Kembali

Binance Balas Senat atas Klaim Pencucian Dana Iran Senilai US$2 Miliar

Pilih kami di Google
sameAuthor avatar

Ditulis & Diedit oleh
Camila Grigera Naón

07 Maret 2026 05.02 WIB
  • Binance menolak tuduhan Senat yang menyatakan platform tersebut memungkinkan pelanggaran sanksi Iran hampir US$2 miliar.
  • Senator Blumenthal menuntut catatan, dengan menyebut penyidik yang dipecat dan transfer ilegal ke Iran.
  • Kejahatan kripto mencapai US$154 miliar pada 2025, dengan stablecoin mendorong 84% dari volume ilegal.
Promo

Binance secara resmi membantah tuduhan dari Senat AS yang menuduh exchange ini memfasilitasi pencucian uang Iran dan penghindaran sanksi. Co-CEO Richard Teng menyebut tuduhan tersebut “salah dan fitnah.”

Respons ini muncul setelah permintaan resmi dari Senator Richard Blumenthal, yang meminta dokumen terkait hampir US$2 miliar transfer ke entitas yang terkena sanksi. Surat tersebut juga meminta penjelasan terkait pemecatan investigator yang telah memberi peringatan tentang aktivitas itu.

Disponsori
Disponsori

Binance Sebut Paparan Ilegal Turun 97%

Teng langsung menggunakan media sosial untuk menanggapi surat Blumenthal pada 24 Februari, dan membantah anggapan bahwa Binance secara sadar memungkinkan penghindaran sanksi Iran. Exchange ini juga mempublikasikan blog yang merinci infrastruktur kepatuhannya bersamaan dengan respons yang diberikan.

Dalam penjelasannya, Binance mencatat bahwa paparan terhadap wallet yang diduga terlibat aktivitas ilegal turun sebesar 97% dari awal 2024 hingga pertengahan 2025. Selama tiga tahun terakhir, Binance mengklaim telah membantu penegak hukum menyita lebih dari US$752 juta dana ilegal.

Binance juga membenarkan telah menonaktifkan Hexa Whale dan Blessed Trust, dua partner exchange yang diduga menjadi perantara pencucian uang Iran, setelah investigasi internal secara proaktif.

Exchange ini juga membantah tuduhan bahwa mereka membalas staf yang memberi peringatan soal kepatuhan. Binance menyatakan bahwa karyawan-karyawan tersebut dipecat karena melanggar kebijakan internal kerahasiaan, bukan karena mengangkat isu kepatuhan.

Secara terpisah, Binance telah mengancam akan mengambil tindakan hukum terhadap Wall Street Journal terkait laporan aslinya, menuduh publikasi tersebut melakukan pencemaran nama baik dan menuntut pencabutan berita.

Disponsori
Disponsori

Senator Klaim Binance Memungkinkan Penghindaran Sanksi Iran

Selain menuduh Binance memfasilitasi pelanggaran sanksi Amerika dan internasional dalam skala besar, senator tersebut juga menuding bahwa Binance secara aktif memungkinkan aktivitas itu terjadi.

“Binance nampaknya mengabaikan tanda peringatan jelas, secara sadar membiarkan akun-akun ilegal beroperasi, dan bahkan memberikan bantuan langsung ke entitas yang terlibat pencucian uang,” tulis Blumenthal.

Ia juga mengungkapkan bahwa staf kepatuhan Binance sendiri telah menandai lebih dari 2.000 akun yang terhubung ke Iran, meskipun exchange ini secara resmi melarang pengguna asal negara tersebut.

Sang senator menggambarkan tuduhan ini sebagai bagian dari pola pelanggaran yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Pada 2023, Binance mengaku bersalah atas tuduhan federal karena sengaja mentransfer hampir US$1 miliar ke entitas Iran dan organisasi teroris. Pendiri Binance, Changpeng Zhao, divonis empat bulan penjara.

Bukannya menyelesaikan masalah kepatuhan mendasar, Blumenthal menegaskan, Binance justru berusaha mencari perlindungan politik lewat kemitraan dengan World Liberty Financial. Proyek kripto ini berkaitan dengan keluarga Presiden AS Donald Trump, dengan sekitar 85% stablecoin-nya disimpan di akun Binance.

SEC menghentikan gugatan terhadap Binance pada Mei lalu, dan Zhao menerima pengampunan presiden beberapa bulan kemudian.

Pemeriksaan Kongres Datang di Momen Sensitif

Hari Jumat adalah batas waktu yang ditetapkan subkomite bagi Binance untuk menyerahkan dokumen yang diminta. Meskipun exchange ini telah merespons secara publik lewat blog, namun belum memberikan dokumen sesuai permintaan Blumenthal.

Konfrontasi ini juga datang di saat industri yang lebih luas berada dalam masa sensitif.

Menurut laporan terbaru Chainalysis, alamat-alamat ilegal menerima setidaknya US$154 miliar di 2025. Jumlah ini melonjak 162% dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan paling besar terjadi karena lonjakan 694% dana mengalir ke entitas yang terkena sanksi.

Chainalysis menyebut perubahan ini sebagai era baru aktivitas negara dalam skala besar yang terkait dengan kejahatan kripto. Sementara itu, stablecoin menyumbang 84% dari seluruh volume transaksi ilegal, naik drastis dari hanya 15% pada tahun 2020.

Kelas aset ini memang jadi pusat tuduhan terhadap Binance, dengan Tether diidentifikasi sebagai kendaraan utama pencucian uang.

Bagi exchange seperti Binance, data ini membuat situasi penyelidikan Senat menjadi lebih serius. Apakah catatan kepatuhan mereka mampu bertahan di bawah pengawasan kongres akan mempengaruhi bagaimana pembuat kebijakan mengatur aset kripto ke depannya.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori