XRP diperdagangkan di US$1,4555 pada 20 Maret, berada sedikit di bawah level resistance US$1,5119 yang membatasi reli pertengahan bulan. Lonjakan mendadak jumlah alamat baru — tertinggi dalam lebih dari sebulan — kini menambah sinyal permintaan di saat harga paling membutuhkannya.
Waktunya sangat penting. Terakhir kali aktivitas on-chain melonjak dalam skala serupa, yaitu pada awal Februari dan sekitar 10 Februari, XRP sedang mendekati titik infleksi lokal. Apakah lonjakan alamat pada pekan ini bisa berlanjut menjadi dorongan beli yang bertahan akan dijawab oleh grafik harga dalam beberapa sesi ke depan.
Alamat Baru XRP Naik 354%
Jumlah alamat baru XRP melonjak menjadi sekitar 12.000 pada 20 Maret, menurut data Glassnode. Jumlah tersebut naik sekitar 354% dari rata-rata 2.500–3.500 alamat baru per hari yang terjadi di akhir Februari hingga awal Maret.
Pembentukan alamat baru mengukur berapa banyak wallet yang dibuka untuk pertama kalinya. Lonjakan sebesar ini menandakan adanya peserta baru yang masuk ke jaringan, bukan sekadar holder lama yang memindahkan dana. Ini merupakan sinyal sisi permintaan, bukan dari sisi suplai.
Ingin insight token seperti ini? Daftar untuk Newsletter Harian Crypto dari Editor Harsh Notariya di sini.
Pola historis pada grafik ini mendukung interpretasi yang lebih hati-hati. Dua lonjakan serupa sebelumnya — sekitar 16.000 alamat pada 31 Januari dan 15.000 pada 10 Februari — sama-sama terjadi saat volatilitas harga meningkat, bukan breakout yang bersih. Lonjakan 31 Januari justru diikuti penurunan harga tajam.
Lonjakan 10 Februari bertepatan dengan upaya pemulihan singkat. Namun keduanya tidak menghasilkan perubahan tren yang bertahan secara sendiri-sendiri. Lonjakan 20 Maret muncul setelah periode konsolidasi harga di rentang US$1,33 hingga US$1,46, di mana struktur harga cenderung makin ketat.
Pendatang baru di level ini dapat menyerap pasokan jual yang tersedia dan membangun fondasi untuk percobaan naik selanjutnya.
Whale Sedang Membeli XRP
Lonjakan alamat baru menjadi sinyal bullish, namun data transaksi whale dari Santiment memberikan sudut pandang penting soal urutan kejadian. Transaksi di kisaran 10 juta hingga 100 juta XRP mencapai puncak sekitar 15 Maret dengan nilai kurang lebih 11,27 miliar di skala kanan grafik, hampir persis ketika XRP menyentuh harga tinggi lokal US$1,58.
Setelah puncak tersebut, aktivitas whale menurun jadi sekitar 11,09 miliar per 19 Maret, sementara harga XRP turun ke US$1,463. Urutan ini — akumulasi whale mendahului harga, lalu aktivitas whale menurun saat harga terkoreksi — merupakan sinyal distribusi klasik. Ini menandakan reli 15 Maret setidaknya sebagian besar didorong oleh holder besar yang memindahkan XRP, bukan permintaan ritel baru.
Lonjakan alamat baru pada 20 Maret, dengan demikian, berpotensi menjadi momen peralihan. Jika investor ritel baru benar-benar masuk di kisaran US$1,43–US$1,46, mereka bisa menyerap pasokan yang didistribusikan whale di area US$1,55–US$1,58.
Dinamika peralihan — holder besar menjual ke kekuatan ritel — hanya akan baik untuk harga apabila pembeli baru ini tetap mempertahankan kepemilikan mereka, bukan langsung keluar. Apakah lonjakan alamat kali ini mencerminkan aksi beli dengan keyakinan atau spekulasi jangka pendek akan semakin jelas jika XRP menguji US$1,5119 dalam beberapa hari ke depan.
Harga XRP Gagal Tutup di Atas US$1,50
Pada grafik harian, XRP perlahan pulih dari wick koreksi 5 Februari yang menyentuh US$1,21. Sejak saat itu, token ini mencatat serangkaian higher low, sehingga US$1,43 menjadi level support terdekat saat ini.
Di harga US$1,45, XRP berada di antara support US$1,43 dan resistance penting berikutnya pada US$1,51. Jika XRP bisa menutup perdagangan harian di atas US$1,5119, maka jalur menuju US$1,58 akan terbuka kembali — level yang sempat tercapai pada 15 Maret sebelum terjadi penolakan. Di atas US$1,58, target selanjutnya adalah US$1,70 — harga yang belum dikunjungi XRP sejak awal Februari.
Risiko utama muncul di bawah US$1,33. Jika harga menembus support tersebut, berarti struktur pemulihan sejak 5 Februari gagal, dan wick terendah pada 5 Februari di US$1,21 menjadi batas bawah terakhir yang bermakna.
Lompatan 354% pada alamat baru dan bertemunya permintaan ritel segar dengan level harga saat ini memberikan argumen permintaan jangka pendek. Tapi, data whale menunjukkan bahwa XRP sudah pernah gagal menembus di US$1,58.
Untuk upaya kedua, para pendatang baru yang teridentifikasi dalam data Glassnode harus tetap mempertahankan posisi mereka, bukan hanya membuka wallet. Jika mereka melakukannya, maka harga US$1,51 akan terlewati. Jika tidak, XRP kemungkinan akan kembali menguji support di US$1,43 sebelum mencoba naik lagi.