZEC atau hampir 1,2% dari total suplai beredar. Walau unshielding tidak selalu berarti akan ada aksi jual, namun hal ini menambah transparansi suplai dalam jangka pendek dan bisa mempertekan harga kalau permintaan mulai melemah.
Saat ini, strukturnya masih terjaga. Tapi US$404 tetap menjadi level kunci. Jika harga turun menembus level ini secara tegas, pola bull flag akan batal dan tesis bullish jadi melemah.
Derivatif Menunjukkan Tekanan Jangka Pendek, Dukungan Jangka Panjang
Posisi di pasar derivatif menjelaskan mengapa breakout ZEC mungkin hanya tertunda, bukan gagal.
Pada peta likuidasi Binance ZEC/USDT 7 hari, likuidasi posisi short bernilai sekitar US$54,38 juta, sedangkan likuidasi posisi long sekitar US$24,41 juta. Itu berarti eksposur short lebih dari 120% di atas posisi long dalam waktu dekat, sehingga risiko volatilitas dan koreksi jadi lebih tinggi. Jadi, dalam pandangan 7 hari, sentimen cenderung bearish.
Pada pandangan 30 hari, datanya berbeda. Likuidasi long naik ke US$52,89 juta, sementara likuidasi short turun ke US$39,84 juta, memberikan keunggulan long sekitar 33%. Artinya, trader jangka panjang masih optimistis harga akan lanjut naik.
SponsoredSingkatnya, trader jangka pendek bersikap hati-hati, sedangkan pelaku pasar jangka panjang masih positif.
Korelasi Bitcoin Kini Menentukan Waktu Breakout Harga Zcash
Korelasi negatif Zcash dengan Bitcoin tetap menjadi penghambat reli. Korelasi mengukur seberapa mirip pergerakan dua aset. Dalam beberapa siklus terakhir, harga ZEC sering melemah ketika Bitcoin konsolidasi atau naik. Saat ini, secara mingguan, tingkat korelasinya di -0,66, yang berarti pergerakannya sering berlawanan.
Pola itu terjadi lagi kali ini. Kenaikan Bitcoin dalam sepekan terakhir bersamaan dengan penurunan performa Zcash, semakin memperkuat sikap hati-hati dalam jangka pendek.
Dari sisi struktur, konfirmasi masih belum muncul. Jika harga menembus US$519, itu akan menjadi sinyal jelas keluar dari fase konsolidasi. Penembusan US$541 pun bisa memicu banyak likuidasi short, yang kemudian mempercepat momentum kenaikan harga.
Pergerakan agresif ke atas seperti itu akan membuka jalan untuk proyeksi breakout 85%.
Sampai saat itu, risiko penurunan tetap jelas. Jika harga turun di bawah US$404, maka struktur bullish menjadi tidak valid dan mengindikasikan perlunya reset lebih dalam sebelum melanjutkan pergerakan.
Zcash masih menunjukkan struktur bullish dan posisi untuk jangka panjang tetap kuat. Tapi sentimen jangka pendek, sinyal arus keluar modal, dan pengaruh Bitcoin nampaknya membuat breakout ini butuh waktu lebih lama untuk berkembang.