Kembali

Arthur Hayes: Konflik Iran Bisa Picu The Fed Longgarkan Kebijakan dan Dorong Bitcoin Naik

Pilih kami di Google
sameAuthor avatar

Ditulis & Diedit oleh
Oihyun Kim

02 Maret 2026 10.08 WIB
  • Hayes mengklaim setiap presiden AS sejak 1985 meluncurkan aksi militer di Timur Tengah, lalu diikuti dengan pelonggaran moneter dari The Fed.
  • Dia menyarankan investor untuk menunggu pemotongan suku bunga The Fed yang sebenarnya sebelum membeli Bitcoin dan sejumlah altcoin pilihan.
  • bitcoin diperdagangkan di dekat US$66.200, turun 47% dari all-time high oktober 2025, dengan sentimen ketakutan berada di level ekstrem.
Promo

Arthur Hayes, co-founder BitMEX, menerbitkan esai baru pada 2 Maret yang berpendapat bahwa keterlibatan militer AS yang berkepanjangan dengan Iran akan meningkatkan kemungkinan The Fed menurunkan suku bunga dan mencetak uang, yang pada akhirnya mendorong harga Bitcoin naik.

Argumennya mengacu pada pola selama empat dekade: setiap kampanye militer besar AS di Timur Tengah selalu diikuti dengan pelonggaran kebijakan moneter oleh The Fed, dan ia memperkirakan Iran juga tidak akan berbeda.

Perang dan The Fed: Pola yang Berulang

Dalam “iOS Warfare“, Hayes memaparkan analisis historis yang menghubungkan operasi militer AS di Timur Tengah dengan pelonggaran moneter yang kemudian dilakukan oleh The Fed. Ia menuturkan bahwa setiap presiden AS sejak 1985 telah meluncurkan serangan rudal ataupun perang besar-besaran ke negara-negara Timur Tengah, dan The Fed secara konsisten menurunkan suku bunga setelahnya.

Disponsori
Disponsori

Hayes mengambil tiga contoh. Pada Perang Teluk 1990 di masa Presiden George H.W. Bush, The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan pertama setelah perang namun mengisyaratkan kemungkinan pelonggaran jika konflik terus berlanjut. Bank sentral itu menurunkan suku bunga pada pertemuan November dan Desember 1990, meskipun inflasi akibat harga minyak tetap tinggi.

Setelah serangan 11 September 2001, Ketua The Fed Alan Greenspan langsung memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin dalam situasi darurat, sambil menyebut tekanan penurunan pada harga aset dan perlunya memulihkan kepercayaan ekonomi. Perang di Irak dan Afghanistan yang terjadi setelah itu diikuti oleh siklus pelonggaran moneter dalam jangka panjang.

Di era Presiden Obama saat terjadi penambahan pasukan di Afghanistan pada 2009, suku bunga The Fed sudah berada di nol dan quantitative easing sudah dijalankan, sehingga tidak ada ruang lagi untuk pemangkasan suku bunga.

Kini, Hayes melihat dukungan Trump terhadap perubahan rezim di Iran sebagai bagian dari pola yang sama. Ia berargumen bahwa perubahan rezim Iran telah menjadi tujuan dua partai besar politik AS sejak 1979, sehingga The Fed mendapat “alasan politik” untuk melakukan pelonggaran kebijakan moneter guna membiayai usaha tersebut.

Hayes memperkuat argumennya dengan grafik yang menunjukkan bahwa persentase anggaran federal yang dialokasikan ke Departemen Urusan Veteran meningkat dua kali lebih cepat dibandingkan total pengeluaran federal sejak 1985, bersamaan juga dengan penurunan Fed Funds Rate efektif setelah keterlibatan militer besar-besaran.

Tunggu untuk Pemangkasan

Meski tetap optimistis dalam jangka panjang, Hayes menyarankan investor untuk berhati-hati dalam waktu dekat. Ia merekomendasikan agar investor menunggu sampai The Fed benar-benar memangkas suku bunga atau mulai mencetak uang, sebelum menambah eksposur ke Bitcoin maupun beberapa altcoin.

“Kita tidak tahu berapa lama Trump akan tetap ingin menghabiskan miliaran, bahkan triliunan, dolar untuk mengubah politik Iran sesuai keinginannya,” tulis Hayes. “Tindakan bijak adalah menunggu dan melihat.”

Pada waktu publikasi, harga Bitcoin berada di sekitar US$66.200, turun hampir 30% secara year-over-year dan sekitar 47% di bawah rekor tertingginya di US$126.000 yang tercapai pada Oktober 2025. Koin ini sudah turun selama lima bulan berturut-turut, dengan Crypto Fear and Greed Index masih berada di zona ketakutan ekstrem.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori