Harga Solana telah naik hampir 10% selama sebulan terakhir dan tetap bergerak dalam pola channel naik yang stabil sejak 24 Februari. Struktur ini masih secara teknikal bullish karena aset ini terus mencatatkan level tertinggi dan terendah yang lebih tinggi.
Tapi, momentum kini mendekati tahap krusial. Beberapa sinyal on-chain dan derivatif mengisyaratkan reli ini bisa mendapat tekanan tepat saat Solana bersiap mencoba breakout lagi.
Reli Channel Naik Solana Menghadapi Ujian Teknis Pertama
Sejak 24 Februari, Solana bergerak dalam pola channel naik, secara konsisten membentuk level tertinggi dan terendah yang lebih tinggi.
Struktur ini sering jadi sinyal tren bullish secara perlahan; di mana buyer terus masuk di level harga yang lebih tinggi.
Baru-baru ini, terjadi bullish crossover antara exponential moving average (EMA) 20-periode dan 50-periode di chart 12 jam. Ketika EMA jangka pendek naik melewati EMA jangka panjang, sering kali ini jadi sinyal momentum yang menguat dan tekanan beli yang lebih kuat. EMA adalah indikator tren yang menyorot pergerakan harga terbaru.
Namun, candle terbaru memperlihatkan wick atas yang panjang terbentuk di dekat EMA 100-periode. Wick muncul saat buyer mendorong harga naik, namun seller dengan cepat menekannya kembali turun.
Ingin insight token seperti ini? Daftar Newsletter Crypto Harian Editor Harsh Notariya di sini.
Perilaku tersebut bisa menandakan seller mulai mempertahankan level yang lebih tinggi, dengan EMA 100 jadi level pertama yang perlu diperhatikan.
Ketika sinyal seperti ini muncul di bagian atas channel naik, trader sering mengecek lebih dalam metrik on-chain untuk mengetahui apakah reli masih didukung dengan kuat.
Salah satu sinyal terpenting yang perlu diperhatikan adalah berapa banyak investor yang sudah berada di posisi untung.
Profitabilitas yang Meningkat Ciptakan Kondisi Seperti Sebelum Penurunan di Februari
Metrik Percent of Addresses in Profit mengukur berapa banyak wallet yang saat ini memegang Solana dengan harga di bawah harga pasar sekarang.
Ketika persentase ini naik cepat, artinya lebih banyak investor yang punya keuntungan belum direalisasi. Walaupun kelihatan bullish, ini juga meningkatkan kemungkinan trader mulai mengambil profit. Saat ini, lebih dari 26% alamat Solana berada di posisi profit, level yang terakhir kali terjadi sekitar 2 Februari.
Saat itu, Solana diperdagangkan di kisaran US$104. Dalam tiga hari berikutnya, harga turun ke sekitar US$78, turun sekitar 25%. Maka, kenaikan profitability menjadi isyarat bearish pertama.
Contoh historis itu menunjukkan bahwa kenaikan keuntungan terkadang bisa memicu gelombang tekanan jual. tapi, tekanan jual biasanya bergantung pada bagaimana holder jangka panjang bertindak dalam situasi seperti ini.
Untuk mengetahui apakah investor masih percaya pada reli, langkah berikutnya adalah meneliti akumulasi dari para holder.
Keyakinan Holder Turun Hampir 50% sejak Lonjakan Profit Terakhir
Metrik Hodler Net Position Change melacak perubahan jumlah koin yang dipegang investor jangka panjang dalam 30 hari terakhir. Nilai positif berarti ada akumulasi. Nilai negatif menunjukkan holder sedang mendistribusikan koin.
Pada sekitar 2 Februari, saat tingkat keuntungan mencapai level serupa, holder jangka panjang menambah sekitar 3.042.783 SOL.
Sekarang, akumulasi itu turun menjadi sekitar 1.527.770 SOL. Artinya, kekuatan akumulasi holder anjlok hampir 50%.
Perbedaan ini penting karena pembelian besar dari holder sering mampu menstabilkan harga saat banyak profit-taking. Tapi, reli kali ini didukung akumulasi jangka panjang yang jauh lebih kecil dibanding awal Februari, menjadikan ini isyarat bearish kedua. Artinya, jika trader yang sudah untung kembali melakukan aksi jual seperti di awal Februari, ada support holder yang lebih lemah di bawahnya.
Ketika profitability naik dan keyakinan holder melemah, trader sering melirik pasar derivatif untuk mencari jawaban akhir. Data tersebut kini mengungkap satu potensi risiko tambahan.
Klaster Leverage Long Besar Bisa Memperparah Penurunan Harga Solana
Data dari pasar perpetual SOL/USDT Binance menunjukkan ketidakseimbangan yang cukup besar antara posisi leverage long dan short. Saat ini, sekitar US$306 juta leverage long ada di pasar, sedangkan leverage short hanya sekitar US$75 juta.
Situasi ini menciptakan ketidakseimbangan leverage lebih dari empat kali lipat ke sisi long. Ketidakseimbangan leverage besar dapat menjadi berbahaya jika harga mulai turun, karena likuidasi paksa bisa mempercepat pergerakan turun tersebut.
Satu level yang sangat penting berada di dekat US$89, di mana hampir sepertiga klaster likuidasi long terkonsentrasi di area ini.
Jika Solana turun di bawah level ini, gelombang likuidasi bisa memperparah penurunan harga. Menariknya, level ini juga muncul pada chart harga Solana.
Pada saat yang sama, struktur channel bullish masih tetap utuh selama harga bertahan di support penting. Pergerakan yang bertahan di atas US$94 (juga merupakan garis exponential moving average (EMA) 100) dapat memperkuat momentum, sedangkan breakout di atas US$98 bisa memberi dorongan cukup bagi Solana untuk menguji level lebih tinggi menuju US$110.
Tapi jika tekanan jual kembali muncul dan harga menembus di bawah US$89, ketidakseimbangan leverage bisa memicu penurunan cepat ke area US$80. Ini akan melemahkan pola channel bullish secara keseluruhan, sehingga keuntungan sekitar 10% yang telah dikumpulkan Solana selama sebulan terakhir bisa langsung hilang.