Bill Gates Peringatkan AI Akan Dibuat untuk yang Terkaya tanpa Aturan

  • Bill Gates mengatakan bahwa AI akan melayani orang kaya kecuali pemerintah bertindak sekarang.
  • Gates Foundation menjanjikan US$1 miliar selama dua tahun untuk memperluas akses AI.
  • Peringatannya muncul saat lab AI berdebat tentang perlambatan teknologi tersebut.
Promo

Bill Gates memperingatkan bahwa kecerdasan buatan (AI) akan dibangun hanya untuk orang-orang terkaya di dunia jika pemerintah tidak turun tangan. Foundation miliknya berjanji akan mengalokasikan setidaknya US$1 miliar selama dua tahun untuk memperluas akses AI.

Pendiri Microsoft ini menuturkan bahwa kekuatan pasar sendiri hanya akan membuat alat AI terbaik tersedia untuk mereka yang mampu membayarnya. Ia mengungkapkan argumen ini dalam Laporan Goalkeepers Foundation Gates tahunannya pada hari Selasa.

Apa yang Gates Ingin Pemerintah Ubah tentang AI

Gates menegaskan bahwa orang-orang dengan kebutuhan terbesar justru sangat minim memiliki kendali atas ke mana investasi diarahkan. Ia mengatakan AI akan mengulang pola ini, tetapi dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi.

Laporan tersebut memuat tiga permintaan utama. Alat AI harus bisa digunakan dalam setiap bahasa yang digunakan masyarakat. Lebih dari 90% data di balik model-model awal AI berasal dari sumber berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori

Negara-negara juga harus memiliki kontrol terkait bagaimana data mereka dikelola. Dokter, petani, dan guru harus mendapat kesempatan untuk mencoba alat tersebut dan menyesuaikannya, bukan sekadar menggunakan alat yang tersedia saja.

Dana ini akan disalurkan selama dua tahun. Untuk pendidikan dan kesehatan masing-masing mendapat alokasi 40%. Sektor pertanian mendapatkan 10%, dan 10% sisanya digunakan untuk data dan infrastruktur.

CEO Foundation Mark Suzman menyebut jumlah tersebut sebagai uang muka. Ia menekankan bahwa dana ini tidak akan bisa menggantikan puluhan miliar yang telah pemerintah pangkas dari anggaran kesehatan global. Saat ditanya apakah AI dapat menutup kekurangan itu, ia menjawab, “Sayangnya, tidak.”

“Kita bisa memanfaatkan AI untuk kebaikan. Tapi itu tidak akan terjadi secara kebetulan,” ujar Bill Gates, ketua Gates Foundation, dalam laporan itu.

Pernyataan Gates Muncul Saat Laboratorium AI Debat soal Perlambatan

Gates memberikan tenggat waktu selama 12 hingga 18 bulan untuk pemerintah. Pernyataannya muncul di tengah perdebatan industri tentang bahaya lain dari AI.

Peneliti Jacob Coxon mengundurkan diri dari Anthropic pada 9 September setelah tiga tahun meneliti bagaimana model dilatih. BeInCrypto melaporkan peringatan peneliti Anthropic pada hari itu.

“Mereka berlomba-lomba menciptakan superintelligence yang bisa memperbaiki diri sendiri dan mempertaruhkan hidup kita,” tutur Jacob Coxon, mantan peneliti Anthropic, dalam pernyataan pengunduran dirinya.

Tiga hari kemudian, CEO Anthropic Dario Amodei mengusulkan untuk memperlambat pengembangan AI terdepan. Dalam rencananya, pihak luar akan ikut menilai langsung di laboratorium. Sam Altman dari OpenAI dan Elon Musk turut mendukungnya.

Trader pun bereaksi dan saham chip turun minggu ini. Investor Michael Burry menyatakan perlambatan AI sebagai hype yang berkaitan dengan jadwal IPO, bukan karena alasan keselamatan.

Gates menyebut risiko tersebut nyata dan pantas mendapat perhatian serius. Namun, ia menekankan pertanyaan yang lebih mendesak adalah siapa yang dapat dijangkau oleh teknologi ini. Para pemimpin dunia akan berkumpul di Sidang Umum PBB minggu depan.

Penyangkalan

BeInCrypto berkomitmen pada pelaporan yang tidak bias dan transparan. Artikel berita ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Namun, pembaca disarankan untuk memverifikasi fakta secara independen dan berkonsultasi dengan profesional sebelum mengambil keputusan apa pun berdasarkan konten ini. Harap diperhatikan bahwa Syarat dan Ketentuan, Kebijakan Privasi, dan Disclaimer kami telah diperbarui.

Disponsori
Disponsori