Lihat lebih banyak

Time Frame dalam Trading Crypto dan Cara Memilih yang Cocok

6 mins
Diperbarui oleh Hanum Dewi
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Time frame dalam trading crypto merujuk pada interval waktu yang berguna untuk menganalisis pergerakan harga aset kripto. Interval waktu ini dapat bervariasi mulai dari beberapa detik hingga beberapa tahun, dan trader bisa memilih time frame tergantung pada tujuan dan strategi masing-masing.

Dalam trading crypto, penggunaan interval waktu yang tepat sangat penting untuk mengidentifikasi tren harga yang sedang terjadi serta mengetahui kapan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual aset kripto. Trader perlu mempertimbangkan berbagai faktor-faktor seperti volatilitas pasar, kecepatan akses internet, dan preferensi gaya trading pribadi.

Lantas, bagaimana cara memilih time frame terbaik yang cocok untuk jual beli di pasar crypto? Mari kita bahas dalam artikel ini.

Ingin mendapatkan tips menarik terkait trading cryptocurrency terbaru? Bergabunglah dengan Komunitas Trading BeInCrypto di Telegram: baca ulasan dan tips trading crypto, tanyakan dan dapatkan jawaban atas semua pertanyaan kamu dari trader PRO. Gabung sekarang!

Apa Itu Time Frame dalam Trading Crypto?

Time frame dalam trading, baik di pasar saham, forex, maupun cryptocurrency, merujuk pada interval waktu yang berguna untuk menganalisis pergerakan harga aset. Interval waktu ini dapat bervariasi, mulai dari beberapa detik hingga beberapa tahun, tergantung pada tujuan dan strategi trading pilihan trader. Pemilihan time frame yang tepat sangat penting dalam jual beli di pasar crypto karena dapat membantu trader untuk mengidentifikasi tren harga yang sedang terjadi serta mengetahui kapan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual aset.

Interval waktu yang lebih kecil seperti 1-5 menit lebih cocok untuk trading jangka pendek atau scalping, sedangkan jangka waktu yang lebih besar seperti harian atau mingguan lebih cocok untuk trading jangka panjang atau swing trading.

Dalam platform trading, biasanya terdapat berbagai pilihan timeframe mulai dari 1 menit hingga 1 minggu. Opsi interval waktu ini biasanya tampil dalam bentuk singkatan:

  • M1 = 1 Minute atau 1 menit
  • M5 = 5 Minutes atau 5 menit
  • M15 = 15 Minutes atau 15 menit
  • M30 = 30 Minutes atau 30 menit
  • H1 = 1 Hour atau 1 jam
  • H4 = 4 Hours atau 4 jam
  • D1 = 1 Day/Daily atau 1 hari
  • W1 = 1 Week/Weekly atau 1 minggu

Dalam memilih time frame, trader dapat mempertimbangkan faktor-faktor seperti volatilitas pasar, kecepatan akses internet, dan preferensi pribadi. Makanya, penting untuk trader mempertimbangkan strategi trading serta memahami risiko yang terkait dengan masing-masing interval waktu.

Cara Pilih Time Frame Sesuai Gaya Trading

Penggunaan interval waktu untuk trading crypto berkaitan dengan gaya trading seseorang. Makanya, memahami gaya trading dan karakter trader bisa menjadi satu cara memilih time frame yang cocok. Berikut jenis-jenis gaya trading dan interval waktu yang sesuai:

  • Scalping: time frame 1-5 menit (M1-M5)
  • Day Trading: time frame 15 menit atau 1 jam (M15-H1)
  • Swing Trading: time frame 4 jam atau harian (H4-D1)
  • Position Trading: time frame harian atau mingguan (D1-W1)

Pemilihan interval waktu yang tepat dapat membantu trader untuk mengoptimalkan hasil trading mereka dan memaksimalkan profit dari trading crypto.

Konsekuensi Pemilihan

Memilih time frame trading dapat berdampak pada hasil dan risiko yang trader hadapi. Interval waktu yang lebih kecil seperti 1-5 menit lebih cocok untuk trading jangka pendek atau scalping, tetapi dapat membawa risiko yang lebih tinggi karena fluktuasi harga yang cepat dan besar.

Sebaliknya, interval waktu yang lebih besar seperti mingguan lebih cocok untuk trading jangka panjang atau position trading. Namun, ini dapat memerlukan kesabaran yang lebih tinggi karena pergerakan harga yang lebih lambat. Penting untuk mempertimbangkan strategi dan tingkat risiko yang sesuai dengan gaya dan tujuan trader sebelum memilih time frame yang tepat.

Kesalahan Trader Memilih

Kesalahan yang sering dilakukan oleh trader adalah memilih time frame yang tidak sesuai dengan strategi dan tujuan trading mereka. Beberapa trader mungkin tergoda untuk memilih interval waktu yang lebih kecil karena mereka berpikir bahwa mereka akan dapat menghasilkan lebih banyak uang dalam waktu yang lebih singkat. Namun, ini dapat memperbesar risiko mereka karena fluktuasi harga yang lebih cepat dan besar pada jangka waktu lebih pendek.

Sebaliknya, trader yang memilih time frame yang lebih besar mungkin kehilangan peluang pasar yang terjadi pada interval yang lebih kecil. Oleh karena itu, penting untuk memilih interval waktu yang tepat untuk strategi dan tujuan trading, serta mempertimbangkan risiko yang terkait dengan masing-masing interval waktu.

Contoh pergerakan harga Bitcoin dengan time frame trading 1h (atas) dan 15m (bawah) yang membentuk pola berbeda. Sumber: Trading View

Mulai Analisis Teknikal

Apa Itu Multiple Time Frame?

Multiple time frame adalah strategi trading di mana trader menganalisis pergerakan harga aset kripto pada dua atau lebih time frame yang berbeda untuk mengidentifikasi tren dan memasuki posisi trading yang menguntungkan. Dalam strategi ini, trader dapat menggunakan jarak waktu yang lebih kecil untuk menemukan peluang di pasar crypto dan interval yang lebih besar untuk mengkonfirmasi tren harga yang teridentifikasi pada time frame yang lebih kecil. Dengan menggunakan multiple time frame, trader dapat mengoptimalkan hasil jual-beli mereka dan meminimalkan risiko yang terkait dengan pemilihan yang salah.

Cara Pakai dan Contoh Multiple Time Frame

Biasanya time frame yang lebih besar berguna untuk menetapkan tren jangka panjang, sedangkan yang lebih kecil berguna untuk menemukan posisi masuk yang ideal ke pasar. Aturan umumnya adalah menggunakan rasio 1:4 atau 1:6 saat beralih antar interval waktu.

Logika di balik pendekatan ini adalah agar dapat mengungkap gerakan harga yang lebih kecil dan rumit untuk masuk ke pasar pada waktu yang tepat. Meskipun demikian, sangat tidak berguna untuk fokus pada jangka waktu yang sangat kecil. Sebab, gerakan harga tidak memiliki pengaruh besar pada perdagangan secara keseluruhan dan dapat menyebabkan stres yang tidak perlu ketika pasar terlihat bergerak cepat.

Sebagai contoh, ketika melihat tren pada grafik per jam, trader dapat memperbesar ke grafik 10 menit (1:6) atau grafik 15 menit (1:4) untuk masuk ke posisi yang sesuai. Grafik 10 atau 15 menit memberikan indikasi perkembangan jangka pendek dan grafik per jam berguna untuk memantau pergerakan perdagangan ke depan atau tren lebih besar.

Perlukah menggunakan Multiple Time Frame?

Multiple time frame dapat membantu trader dalam mengoptimalkan hasil trading mereka dan meminimalkan risiko yang terkait dengan pemilihan yang salah. Dalam strategi multiple time frame, trader menganalisis pergerakan harga aset kripto pada dua atau lebih interval waktu berbeda untuk mengidentifikasi tren dan memasuki posisi trading yang menguntungkan. Dengan menggunakan jarak waktu yang lebih kecil untuk menemukan peluang trading dan jarak yang lebih besar untuk mengkonfirmasi tren harga yang teridentifikasi pada interval yang lebih kecil, trader dapat membuat keputusan trading yang lebih tepat.

Penggunaan multiple time frame dalam trading memang membutuhkan keterampilan dan pengalaman yang cukup. Bagi pemula, lebih disarankan untuk menggunakan satu time frame saja terlebih dahulu. Setelah cukup pengalaman, trader dapat mempertimbangkan untuk menggunakan multiple time frame. Makanya sebelum menggunakan multiple time frame, trader harus memahami dengan baik strategi trading yang digunakan dan mempertimbangkan risiko yang terkait dengan masing-masing jarak waktu tersebut.

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, time frame merupakan komponen penting dalam trading crypto yang harus trader pertimbangkan dengan seksama. Pemilihan interval waktu yang tepat dapat membantu trader untuk mengidentifikasi peluang trading yang menguntungkan dan mengoptimalkan hasil trading mereka.

Dalam praktiknya, trader dapat menggunakan dua atau lebih time frame (multiple time frame) bila sudah memiliki pengalaman. Namun, hal ini ada risikonya dan trader pemula sebaiknya menggunakan satu jenis time frame dulu saja. Karena itu, penting untuk memilih interval waktu yang tepat untuk strategi dan tujuan trading, serta mempertimbangkan risiko yang terkait dengan masing-masing time frame.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Time Frame mana yang cocok untuk trading crypto?

Bagaimana cara pilih time frame untuk trading crypto?

Apa itu scalping trading?

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

foto-profil-hanum.png
Hanum Dewi
Hanum Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik. Melengkapi kemampuan menulisnya, dia juga selalu mengikuti tren dan perkembangan terbaru di industri cryptocurrency, DeFi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori