Hampir 3 dari 4 Token yang Pernah Masuk Top 100 Aset Kripto Kini Sudah Mati Secara Operasional

  • CryptoRank mengatakan 71,9% token yang pernah masuk Top 100 aset kripto kini sudah mati.
  • Token Top 100 median hanya bertahan selama 2 tahun dan 4 bulan.
  • Perkiraan tingkat kematian naik menjadi 84,7% setelah token melewati usia 10 tahun.
Promo

Hampir tiga dari empat token yang pernah masuk Top 100 aset kripto kini sudah mati secara operasional, menurut data terbaru dari CryptoRank.

Temuan ini menunjukkan bahwa peringkat market cap tidak banyak memberikan perlindungan, karena sebagian besar token yang masuk kelompok atas aset kripto justru kehilangan relevansinya dalam beberapa tahun.

Mayoritas Token Kripto Top 100 Mati Dalam Lima Tahun

Perusahaan ini menganalisis 1.539 token dan menemukan bahwa 71,9% token “diklasifikasikan sebagai mati secara operasional.” CryptoRank menganggap sebuah token mati ketika exchange besar melakukan delisting dan volume harian token tersebut tetap di bawah US$10.000 selama lebih dari 90 hari.

Disponsori
Disponsori

Hasil analisa juga menunjukkan bahwa 62% token Top 100 “mati” dalam waktu lima tahun, dengan estimasi tingkat kematian naik sampai 84,7% setelah sepuluh tahun dan hingga 91,5% dalam kurun 12 tahun. Sementara itu, masa hidup rata-rata token Top 100 hanya dua tahun empat bulan.

“Kesimpulan utamanya: masuk ke Top 100 tidak menjamin potensi jangka panjang,” terang CryptoRank dalam sebuah unggahan di X.

Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terkini secara real-time

Grafik Tingkat Kematian Token Kripto Top 100 Dalam 5 dan 10 Tahun
Grafik Tingkat Kematian Token Kripto Top 100 Dalam 5 dan 10 Tahun | Sumber: X/CryptoRank

Ethereum Killer Paling Banyak Jadi Korban

Analisis lain dari CryptoRank mencatat Top 100 sejak Juli 2021. Hanya 41 proyek yang bertahan di posisinya, 46 turun dari Top 100, dan 13 sepenuhnya berhenti beroperasi. Token yang keluar tersebut mengalami penurunan nilai pasar dengan median mencapai 93%.

Sekitar 65% dari token yang tersingkir tadi adalah chain layer-1 dan layer-2 yang dulu disebut-sebut sebagai pesaing Ethereum (ETH). Sebaliknya, jumlah stablecoin yang masuk ke Top 100 justru meningkat dua kali lipat dari delapan menjadi 16.

Kondisi di pasar yang lebih luas ternyata lebih buruk lagi. Riset CoinGecko menunjukkan 53,2% dari seluruh aset kripto yang dilacak di GeckoTerminal sudah berhenti trading, dan sebanyak 11,6 juta token gagal hanya pada tahun 2025 saja.

Data ini merombak persepsi bahwa peringkat Top 100 adalah bukti ketahanan; nyatanya itu hanya momen sorotan sesaat. Masih menjadi pertanyaan terbuka, berapa banyak pemimpin pasar saat ini yang masih akan diperdagangkan hingga tahun 2031 nanti.

Berlangganan channel YouTube kami untuk menyimak wawasan pakar langsung dari para pemimpin dan jurnalis


Untuk membaca analisis pasar kripto terbaru dari BeInCrypto, klik di sini.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori