Terkait topik iniDewan Hukum & Regulasi

AS Sita Aset Kripto Senilai US$25 Juta yang Terkait dengan Skema Penipuan Global

  • Otoritas AS menyita lebih dari US$25 juta dalam aset kripto yang terkait dengan jaringan penipuan global.
  • Lima gugatan penyitaan mencakup penipuan asmara, platform investasi palsu, dan penipuan pemulihan.
  • Para pencuci uang beroperasi terutama dari Asia Tenggara, dengan IP di Cina dan Kamboja.
Promo

Pihak berwenang AS berhasil menyita lebih dari US$25 juta dalam bentuk aset kripto yang terkait dengan jaringan penipuan internasional yang menargetkan korban di seluruh Amerika Serikat dan Kanada.

Tindakan terbaru ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas yang telah berhasil memulihkan lebih dari US$800 juta.

Agen AS Sita US$25 Juta dari Jaringan Scam Kripto

Jaksa AS Jeanine Ferris Pirro menyatakan bahwa penyitaan ini langsung berasal dari Scam Center Strike Force yang ia luncurkan pada November 2025. Ia menganggap hal ini sebagai bukti bahwa tekanan terhadap jaringan penipuan internasional memang efektif.

Disponsori
Disponsori

“Penyitaan ini adalah hasil kerja keras berbulan-bulan dari para penyelidik Washington Field Office, yang merupakan salah satu yang terbaik di dunia dalam melacak pelaku kejahatan siber dan menelusuri transaksi ilegal mereka,” terang Special Agent in Charge Tara McLeese dari US Secret Service Washington Field Office menambahkan.

Sementara itu, kantor tersebut mengajukan lima gugatan di pengadilan federal pada 21 Juli. Setiap gugatan berupaya untuk menyita aset kripto yang berhasil dipulihkan dari penyelidikan penipuan yang berbeda. Penyelidikan ini mengungkap beberapa jaringan pencucian uang dan ribuan korban di seluruh dunia. 

Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru seputar kripto

Kelimanya menyelidiki skema yang berbeda-beda. Salah satunya menjerat lebih dari 200 korban dengan modus penipuan percintaan online, di mana gugatan berharap dapat menyita sekitar US$12 juta. Dalam kasus ini, agen Secret Service melacak hasil pencucian uang melalui ratusan wallet perantara.

Penyelidikan lain menelusuri lebih dari 270 transaksi korban yang diduga terkait dengan platform investasi bodong, dengan nilai sekitar US$10,4 juta.

Kasus kelima menunjukkan modus penipuan tambahan. Penipu menghubungi korban sebelumnya dan menjanjikan uangnya kembali. Korban pun mentransfer sejumlah pembayaran, dan gugatan ini berharap dapat mendapatkan kembali sekitar US$285.000, dengan proses pemulihan yang masih berlangsung. Alamat IP dari kasus-kasus ini terhubung ke Cina, Malaysia, dan Kamboja.

Pemerintah AS semakin tegas dalam menindak penipuan yang berhubungan dengan kripto. Dalam salah satu kasus, Departemen Kehakiman mengamankan lebih dari US$700 juta aset kripto pada bulan April, yang diduga terkait pencucian uang dari penipuan aset kripto.

Langganan channel YouTube kami untuk menonton wawancara dan analisis dari para pemimpin dan jurnalis ahli

Penyangkalan

BeInCrypto berkomitmen pada pelaporan yang tidak bias dan transparan. Artikel berita ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Namun, pembaca disarankan untuk memverifikasi fakta secara independen dan berkonsultasi dengan profesional sebelum mengambil keputusan apa pun berdasarkan konten ini. Harap diperhatikan bahwa Syarat dan Ketentuan, Kebijakan Privasi, dan Disclaimer kami telah diperbarui.

Disponsori
Disponsori