Khawatir AI Akan Membunuh Semua Orang? Mantan Komisioner FTC Bilang Abaikan Para Doomer

  • Mantan komisaris FTC Alvaro Bedoya mengatakan AI tidak akan memusnahkan umat manusia.
  • Dia mengutip pernyataan DOJ dan FTC tahun 2014 tentang berbagi keamanan siber.
  • Dia menyebut kepunahan manusia sebagai strawman yang digunakan untuk membenarkan kartel AI.
Promo

Mantan komisaris Federal Trade Commission (FTC) Amerika Serikat telah menepis gelombang peringatan kehancuran akibat artificial intelligence (AI) yang muncul dari laboratorium-laboratorium terbesar.

Alvaro Bedoya menjabat di komisi tersebut sejak 2022 hingga dirinya diberhentikan dengan perdebatan pada 2025. Pernyataannya muncul di tengah perdebatan publik mengenai seberapa cepat AI seharusnya berkembang.

Disponsori
Disponsori

Umat Manusia Pernah Lewat Masa yang Lebih Buruk

Bedoya menyebutkan berbagai peristiwa yang sudah berhasil dihadapi manusia.

“AI tidak akan memusnahkan manusia. Manusia telah selamat dari zaman es, Wabah Hitam, dua perang dunia, dan (sejauh ini) kehadiran senjata nuklir. Siapa pun yang berteriak soal kepunahan manusia akibat AI seharusnya tidak dianggap serius,” ujar dia . 

Dia menolak anggapan bahwa dirinya adalah pendukung AI atau bahwa teknologi ini tanpa risiko. Sasaran Bedoya sebenarnya adalah ungkapan tentang kepunahan akibat AI. Menurutnya, istilah tersebut hanya akal-akalan untuk membenarkan adanya kartel dari para miliarder perusahaan AI.

Ia pun menawarkan cara untuk menguji ketulusan mereka. Siapa pun yang benar-benar percaya bahwa produknya bisa membahayakan semua orang, pasti akan menghentikan aktivitas dan melapor ke pihak berwenang.

Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung

Disponsori
Disponsori

Memo Tahun 2014 Sudah Menjawab Ini

Pimpinan Anthropic, Dario Amodei, meminta kepada Washington izin terbatas antitrust agar laboratorium-laboratorium dapat menggelar diskusi keamanan. Permintaan ini merupakan bagian dari langkah kedua dari tiga tahapan dalam rencana pengembangan yang disetujui Sam Altman pekan lalu. Elon Musk juga ikut mendukung gagasan ini.

Bedoya menegaskan bahwa mereka tak perlu meminta izin apa pun. Ia mengacu pada pernyataan kebijakan bersama antara Departemen Kehakiman dan FTC pada 10 April 2014. Dokumen itu menyatakan bahwa antitrust bukanlah, dan seharusnya tidak menjadi, hambatan untuk berbagi informasi keamanan siber yang sah.

“Saya sebenarnya hanya menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan saat ini, maupun kemarin, sudah punya kemampuan untuk berkoordinasi demi mencegah risiko keamanan dan kesehatan. Antitrust bukanlah hambatan untuk itu,” terang Bedoya di X

Koordinasi untuk keamanan itu sah menurut hukum, ia menjelaskan. Sementara koordinasi yang memblokir pesaing yang lebih murah dari pasar, tidak diperbolehkan.

Ia mengaitkan risiko ini dengan sisi ekonomi. Laboratorium-laboratorium besar saat ini terus membakar dana tanpa meraih keuntungan. Sementara model open weight justru menawarkan harga yang lebih rendah.

“Kepanikan dari para karyawan mungkin memang tulus meski keliru, tapi upaya para CEO mereka untuk mengejar semacam izin atau pengecualian antitrust berskala luas seharusnya mendapat skeptisme mendalam, jika melihat dari sisi ekonomi industri ini serta ancaman yang mereka hadapi dari model open,” tambahnya.

Altman juga menyimpulkan hal serupa dari sisi lain. Dalam postingan panjang di X, ia menyatakan bahwa OpenAI tidak merasa perlu menunggu izin antitrust atau undang-undang supaya bisa mulai bergerak.

Ia tetap ingin adanya kerangka federal yang menetapkan syarat keamanan konsisten untuk frontier labs. Menurutnya, bantuan pemerintah yang paling dibutuhkan adalah pada koordinasi tingkat internasional.

Sikap skeptis ini bertentangan dengan gelombang peringatan selama sepekan terakhir dari internal para lab itu sendiri. Debat ini bermula sejak 9 September, saat peneliti Anthropic, Jacob Coxon mengundurkan diri. Para legislator mulai mengusulkan larangan superintelligence. Kepala investasi Bridgewater, Greg Jensen, bahkan juga memperingatkan bahwa tidak akan ada yang berubah sampai AI benar-benar menghilangkan nyawa seseorang.

Berlanggananlah ke kanal YouTube kami untuk melihat wawancara para pemimpin industri dan jurnalis dengan insight terbaik

Penyangkalan

BeInCrypto berkomitmen pada pelaporan yang tidak bias dan transparan. Artikel berita ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Namun, pembaca disarankan untuk memverifikasi fakta secara independen dan berkonsultasi dengan profesional sebelum mengambil keputusan apa pun berdasarkan konten ini. Harap diperhatikan bahwa Syarat dan Ketentuan, Kebijakan Privasi, dan Disclaimer kami telah diperbarui.

Disponsori
Disponsori