Kembali

Aturan Bersama US SEC-CFTC Mengubah Aset Kripto: Mengapa Ini Penting

Pilih kami di Google
sameAuthor avatar

Ditulis & Diedit oleh
Oihyun Kim

18 Maret 2026 10.05 WIB

Pada 17 Maret, US Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) bersama-sama menerbitkan sebuah aturan interpretatif sepanjang 68 halaman. Aturan tersebut untuk pertama kalinya menetapkan taksonomi formal untuk aset kripto berdasarkan hukum sekuritas federal AS. Aturan ini menggantikan kerangka kerja SEC pada tahun 2019 dan menjadi pedoman federal paling komprehensif sejak Laporan DAO 2017.

Intinya: pemerintah AS akhirnya memberi tahu industri aset kripto mana token yang tergolong sekuritas dan yang bukan — sebelum menggugat siapa pun.

Disponsori
Disponsori

‘Penantian Telah Berakhir’

Ketua SEC Paul Atkins menyebut aturan tersebut sebagai titik balik setelah lebih dari satu dekade ketidakjelasan regulasi. “Penafsiran ini mengakui apa yang sebelumnya tidak mau diakui pemerintahan terdahulu — bahwa sebagian besar aset kripto pada dasarnya bukan sekuritas,” ujar Atkins. Ia menambahkan bahwa inilah yang seharusnya dilakukan otoritas pengatur: membuat batasan yang jelas dan tegas.

Ketua CFTC Michael Selig menegaskan hal serupa dalam pernyataan resminya pada peluncuran aturan bersama. “Sudah terlalu lama, builder dan entrepreneur Amerika menunggu arahan yang pasti,” terang Selig. “Dengan penafsiran hari ini, masa penantian itu telah berakhir.”

Aturan ini merupakan produk terbaru dari perubahan kebijakan pro-kripto di AS yang semakin cepat setelah Presiden Donald Trump mulai menjabat pada Januari 2025. Trump menandatangani perintah eksekutif yang membentuk Presidential Working Group on Digital Asset Markets, yang kemudian menerbitkan laporan pada Juli 2025 meminta SEC dan CFTC memberikan kejelasan regulasi dengan menggunakan kewenangan yang sudah dimiliki. Chairman Atkins pun meluncurkan “Project Crypto” sebagai respons, lalu pada Januari 2026, inisiatif ini menjadi prakarsa bersama SEC-CFTC. Aturan interpretatif yang dirilis pada 17 Maret ini menjadi keluaran formal pertama dari Project Crypto.

Taksonomi Lima Kategori

Aturan ini membagi aset kripto menjadi lima kategori: digital commodities, digital collectibles, digital tools, stablecoin, dan digital securities. Tiga kategori pertama secara eksplisit dianggap bukan sekuritas menurut penafsiran ini.

Kategori digital commodities menjadi yang paling penting bagi arah industri ke depan. SEC menyebut ada 16 aset secara spesifik sebagai digital commodities, termasuk Bitcoin, Ether, Solana, XRP, Cardano, Avalanche, Polkadot, Chainlink, Dogecoin, dan Shiba Inu. Nilai aset-aset ini berasal dari operasional sistem kripto yang fungsional secara programatik serta dinamika permintaan dan penawaran. Nilainya tidak berasal dari upaya manajerial utama pihak lain, terang SEC.

Panduan pendamping dari CFTC menegaskan bahwa aset-aset tersebut juga dapat dikategorikan sebagai komoditas dalam Undang-Undang Commodity Exchange Act. Ini secara efektif menentukan pembagian yurisdiksi antara kedua lembaga ke depan. CFTC akan mengawasi pasar spot digital commodity, sementara SEC tetap memiliki kewenangan atas digital securities.

Disponsori
Disponsori

Meme coin diklasifikasikan sebagai digital collectibles yang didapatkan untuk tujuan artistik, hiburan, sosial, dan budaya. Karena itu, kategori ini bukan sekuritas menurut kerangka kerja tersebut. Namun, SEC mengingatkan bahwa collectible yang sudah dipecah dalam fraksi-faksi tetap bisa memenuhi syarat sebagai kontrak investasi.

Doktrin ‘Attach and Detach’

Kontribusi aturan ini yang paling baru adalah kerangka untuk status kontrak investasi dari waktu ke waktu. Token yang awalnya bukan sekuritas bisa menjadi kontrak investasi dalam kondisi tertentu. Penerbitnya harus menjual token dengan janji eksplisit untuk melakukan upaya manajerial penting. Pembeli juga harus memiliki ekspektasi yang masuk akal untuk mendapatkan keuntungan dari upaya tersebut.

SEC menegaskan bahwa janji-janji tersebut harus diterima pembeli sebelum atau saat penjualan token. Janji itu harus melalui saluran resmi seperti whitepaper, dokumen regulasi, atau platform komunikasi yang telah mapan. Hanya hype dari pihak ketiga atau janji pasca-penjualan saja tidak dianggap sebagai janji sah dari penerbit.

Pembedaan ini penting sebab pasar kripto selama ini sangat dipengaruhi oleh sinyal-sinyal tidak resmi. Dukungan dari influencer, grup Telegram anonim, hingga teaser roadmap yang samar kerap menggerakkan harga token — namun menurut aturan ini, semua itu bukan janji terikat dari penerbit token.

Status ini tidak bersifat permanen. Setelah penerbit memenuhi janji atau secara jelas meninggalkan proyek, token keluar dari status kontrak investasi. Setelah pemisahan tersebut, perdagangan token di pasar sekunder tidak lagi dianggap sebagai transaksi sekuritas. Ini berarti status regulasi token bisa berubah sepanjang siklus hidupnya — konsep yang sebelumnya tidak diakomodasi oleh penegakan hukum.

Staking, Mining, Wrapping, dan Airdrop: Semua Sudah Dijelaskan

Aturan ini memberikan panduan umum bahwa mining protocol maupun staking protocol bukanlah transaksi sekuritas. Ini mencakup staking solo, staking lewat kustodian, dan liquid staking selama dilakukan sesuai dengan penjelasan dalam aturan. SEC menilai semua aktivitas ini sebagai kegiatan administratif atau teknis, bukan upaya manajerial utama.

Dalam hukum sekuritas, pembedaan tersebut sangat penting. Upaya manajerial utama adalah keputusan bisnis yang bersifat diskresi dan menentukan apakah usaha berhasil atau gagal, seperti pengelolaan dana investasi oleh manajer aset. Sementara kegiatan administratif atau teknis hanya mengikuti aturan yang sudah ditetapkan tanpa ada keputusan diskresi. SEC menilai staking dan mining masuk kategori administratif: partisipan memvalidasi transaksi sesuai aturan protokol serta mendapatkan hadiah secara programatik, mirip seperti teller bank yang memproses transfer dengan prosedur baku.

Token hasil liquid staking diperlakukan sebagai tanda terima untuk aset dasarnya dan mengikuti status aset tersebut. Token wrapped yang didukung satu banding satu dengan aset non-sekuritas juga bukan sekuritas menurut aturan ini. Airdrop yang didistribusikan tanpa imbalan dari penerima tidak memenuhi syarat pertama uji Howey — yakni adanya investasi uang.

Tapi Tidak Semua Mendapat Lampu Hijau

SEC membuat pengecualian penting yang berdampak terutama pada platform terpusat. Kustodian yang menawarkan hasil yield staking yang dijamin tidak termasuk dalam safe harbor, karena pengembalian yang dijamin menandakan adanya keputusan bisnis yang bersifat diskresi — yaitu upaya manajerial utama yang dapat menimbulkan status sekuritas. Begitu juga kustodian yang memutuskan sendiri kapan, apakah, atau berapa banyak aset nasabah yang akan di-staking, akan dikecualikan dari aturan ini. Aturan ini juga melarang kustodian meminjamkan, menjaminkan, atau menggunakan kembali aset yang disimpan untuk tujuan apa pun.

Pengecualian ini menjadi daftar praktik yang ditawarkan beberapa exchange terpusat besar selama beberapa tahun terakhir. Platform yang menawarkan hasil tahunan tetap untuk aset staking atau menggunakan dana nasabah untuk trading pribadi tidak akan memenuhi syarat safe harbor. Pesan untuk operator CeFi jelas: staking pass-through sah, tapi jika ada diskresi atau jaminan, maka akan masuk ranah sekuritas lagi.

Apa yang Terjadi Selanjutnya

Komisi mendeskripsikan interpretasi ini sebagai langkah pertama menuju kerangka regulasi yang lebih jelas. Aturan ini terbuka untuk komentar publik, dan SEC bisa saja merevisi atau memperluas posisinya. Pembentukan aturan formal, yang punya bobot hukum lebih kuat dari aturan interpretatif, tetap menjadi agenda regulator ke depan.

Meski begitu, arahnya sudah jelas. Era regulasi melalui penegakan hukum kini telah berganti menjadi regulasi berbasis kerangka kerja.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori