Kembali

4 Cara Tahun 2025 Mengubah Pasar Aset Kripto untuk Selamanya

author avatar

Ditulis oleh
Lockridge Okoth

editor avatar

Diedit oleh
Harsh Notariya

30 Desember 2025 15.00 WIB
  • Institusi memperkuat Bitcoin sebagai infrastruktur portofolio lewat ETF, dana pensiun, dan volatilitas yang lebih rendah.
  • Treasuri aset digital korporat melonjak, menggabungkan aset kripto dengan neraca keuangan dan keuangan tradisional.
  • Meme coin sempat mencapai puncak, lalu anjlok dan berkembang, memperlihatkan spekulasi berlebihan namun tetap punya relevansi budaya.
  • Regulasi pro-kripto yang dipimpin oleh GENIUS Act mengubah AS dari penegakan hukum menjadi adopsi yang terstruktur.
Promo

Tahun 2025 sudah menorehkan sejarah penting di dunia keuangan sebagai momen kunci ketika aset kripto dan aset digital tidak lagi sekadar spekulasi, melainkan semakin mengakar dalam struktur ekonomi global.

Dari ruang pertemuan di Wall Street hingga ruang kebijakan di Washington, aset kripto sudah berkembang dari eksperimen pinggiran menjadi alat penting untuk menjaga kekayaan dan mendorong inovasi.

2025 Jadi Titik Tidak Bisa Kembali bagi Aset Kripto—Ini Hal yang Berubah Selamanya

Lembaga institusional mengucurkan miliaran US$ ke Bitcoin, korporasi membangun kas digital sebagai lindung nilai terhadap inflasi, meme coin menjadi ajang euforia dan risiko sekaligus, dan pemerintahan pro-kripto menghapus hambatan regulasi lewat undang-undang bersejarah seperti GENIUS Act.

Dengan merangkum berbagai data dan wawasan, artikel ini membahas bagaimana kekuatan-kekuatan itu bersatu dan memaknai ulang pasar. Artikel ini juga membahas bagaimana kekuatan tersebut berhasil menarik miliaran dana baru, sekaligus membuka kerentanan pada ekosistem yang sebenarnya masih mencari pijakan.

Seperti yang BeInCrypto catat sepanjang tahun ini, perubahan tersebut bukan hanya soal pertumbuhan, tapi juga pergeseran mendasar kekuatan di sektor keuangan.

Sponsored
Sponsored

Institusionalisasi Bitcoin

Institusionalisasi Bitcoin di 2025 menjadi tonggak penting untuk kripto, karena mengubah aset yang semula volatil menjadi pilar portofolio terdiversifikasi.

Exchange-traded fund (ETF) spot berkembang pesat, dengan ETF IBIT milik BlackRock mengumpulkan hampir US$68 miliar dalam dana kelolaan (AUM), mendominasi volume harian serta menarik sebagian besar arus dana masuk.

Fakta Utama iShares Bitcoin Trust ETF | Sumber: BlackRock

Dana kelolaan institusi di Bitcoin melonjak menjadi US$235 miliar, naik 161% dari tahun 2024, didorong oleh dana pensiun yang kini mengelola aset senilai US$12 triliun dan untuk pertama kalinya masuk ke aset ini.

Pencapaian AUM ini dihitung dengan jumlah kepemilikan di perusahaan swasta, perusahaan publik, exchange atau custody, dan ETF, lalu dikalikan harga Bitcoin.

Distribution of BTC over time
Distribusi BTC dari Waktu ke Waktu | Sumber: Bitcoin Treasuries

Proyeksi dari Bursera Capital menunjukkan arus masuk melebihi US$40 miliar, melampaui rekor tahun sebelumnya, karena aturan akuntansi fair-value berhasil meredam volatilitas neraca. Hal ini memungkinkan perusahaan tetap memegang BTC tanpa risiko kerugian mark-to-market yang besar.

Kejelasan regulasi jadi faktor utama, dengan AS mendirikan Strategic Bitcoin Reserve dan mencabut pembatasan terhadap dana pensiun.

Bitcoin Bukan Lagi Pinggiran

Menjelang pertengahan Desember, 14 dari 25 bank terbesar di AS sedang mengembangkan produk Bitcoin. Data ini bersumber dari perusahaan jasa keuangan Bitcoin, River. Sementara itu, manajer aset pun tetap menahan posisi net long meskipun pasar sedang turun.

Bitcoin Products by Top US Banks
Produk Bitcoin dari Bank Teratas AS | Sumber: River

Survei EY yang dilakukan awal tahun mengungkapkan bahwa 86% investor institusi berencana menaikkan porsi aset kripto mereka. Eksposur ke DeFi diprediksi melonjak dari 24% menjadi 75%. Fokus utamanya adalah menghasilkan yield lewat lending dan derivatif di platform yang terjamin seperti Fireblocks.

Data dari Newhedge memperlihatkan volatilitas Bitcoin selama 30 hari turun 70%, dari angka tertinggi tahun 2025 sebesar 3,81% menjadi hanya 1,36% di bulan Agustus. Bitcoin jadi lebih stabil dibanding beberapa saham tradisional, sementara harga melonjak dari kisaran US$76.000 dan puncaknya mencapai US$126.000.

Bitcoin 30-day Volatility Index and Price Performance
Indeks Volatilitas 30 Hari Bitcoin dan Kinerja Harga | Sumber: Newhedge

Analis di perusahaan seperti Standard Chartered memperkirakan akan ada lonjakan permintaan dari dana pensiun, di mana setiap US$1 miliar arus masuk ETF bisa mendorong harga naik lebih tinggi.

Sponsored
Sponsored

Menurut perusahaan intelijen blockchain Arkham, kepemilikan Bitcoin oleh korporasi masih di bawah 600.000 BTC di awal 2025, tapi minat institusi telah meningkat tajam tahun ini. Kini, korporasi memegang lebih dari 4,7% dari total suplai BTC.

Dengan latar belakang ini, sosok seperti Michael Saylor dari MicroStrategy meyakini Bitcoin bukan lagi sekadar aset pinggiran. Menurutnya, Bitcoin kini merupakan infrastruktur keuangan. Pendapat ini juga sejalan dengan suasana di Bitcoin 2025 Conference, di mana kepemilikan BTC Wakil Presiden AS JD Vance dan cadangan nasional Pakistan menjadi sorotan.

Adopsi institusional ini membuat Bitcoin tidak hanya menstabilkan pasar, tetapi juga menempatkannya sebagai aset cadangan model dan mengubah strategi portofolio secara permanen.

Treasuri Aset Kripto

Digital Asset Treasuries (DAT) mengalami kenaikan signifikan pada 2025. Data CoinGecko menunjukkan mereka mengumpulkan lebih dari US$121 miliar dalam bentuk aset, termasuk Bitcoin, Ethereum, dan Solana. Sementara itu, mereka juga menguasai sebagian besar suplai, sekitar 4% ETH dan 2,5% SOL.

Akuntansi fair-value menjadi pendorong utama lonjakan ini, karena perusahaan bisa alokasikan aset tanpa mendistorsi neraca; analis Bitwise menuturkan hal ini dapat “mengubah pasar secara signifikan.”

MicroStrategy menjadi contoh dari tren ini dengan kepemilikan lebih dari 671.268 BTC, karena akumulasi oleh korporasi naik dari 1,68 juta menjadi 1,98 juta BTC di pertengahan tahun.

BTC Holdings Among Public Companies. Source: Bitcoin Treasuries
Kepemilikan BTC di Perusahaan Publik | Sumber: Bitcoin Treasuries

Data di Rwa.xyz memperlihatkan Treasury ter-tokenisasi naik 80% menjadi US$8,84 miliar setelah sempat menyentuh puncak US$9,3 miliar di pertengahan Q4. Angka ini mengalahkan stablecoin dalam hal hasil di tengah suku bunga AS 3,50%–3,75%, sambil memanfaatkan efisiensi blockchain.

Aset dunia nyata (RWA) tanpa menghitung stablecoin bertumbuh 229% menjadi US$19 miliar, dengan Ethereum mendominasi US$12,7 miliar dalam treasury tersebut.

Market cap stablecoin melampaui US$308 miliar, menurut data dari DefiLlama, tumbuh di bawah payung regulasi GENIUS Act.

Proyeksi dari Galaxy Research mengindikasikan masa depan yang bullish, dengan obligasi yang dikelola DAO bisa melebihi US$500 juta di tahun 2026, sedangkan pinjaman dengan jaminan aset kripto dapat menembus US$90 miliar. Arus masuk ETF diprediksi melampaui US$50 miliar, dengan dana kekayaan negara diperkirakan bakal ikut masuk.

Sponsored
Sponsored

Stress Pasar dan Kapitulasi

namun, tantangan muncul, di mana tekanan mNAV memaksa beberapa DAT untuk menjual atau menutup usaha, karena arus masuk menurun 90-95% dari puncaknya di bulan Juli, akibat pengawasan yang ketat.

BeInCrypto menjelaskan bagaimana miner dan perusahaan menghadapi penurunan pembelian Bitcoin, sementara arus masuk DAT ke posisi terendah tahun 2025 yaitu US$1,32 miliar. Pergeseran permintaan sebesar US$25–US$75 miliar masuk ke Treasury melalui stablecoin menunjukan adanya integrasi dengan pasar utang.

“DAT bisa melampaui spekulasi dan menjadi mesin ekonomi jangka panjang,” tulis analis Ryan Watkins, menyoroti dampaknya di masa depan.

Kenaikan ini menjadi jembatan antara keuangan tradisional dan kripto, tapi tak lepas dari risiko. Likuiditas yang turun dan keyakinan yang memudar memicu aksi jual, sehingga perusahaan seperti MicroStrategy dan BitMine perlu berinovasi dalam mencari model pendapatan baru.

Pada akhirnya, DAT jadi simbol ketangguhan dan ambisi di tahun 2025, serta membentuk ulang strategi treasury korporasi untuk era digital.

Kenaikan dan Kematian meme coin

Meme coin pada tahun 2025 benar-benar menunjukkan dua sisi pasar aset kripto: kenaikan luar biasa lalu diikuti “heat death” yang sangat tajam, di mana volume perdagangan anjlok 70-85% dan mindshare turun drastis 90%.

Kapitalisasi sektor ini sempat mencapai puncaknya di atas US$100 miliar pada akhir 2024, namun langsung terkoreksi tajam. Tapi, euforia di akhir tahun membangkitkan kembali tren tersebut di bulan September 2025. Total kapitalisasi pasar mendekati US$60 miliar (2% dari seluruh pasar aset kripto).

Bot AI dan centralized exchange (CEX) kemungkinan besar ikut mendorong reli harga, apalagi bot AI memang sering memanfaatkan order book yang tipis serta peluang arbitrase.

Token OG seperti DOGE, SHIB, dan PEPE tetap punya nilai pasar miliaran US dollar, dan mereka mulai berkembang menjadi hybrid utilitas seiring sektor ini makin matang.

Penurunan volume 90% di Pump.fun menandakan pergeseran minat menuju alt utilitas, dengan prediksi kebangkitan di 2026 seiring hype siklus baru. Meme coin meraih 25% minat investor, kini diimajinasikan ulang sebagai “emotion futures.”

Sponsored
Sponsored
Pump.fun
Pump.fun | Sumber: Token Terminal

Dashboard CoinGecko menunjukkan sinyal harga dasar di kapitalisasi pasar dan adanya pergeseran sentimen dari hype ke arah utilitas, di mana hampir 2 juta token kolaps di kuartal pertama.

Meme coin market performance
Performa Pasar Meme Coin | Sumber: CoinGecko

Siklus mania meme coin kali ini, yang makin cerdas sekaligus makin berisiko berkat campur tangan AI, benar-benar menunjukkan sisi spekulatif dari dunia kripto.

Presiden Crypto dan Regulasi, seperti GENIUS Act

Di era Presiden Donald Trump, yang dijuluki “Presiden Kripto,” tahun 2025 menghadirkan kebangkitan regulasi kripto. Salah satu sorotan utama adalah penandatanganan GENIUS Act pada bulan Juli.

Undang-undang penting ini mewajibkan rasio cadangan 1:1, audit rutin, perlindungan konsumen, dan status bukan sekuritas untuk stablecoin, dengan pengawasan dibagi antara OCC dan pemerintah negara bagian.

Sebelum lolos, peluang pengesahan undang-undang ini mencapai 68%, di mana Wapres JD Vance berjanji untuk menerapkan kerangka regulasi khusus sesudahnya. Sementara RUU struktur pasar sempat mandek sehingga exchange berada di persimpangan, GENIUS berhasil mendorong proses tokenisasi aset lebih maju.

Kekhawatiran terhadap proyek-proyek Trump sempat menimbulkan kekhawatiran penolakan, tapi pengesahan undang-undang ini justru menandai peralihan ke regulasi berbasis aturan. FDIC mulai bersiap mengimplementasikan dan memberi izin bank untuk layanan kustodian. Dampaknya, adopsi USDC dan USDT naik 20-30% serta terjadi konsolidasi penerbit stablecoin.

Secara global, undang-undang ini jadi inspirasi bagi negara berkembang, sementara Uni Eropa lewat MiCA menganggap meme coin sangat berisiko. Laporan tahunan FSOC pun menyoroti kerangka regulasi ini. “Langkah ini sangat positif untuk alt dan stablecoin, serta membuat sektor ini diakui secara mainstream,” ujar investor Paul Barron.

BeInCrypto mengikuti perjalanan undang-undang ini sejak disahkan di DPR, proses delay di Departemen Keuangan, hingga celah hukum seperti bagi hasil staking. Perubahan regulasi dari penegakan jadi pemberdayaan ini membuka potensi triliunan US dollar, dan memantapkan 2025 sebagai tahun dewasa bagi aset kripto.

Kalau dilihat ke belakang, 2025 bukan sekadar tahun gemilang bagi kripto, tapi benar-benar jadi momen penting di mana aset digital mengukuhkan posisinya di masa depan uang.

Institusi kini memimpin perubahan, kas negara makin kuat, meme coin terus menguji batasan, dan regulasi menghadirkan pagar pembatas, sehingga pasar pun jadi lebih kuat, inklusif, serta tak terhindarkan lagi.

Saat kita menatap ke tahun 2026, pelajaran dari masa perubahan besar ini mengingatkan bahwa di dunia kripto, evolusi berarti bertahan hidup.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori