Sistem Petrodollar Menghadapi 3 Ancaman saat Yuan Menantang Dollar

  • Sistem petrodollar menghadapi 3 ancaman seiring perdagangan minyak dengan yuan makin berkembang.
  • UAE mungkin akan menyelesaikan transaksi minyak dalam yuan atau mata uang lain jika persediaan dolar menipis.
  • Iran sebelumnya melaporkan telah memungut biaya tol dalam yuan untuk kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.
Promo

Sistem petrodollar, yaitu pengaturan keuangan global di mana sebagian besar perdagangan minyak internasional dihargai dan diselesaikan dalam dolar AS, menghadapi ancaman yang semakin besar di tengah konflik Amerika Serikat-Iran.

Di bawah sistem ini, negara-negara yang mengimpor minyak harus memegang dolar AS untuk membayarnya, sehingga menciptakan permintaan global yang konstan terhadap mata uang tersebut dan memperkuat perannya sebagai mata uang cadangan utama dunia.

Disponsori
Disponsori

Sistem Petrodollar Hadapi Tekanan Meningkat di Tengah Gangguan di Teluk

Menurut The Wall Street Journal, Uni Emirat Arab telah memulai pembicaraan dengan Amerika Serikat mengenai kemungkinan jaring pengaman keuangan di tengah meningkatnya risiko akibat konflik dengan Iran.

Pejabat menyampaikan bahwa Gubernur Bank Sentral Khaled Mohamed Balama mengangkat kemungkinan adanya jalur swap mata uang dalam pertemuan dengan Menteri Keuangan Scott Bessent dan pejabat The Fed di Washington.

Pembicaraan ini terjadi ketika konflik telah mengganggu infrastruktur energi Emirat dan membatasi ekspor minyak melalui Selat Hormuz, sehingga mengurangi arus masuk dolar.

Walaupun UEA belum mengajukan permintaan resmi, para pejabat menggambarkan pembicaraan ini sebagai tindakan pencegahan. meski begitu, mereka juga menyatakan bahwa aksi militer Amerika Serikat terhadap Iran “menjerat negara mereka dalam konflik yang merusak dan dampaknya mungkin belum selesai,” terang mereka.

“Pejabat Emirat mengatakan kepada pejabat AS bahwa jika UEA kekurangan dolar, maka mereka bisa terpaksa menggunakan yuan Tiongkok atau mata uang negara lain untuk penjualan minyak dan transaksi lainnya, ungkap beberapa pejabat. Dalam skenario itu, terdapat ancaman implisit terhadap dolar AS, yang selama ini sangat dominan di antara mata uang global, sebagian karena penggunaannya yang hampir eksklusif dalam transaksi minyak,” lapor WSJ .

Langganan channel YouTube kami untuk melihat pemimpin dan jurnalis membagikan wawasan ahli

Disponsori
Disponsori

Secara bersamaan, praktik penyelesaian alternatif pun telah muncul. Laporan menyebutkan bahwa, pada awal April, Iran memungut biaya transit kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz dalam bentuk yuan.

“Meskipun belum jelas berapa banyak kapal yang membayar dengan yuan, setidaknya dua kapal telah melakukannya per 25 Maret,” ucap Al Jazeera, mengutip Lloyd’s List.

Teheran juga telah memberi sinyal akan memperluas langkah ini ke aset digital, termasuk mengenakan biaya transit tanker berbasis Bitcoin sebagai bagian dari upaya menggantikan jalur keuangan tradisional.

Semua perkembangan ini menunjukan ancaman struktural yang semakin besar terhadap sistem petrodollar. meski begitu, tekanan pada sistem ini sudah ada sebelum konflik ini terjadi.

Deutsche Bank menyatakan bahwa sanksi AS terhadap ekspor minyak dari Rusia dan Iran telah menyebabkan terbentuknya jaringan perdagangan paralel yang semakin mengandalkan mata uang non-dolar, seperti yuan Tiongkok.

Peralihan ke Yuan Bisa Tantang Dominasi Dolar

Sebelumnya, beberapa ahli telah menyuarakan kekhawatiran soal dominasi dolar. Pendiri Bridgewater, Ray Dalio, memperingatkan bahwa kegagalan mengamankan Hormuz bisa secara tajam memperbesar risiko status cadangan dolar.

Begitu juga, Balaji Srinivasan berpendapat bahwa kemenangan Iran dapat mempercepat berakhirnya berbagai era geopolitik dan keuangan, termasuk sistem petrodollar.

Di sisi lain, ekonom Harvard Kenneth Rogoff memproyeksikan bahwa yuan Tiongkok bisa menjadi mata uang cadangan global dalam waktu lima tahun, dengan alasan permintaan investor yang terus meningkat untuk melakukan diversifikasi dari dolar AS.

Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru langsung saat kejadian

Meski ada kekhawatiran jangka panjang, dinamika pasar jangka pendek tetap sesekali memberikan dukungan untuk dolar. Indeks dolar sempat turun hampir 2% antara tanggal 7 sampai 15 April setelah pengumuman gencatan senjata AS-Iran.

namun, ketidakpastian yang kembali muncul terkait perang ini mendorong harga minyak naik lagi, sehingga menghidupkan kembali efek petrodollar.

Performa Indeks Dolar AS (DXY).
Performa Indeks Dolar AS (DXY) | Sumber: TradingView

Untuk saat ini, ketegangan geopolitik masih menjaga relevansi petrodollar. Tapi, perubahan struktur di bawah permukaan mulai menimbulkan pertanyaan mengenai ketahanan jangka panjang sistem ini.


Untuk membaca analisis pasar kripto terbaru dari BeInCrypto, klik di sini.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori