Bitcoin (BTC) diperdagangkan di sekitar level US$30.000. Minggu lalu, antara 16 Mei hingga 22 Mei, aset kripto ini telah menghasilkan pola bearish pada candlestick mingguan selama 8 kali berturut-turut. Situasi seperti itu tidak pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah cryptocurrency.
Sejak mencapai titik puncak US$48.284 pada 28 Maret, hanya candlestick merah saja yang muncul pada grafik mingguan Bitcoin. Harganya mencapai titik terendah di angka US$25.400 ketika 12 Mei dan kembali melompat ke level harganya saat ini. Ini menunjukkan penurunan sebesar 47% pada titik ekstrem.
Bersamaan dengan mencapai support jangka panjang di $28.800, BTC telah mencapai retracement Fib 0,618 yang diukur dari kejatuhan akibat COVID-19 pada Maret 2020. Jika level ini gagal bertahan sebagai support, target berikutnya adalah moving average 200 minggu (200W MA, lihat garis biru pada gambar) di US$22.000 dan retracement Fib 0,786 di US$18.000.
Indikator Teknikal Jangka Panjang
Indikator teknikal pada grafik mingguan menunjukkan pembacaan bearish. RSI berada di zona overbought, yaitu 34.50 (lihat garis merah pada gambar), yang dapat dibandingkan dengan level saat Maret 2022, di angka 33.
MACD sedang dalam proses menciptakan bar momentum merah keenam. Namun, bullish divergence berkembang di atasnya dibandingkan dengan paruh kedua Januari (lihat garis biru pada gambar). Kemudian, Bitcoin sedang mencari titik support di dekat US$36.500, level retracement Fib 0.5, dan momentum MACD lebih rendah.
Perlu diketahui bahwa RSI pada grafik bulanan telah mencapai zona beli jangka panjang di kisaran 44-48 (lihat kotak hijau pada gambar). Sejauh ini, dalam sejarah Bitcoin, indikator RSI bulanan telah berada di sana sebanyak 2 kali, yaitu saat Januari 2015 dan Januari 2019. Selain itu, harga BTC sempat memantul dari area ini sekali ketika Maret 2020.
Saat ini, indikator RSI bulanan berada di 47.30 dan baru saja memasuki area hijau. Dalam sejarah bear market, peristiwa ini merupakan permulaan dari akumulasi di dekat posisi terendah absolut dari harga BTC (lihat garis vertikal biru pada gambar). Jika pola ini terulang kembali, maka pasar berada dalam akumulasi multi-month dan harga bawah BTC sudah dekat atau telah tercapai.
Pergerakan BTC ke Depannya
Trader kripto @nihkalowz mengunggah sebuah gambar grafik mingguan Bitcoin di Twitter. Dalam gambar itu, terlihat ia menggunakan candle Heikin-Ashi. Menurutnya, struktur harga BTC sejak awal 2021 mengikuti pola bullish megaphone. Bagian “shoulder“-nya mengembang seiring waktu, mirip seperti pola broadening wedge.
Ia menandai 2 level support dari bagian bawah gelombang keempat, yang diyakininya hampir selesai. Support pertama di sekitar US$28.500 dan yang kedua ada di US$25.000. Jika skenario ini benar, maka pergerakan BTC berikutnya akan menuju resistance dari titik all-time high historis pada level US$64.500 dan US$69.000. Perlu diperhatikan juga pentingnya pivot line di level US$42.000 (lihat garis biru pada gambar).
Sementara itu, pada grafik 4 jam, kita melihat breakout yang sedang berlangsung dari pola symmetrical triangle. Pola itu sudah berada di sana sejak titik terendah pada 12 Mei dan memiliki target teknikal dekat US$35.000. Area ini bertepatan dengan jarak CME dari 6 Mei hingga 9 Mei. Namun, apabila ini adalah fakeout, maka akan muncul breakdown dari pola ini. Target bearish ada di kisaran US$24.500.
Mau baca analisis Bitcoin Be[In]Crypto lainnya? Klik di sini!
Penyangkalan
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.