Hash rate Bitcoin (BTC) kini kembali naik dan hanya berjarak 6,5% dari rekor tertingginya sepanjang masa, menurut data Glassnode. Kenaikan ini terjadi meskipun beberapa Bitcoin miner besar publik mengalihkan daya mereka ke klien artificial intelligence (AI).
Tiga bulan lalu, jaringan Bitcoin mengalami penurunan hash rate terpanjang dalam sejarah. Sekarang, data memperlihatkan operator privat dan internasional mulai menutupi celah yang ditinggalkan akibat peralihan ke AI.
Bitcoin Hash Rate Pertahankan Support dan Dekati Rekor
Analis on-chain Will Clemente menyampaikan di X bahwa hash rate hampir kembali ke level tertinggi meskipun ada pergeseran Bitcoin miner ke AI.
Rata-rata bergerak 14 hari hash rate memuncak di sekitar 1,135 zettahash per detik (ZH/s) pada akhir 2025. Setelah itu, hash rate turun sekitar 22% dari Oktober 2025 hingga Februari 2026.
Penurunan tersebut tertahan di sekitar 870 exahash per detik (EH/s). Hash rate melonjak tajam di bulan Februari, lalu melakukan retest di area itu pada bulan Juni dan Agustus.
Setiap retest tersebut berhasil bertahan. Kenaikan terakhir merupakan yang paling tajam sejak reli bulan Februari, membawa metrik hash rate menjadi sekitar 1,06 ZH/s.
Analisis BeInCrypto pada Agustus menjelaskan bahwa penurunan ini merupakan yang terpanjang yang pernah tercatat, tanpa pembentukan support baru. Ternyata, retest yang terjadi Agustus lalu menandai area support.
Harga memperlihatkan cerita berbeda. BTC diperdagangkan di US$79.774, turun 0,8% dalam 24 jam dan masih 37% di bawah level puncaknya di US$126.210.
Sementara itu, hash rate hanya 6,5% di bawah rekor tertingginya. Selisih ini menunjukkan para miner terus ekspansi untuk jangka panjang, bukan sekadar mencari keuntungan jangka pendek.
| Metrik | 5 Agustus 2026 | 27 Oktober 2026 |
|---|---|---|
| Harga BTC | US$64.078 | US$79.774 |
| Hash rate (Glassnode) | 898 EH/s, rata-rata 30 hari, menurun | ~1.060 EH/s, rata-rata 14 hari, naik |
| Mining difficulty | 126,23T | 140,58T |
| Hashprice | ~US$30–32 per PH/hari | ~US$36 per PH/hari |
Mining Difficulty Kembali Naik Dekati Rekor
Mining difficulty mempertegas tren ini. Jaringan menaikkan difficulty sebesar 5,92% menjadi 140,58 triliun (T) pada 16 Oktober, menurut data mempool.
Kenaikan berikutnya sebesar 5% hingga 6% diproyeksikan terjadi pada 29 Oktober. Dua lonjakan berturut-turut sebesar itu menonjol di tahun 2026, sebab sebagian besar penyesuaian tahun ini justru penurunan.
Chart dari Glassnode memperlihatkan perjalanannya. Difficulty turun dari rekor 155,97T di akhir Oktober 2025 menjadi sekitar 126T pada Februari.
Setelah mengalami rebound singkat di musim semi, difficulty menyentuh titik terendah di 124,93T pada bulan Juni. Pemotongan sebesar 10,09% itu menjadi yang terbesar tahun ini.
Jika proyeksi ini terwujud, difficulty akan mencapai kisaran 148T hingga 150T. Level ini akan menjadi yang tertinggi sejak akhir 2025, dan hanya berjarak 4% hingga 5% dari rekor.
Analisis Agustus menyampaikan bahwa pembacaan year-on-year negatif hingga musim gugur akan menandakan kontraksi jangka panjang pada budget keamanan Bitcoin. Nilainya masih negatif karena akhir 2025 mencetak rekor. namun, kenaikan difficulty dan hash rate sekarang menandakan kontraksi itu sudah melambat.
Peralihan ke AI Tidak Mengendur
Pulihnya hash rate bukan berarti para miner sudah meninggalkan sektor AI. Riot Platforms mengungkapkan kontrak hosting selama 20 tahun dengan energi 191 megawatt (MW) di kampus Rockdale, Texas pada 10 Agustus.
Kontrak itu bernilai US$9,1 miliar, atau bisa naik sampai US$16,1 miliar jika mendapat perpanjangan. Beberapa laporan menyebut Anthropic sebagai klien, walau Riot sendiri tidak menyebutkan identitas pelanggan.
Pada Oktober, The Information melaporkan bahwa IREN telah menandatangani kontrak cloud beberapa tahun dengan Anthropic. Namun, kedua perusahaan itu belum mengonfirmasi kabar tersebut.
IREN juga memutuskan keluar dari mining. Perusahaan ini berencana menonaktifkan sekitar 23,2 EH/s kapasitasnya pada 31 Desember.
Menurut BlocksBridge Consulting, hash rate yang direalisasikan oleh miners publik turun 15% di paruh pertama 2026. Nilai kontrak AI dan high-performance computing (HPC) yang diungkapkan para miner yang sudah listing kini sudah melebihi US$70 miliar.
namun, pihak CoinShares memperkirakan sejauh ini hanya sekitar US$1,1 miliar dari kontrak tersebut yang ditagihkan setiap tahun. CEO ViaBTC Haipo Yang baru-baru ini berpendapat bahwa AI kini mendorong aktivitas mining keluar dari lokasi-lokasi dengan biaya tertinggi.
Bitcoin Miner Privat dan Wilayah Baru Gantikan Hash Rate Bitcoin yang Hilang
Ketika Bitcoin miner publik mengecil, hash rate baru pasti berasal dari tempat lain. Bitdeer menjadi pengecualian paling jelas di antara perusahaan yang sudah listing.
Hash rate mining mandiri milik Bitdeer mencapai 82,3 EH/s pada September, naik dari 35 EH/s setahun sebelumnya.
Mesin-mesin lama juga berpindah tangan. Pihak BlocksBridge mengungkapkan bahwa alat-alat yang sudah dipensiunkan oleh para miner publik sekarang dibeli oleh operator yang lebih kecil dengan biaya listrik murah.
Texas juga berperan. Luxor menyebutkan bahwa kenaikan kembali pada September sebagian besar terjadi karena armada Texas kembali beroperasi setelah puncak musim panas terakhir di jaringan listrik negara bagian tersebut pada 12 September.
Pertumbuhan hash rate juga meluas secara geografis. Data Hashrate Index menunjukkan hash rate Ethiopia naik 129% secara tahunan di kuartal pertama. Paraguay naik 54%, dan Oman bertambah 28%.
Harga juga ikut membantu. BTC sempat pulih mendekati biaya produksi versi JPMorgan di angka US$85.000 pada akhir September. Sementara itu, indikator Hash Ribbons milik Capriole memberikan sinyal berakhirnya kapitulasai miner pada 27 Agustus.
CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, menyebutkan bahwa pemulihan hash rate menjadi sinyal bullish tidak langsung untuk Bitcoin.
Arti Pemulihan Hash Rate untuk Keamanan Bitcoin
Hash rate mengukur daya komputasi yang melindungi jaringan Bitcoin. Angka mendekati rekor menandakan bahwa biaya untuk menyerang Bitcoin sekarang adalah yang paling mahal selama ini.
Data tersebut juga menunjukkan kepemilikan hash rate sekarang semakin menyebar, dengan peran operator privat dan wilayah baru yang mengambil bagian dari miner yang sudah listing. Beberapa analis menyatakan bahwa basis energi ini turut mendukung valuasi Bitcoin.
Risiko tetap ada. Hashprice turun menjadi sekitar US$36 per petahash per hari pada tanggal 25 Oktober, turun sekitar 11% dalam kurun waktu sebulan berdasarkan data Hashrate Index.
Kenaikan kesulitan mining akan menekan margin profit lebih jauh kecuali harga BTC ikut naik. Rencana IREN untuk keluar pada Desember juga bisa menyebabkan penurunan kapasitas yang signifikan.
Saat ini, miner yang beralih ke AI belum memperlemah jaringan. Keberlanjutan pemulihan hash rate bisa jadi bergantung pada apakah harga BTC sanggup mengikuti tingkat kenaikan kesulitan mining di masa mendatang.











