Lihat lebih banyak

Binance Investasi di Proyek Staking Bitcoin Babylon

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Binance Labs, lengan VC dan inkubasi Binance, mengumumkan bahwa mereka telah berinvestasi di proyek staking Bitcoin (BTC) bernama Babylon.
  • Yi He, co-founder Binance dan pimpinan di Binance Labs, mengatakan bahwa staking Bitcoin memperkenalkan kasus penggunaan baru yang penting bagi industri kripto.
  • Binance mengeklaim bahwa inovasi Babylon memberikan jalan baru bagi para holder Bitcoin untuk memperoleh imbal hasil tambahan dari sejumlah chain PoS dengan cara yang aman dan terdesentralisasi.
  • promo

Binance Labs, lengan venture capital (VC) dan inkubasi dari crypto exchange Binance, pada Selasa (27/2) mengumumkan bahwa mereka telah berinvestasi di Babylon. Sebagai informasi, Babylon merupakan sebuah proyek staking Bitcoin (BTC).

Babylon konon mengerjakan protokol native staking Bitcoin yang memungkinkan para partisipan melakukan staking BTC mereka untuk blockchain Proof-of-Stake (PoS) dan mendapatkan imbal hasil tanpa memerlukan kustodian pihak ketiga, solusi crypto bridge, atau layanan wrapped token.

Protokol staking Bitcoin yang dikembangkan Babylon diklaim dapat memberikan jaminan keamanan ekonomi yang dapat dipangkas pada sejumlah chain PoS, sambil memastikan pelepasan ikatan staking yang efisien untuk meningkatkan likuiditas bagi pemilik BTC.

Terkait investasi di Babylon, Yi He, selaku co-founder Binance dan pemimpin di Binance Labs, mengatakan bahwa staking Bitcoin memperkenalkan kasus penggunaan baru yang penting bagi industri kripto. Hal ini menandai langkah signifikan dalam integrasi Bitcoin dengan ekonomi PoS.

“Investasi Binance Labs di Babylon mewakili komitmen kami untuk mendukung proyek-proyek inovatif yang memimpin narasi Bitcoin dan memajukan kasus penggunaannya,” ungkap Yi He.

Sementara itu, David Tse, selaku co-founder Babylon, menerangkan, “Protokol staking Bitcoin menyatukan seluruh industri blockchain, dari Bitcoin hingga dunia PoS. Kami sangat senang mendapat dukungan dari Binance Labs dalam membangun ekosistem Babylon yang berbasis luas.”

Bitcoin Dapat Dukung Keamanan Ekonomi di Chain PoS

Secara historis, Babylon menerangkan bahwa sejumlah chain PoS selalu ditambahkan ke aset aslinya demi keamanan dasar. Namun, keamanan bootstrapping (dengan sumber daya yang terbatas) dinilai merupakan tantangan bagi chain yang sedang berkembang karena pergerakan harga native token mereka yang fluktuatif.

“Imbalan inflasi yang tinggi biasanya diterapkan dan didistribusikan untuk memberi insentif pada staking sejak dini, dan hal ini dapat menyebabkan dampak ekonomi yang merugikan bagi token tersebut dalam jangka panjang,” jelas pihak Binance.

Menurut Binance, protokol staking Bitcoin dari Babylon menyediakan cara bagi sejumlah chain PoS untuk memperoleh modal staking dari aset kripto terbesar di dunia, bukan dari native token mereka, sehingga mengurangi tekanan inflasi pada chian PoS tersebut dan membuka utilitas baru untuk token mereka.

Selain itu, Bitcoin, meskipun menjadi cryptocurrency dengan market cap atau kapitalisasi terbesar, berfungsi sebagai penyimpan nilai dinilai dan saat ini mayoritas hanya menganggur tanpa banyak kegunaan.

Binance mengeklaim bahwa inovasi Babylon memberikan jalan baru bagi para holder Bitcoin untuk memperoleh imbal hasil tambahan dari sejumlah chain PoS dengan cara yang aman dan terdesentralisasi.

Babylon Manfaatkan 3 Aspek Utama di Bitcoin

Dibangun menggunakan Cosmos Software Development Kit (SDK), chain Babylon menyediakan layanan stempel waktu Bitcoin ke sejumlah chain PoS dan bertindak sebagai sarana kontrol untuk mensinkronkan antara jaringan Bitcoin dan sejumlah chain PoS.

Babylon bertanggung jawab atas memfasilitasi staking BTC, partisipasi putaran finalitas, dan pelacakan informasi staking validator, yang pada akhirnya bertindak sebagai saluran antara dunia Proof-of-Work (PoW) Bitcoin dan sejumlah chain PoS.

Protokol Babylon digarap oleh tim peneliti konsensus dan insinyur layer-1 (L1) yang berpengalaman. Fondasi Babylon didasarkan pada akumulasi penelitian dan sintesis ide seputar konsensus PoW dan PoS.

Didirikan sejak tahun 2022, misi Babylon adalah meningkatkan skala Bitcoin untuk mengamankan perekonomian yang terdesentralisasi.

Untuk mencapai hal tersebut, Babylon memanfaatkan 3 aspek utama BTC, yaitu asetnya, layanan timestamp yang andal, dan ruang blok yang paling tahan sensor di dunia.

Dalam rangka memanfaatkan aspek itu, Babylon mengembangkan 3 protokol berbagi keamanan. Hal itu mencakup Bitcoin Staking Protocol, Bitcoin Timestamping Protocol, dan Bitcoin Data Availability Protocol.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori