Lupakan trader ritel dan FOMO institusi. Ledakan kripto berikutnya bisa dijalankan oleh agen AI, program otonom yang menggerakkan uang jauh lebih cepat daripada manusia mana pun.
Pendiri Binance sekaligus mantan CEO, Changpeng Zhao (CZ), baru-baru ini mengungkap bahwa agen AI akan melakukan transaksi 1 juta kali lebih banyak daripada manusia dan mereka akan menggunakan aset kripto.
AI Agents Mulai Menguasai Aset Kripto: Apakah Ini Obsesinya Wall Street Berikutnya?
Pernyataan ini bukan sekadar hype, melainkan sebuah potensi perubahan besar untuk pembayaran, DeFi, dan adopsi blockchain. Saat ini, tren ini mulai menjadi arus utama.
Beep, protokol agentic finance terkemuka di Sui Network, baru saja memperkenalkan dukungan untuk USDsui, stablecoin yang didukung oleh Stripe.
“Agen AI sekarang bisa mengirim, trading, dan mendapatkan penghasilan lewat pembayaran stablecoin instan tanpa biaya di Sui,” demikian dibagikan oleh pihak jaringan baru-baru ini.
Pengguna, maupun agen AI milik mereka, kini dapat secara otomatis melakukan farming yield, mengalokasikan dana ke berbagai protokol, dan menyeimbangkan ulang portofolio tanpa harus menyentuh tombol apa pun.
Sistem ini memindai tingkat yield, skor risiko, kedalaman likuiditas, dan potensi kerugian tidak tetap secara real time. Peningkatan efisiensi yang dilaporkan bahkan mencapai hasil 1,8x lebih tinggi dibandingkan strategi manual.
Dirancang secara non-custodial, Beep menjaga dana tetap di wallet pengguna, sementara agen menjalankan logika delegasi di chain. Mikro-transaksi, operasi treasury, bahkan pembayaran dari agen ke agen (A2A) terjadi secara otomatis, nyaris instan, dengan biaya yang hampir nol.
Inilah infrastruktur yang sedang dibangun oleh Stripe, Ethereum, dan Sui.
Obsesi Berikutnya Wall Street?
Wall Street mulai memberi perhatian. Matt Hougan, CIO di Bitwise Asset Management, menyebut agentic finance sebagai “katalis besar yang sedang berkembang” saat tampil di Dewan Pakar BeInCrypto baru-baru ini.
Menurut eksekutif Bitwise, sebagian besar transaksi internet dalam waktu dekat akan berbasis agentic dan blockchain. Ia berpandangan, adopsi institusi terhadap sistem-sistem ini dapat membentuk tren pasar yang bertahan lama.
“Ketika ada perusahaan seperti Stripe yang menyatakan bahwa masa depan adalah agentic finance dan dibangun di atas blockchain, itu adalah sebuah katalis yang sangat baik,” terang Matt Hougan dari Bitwise.
Agen AI tidak hanya digunakan untuk pembayaran. Kini, mereka mendominasi dunia trading. Para analis memperkirakan 60–80% volume trading aset kripto global sudah digerakkan oleh AI, dan proyeksi mendekati 90% dalam waktu dekat.
Sistem otonom bisa mengurangi kesalahan manusia, menemukan likuiditas lebih cepat, dan menggerakkan modal selama 24/7. Hal ini menimbulkan aktivitas besar di chain, alokasi modal yang efisien, serta permintaan berkelanjutan terhadap native token.
Dampaknya sudah terlihat jelas. Dana kuantitatif AI melaporkan rata-rata imbal hasil 52% pada tahun 2025, sementara 84% trader ritel justru mengalami kerugian.
“Agen AI tahu di mana letak likuiditas,” ucap CZ dalam unggahan terbarunya, menyoroti bagaimana pengambilan keputusan secepat mesin memberi keunggulan asimetris.
Sementara itu, para pelaku dalam industri kripto melihat pola generasi yang jelas: 2017 = dipimpin ritel; 2021 = investor; 2025 = institusi, dan sekarang? Agen AI.
“Pasar Bull Kripto berikutnya akan dipimpin oleh AI dan Agen AI,” sarannya analis Ash Crypto baru-baru ini.
Para adopter awal sistem ini, mulai dari bot trading hingga allocator yield otomatis, kini memposisikan diri untuk meraih keuntungan besar dan berpotensi membentuk siklus pasar secara keseluruhan.
Platform seperti Walbi dan Polymarket telah menunjukkan bagaimana AI dapat menguasai pasar trading dan prediksi. Di sisi lain, alat analitik dari perusahan seperti Palantir dan TWG AI memantau aktivitas secara real time.
AI Agents Dominasi Trading dan Siklus Pasar
Ethereum nampaknya akan menjadi tulang punggung bagi ekonomi berbasis AI ini, sementara chain seperti Sui memungkinkan pembayaran mikro, keuangan yang dapat diprogram, dan pengelolaan treasury otomatis.
AI agent sekarang bisa membayar API, komputasi, atau layanan on-chain tanpa pengawasan manusia, sehingga muncul “agent economy” yang berkembang pesat dan beroperasi dengan kecepatan mesin.
Dampak lebih besarnya yaitu agentic finance bisa jadi jembatan paling jelas antara adopsi AI, infrastruktur pembayaran, dan adopsi blockchain.
Institusi mulai memperhatikan hal ini, jadi siklus kripto berikutnya mungkin tidak akan lagi ditentukan oleh perilaku manusia, namun oleh pergerakan modal algoritmik dan otonom yang terus berjalan di latar belakang.
“Jika kamu mulai menjumlahkan semua ini,” ujar Hougan, “pada akhirnya skalanya akan naik seperti ini, dan kita memasuki bull market yang baru.”
Kalau kamu berpikir kripto sudah sangat cepat sebelumnya, kamu belum melihat apa-apa. AI agent sudah hadir, jalurnya sudah siap, dan Wall Street (serta generasi institusi berikutnya) sedang mengamati.
Siklus selanjutnya mungkin tidak lagi dikendalikan manusia. Bisa jadi, itu akan bersifat algoritmik, otonom, dan tidak bisa dihentikan.