Kembali

Teori “Dump Jam 10 Pagi” Institusi Bertabrakan dengan Peringatan Ekonomi Makro Bearish | Berita Kripto AS

Pilih kami di Google
sameAuthor avatar

Ditulis & Diedit oleh
Lockridge Okoth

18 Februari 2026 22.16 WIB
  • Bitcoin menghadapi peringatan ekonomi makro bearish dan volatilitas.
  • Rumor tentang “dump jam 10 pagi” institusional beredar.
  • Arus ETF dan leverage memperbesar ketidakpastian ritel.
Promo

Selamat datang di US Crypto News Morning Briefing—rangkuman penting tentang berbagai perkembangan utama di dunia aset kripto AS untuk hari ini.

Ambil secangkir kopi dan simpan sejenak grafik-grafik kamu, karena ada hal yang nampaknya tidak biasa sedang terjadi di pasar kripto. Pergerakan harga, rumor institusi, dan sinyal ekonomi makro yang tidak menentu kini bercampur menjadi satu narasi yang baru mulai dipahami para trader secara langsung.

Berita Kripto Hari Ini: Rumor “Dump 10 Pagi” Institusional Bertabrakan dengan Peringatan Ekonomi Makro Bearish

Pergerakan harga Bitcoin baru-baru ini sedang dianalisis lewat dua sudut pandang yang berbeda:

Sponsored
Sponsored
  • Kewaspadaan ekonomi makro yang meningkat seperti dilaporkan dalam US Crypto News baru-baru ini.
  • Spekulasi tentang perilaku trading institusi yang kian meningkat.

Di satu sisi, beberapa analis berpendapat bahwa kondisi keuangan secara umum menjadi semakin kurang mendukung aset berisiko. Namun, pihak lain mempertanyakan apakah pelaku pasar besar benar-benar sedang membentuk volatilitas jangka pendek secara aktif.

Pada akhirnya, narasi pasar makin didorong oleh ketidakpercayaan dan ketidakpastian seputar cara kerja pasar kripto modern, bukan hanya oleh grafik dan likuiditas belaka.

Sinyal Ekonomi Makro Nampaknya Tekan Aset Berisiko

Makro strategis Mike McGlone baru-baru ini memperingatkan bahwa perilaku harga Bitcoin bisa jadi mencerminkan risiko struktural yang lebih besar di pasar keuangan.

McGlone menuturkan bahwa aset kripto pelopor itu telah kembali ke rata-rata jangka panjang di sekitar US$66.000, meskipun secara historis lebih banyak bergerombol di kisaran US$28.000.

“This Chart Suggests Why NOT To Buy Bitcoin or Most Risk Assets,” tulis McGlone , seraya menambah bahwa data tersebut menyoroti ketergantungan besar pasar pada kekuatan berkelanjutan Nasdaq-100.

Ia pun menyarankan bahwa penurunan harga aset kripto bisa saja “mengantisipasi terjadinya sedikit efek kekayaan terbalik.” Artinya, harga aset yang menurun dapat terjadi sebelum pengetatan likuiditas dan penurunan minat risiko investor.

Sponsored
Sponsored

Kondisi seperti ini secara historis memberatkan aset spekulatif, termasuk mata uang kripto dan saham pertumbuhan.

Rumor Penjualan Terkoordinasi Mulai Mendapat Perhatian

Di sisi lain, narasi berbeda tengah ramai dibicarakan di komunitas trading kripto. Analis dan komentator pasar Milk Road telah membahas rumor yang beredar bahwa meja trading institusi tertentu mungkin menjadi pemicu aksi jual tajam tepat setelah pembukaan pasar saham AS.

Menurut klaim tersebut, order jual besar yang masuk ke Bitcoin dan ETF terkait sekitar pukul 10 pagi waktu bagian Timur bisa memicu kepanikan, melikuidasi posisi leverage, dan membuat kantong likuiditas tipis terekspos.

Para trader menduga bahwa perusahaan yang sama bisa saja kembali mengakumulasi posisi di harga yang lebih rendah.

Walaupun tuduhan ini masih berupa rumor yang belum terbukti, pola yang serupa berkali-kali muncul sejak akhir 2025, membuat para pengamat pasar semakin mencermati fenomena ini.

Sponsored
Sponsored

Akumulasi ETF Menimbulkan Pertanyaan

Spekulasi makin menjadi-jadi setelah dokumen menunjukkan Jane Street kini masuk jajaran pembeli terbesar BlackRock’s iShares Bitcoin Trust (IBIT). Data yang banyak dikutip analis mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut telah mengumpulkan lebih dari 20 juta saham IBIT hingga penghujung 2025.

Jika ini benar, berarti Jane Street memang sudah menjadi holder institusional penting untuk eksposur Bitcoin.

Perdebatan terus berkembang: apakah arus institusi lebih banyak mendukung prospek Bitcoin dalam jangka panjang, ataukah strategi trading jangka pendek justru memperbesar volatilitas harga.

Meski begitu, spekulasi berulang soal taktik trading terkoordinasi bisa saja mengikis kepercayaan trader ritel. Hal ini makin terasa di market yang banyak leverage, likuiditas tipis, dan likuidasi otomatis sehingga pergerakan harga jadi makin liar.

Sponsored
Sponsored

Chart of the Day

Chart mean reversion Bitcoin menunjukkan rata-rata US$66K dan modus US$28K
Distribusi harga Bitcoin menunjukkan rata-rata di US$66K sejak 2023, namun konsentrasi modus di US$28K (Mike McGlone/Bloomberg Intelligence)

Alpha Singkat

Berikut rangkuman kabar penting kripto AS lainnya yang perlu dicermati hari ini:

Ringkasan Pre-Market Saham Kripto

PerusahaanPenutupan per 17 FebruariRingkasan Pre-Market Saham Kripto
Strategy (MSTR)US$128,67US$129,11 (+0,34%)
Coinbase (COIN)US$166,02US$166,80 (+0,47%)
Galaxy Digital Holdings (GLXY)US$21,30US$21,26 (-0,19%)
MARA Holdings (MARA)US$7,51US$7,50 (-0,13%)
Riot Platforms (RIOT)US$14,65US$15,29 (+4,37%)
Core Scientific (CORZ)US$17,23US$17,20 (-0,17%)
Perlombaan pembukaan pasar saham kripto: Google Finance

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori