Cadangan stablecoin milik Binance turun menjadi US$41,6 miliar—level terendah dalam satu tahun—setelah US$6,3 miliar keluar dari exchange tersebut sejak April. Penarikan ini terjadi di seluruh pasar dan membuat reli aset kripto kekurangan daya beli baru.
Harga-harga aset kripto tidak jatuh. Bitcoin (BTC) diperdagangkan di kisaran US$83.350, sekitar 4% di bawah puncaknya pada September. Tapi, dana tunai yang dibutuhkan untuk mendorong harga naik semakin berkurang.
Sejauh Mana Cadangan Kas Binance Turun?
Berdasarkan data CryptoQuant yang dibagikan analis Darkfost, saldo stablecoin ERC-20 Binance sempat mencapai puncak sekitar US$51 miliar pada akhir November 2025.
Sejak itu, Binance kehilangan sekitar US$9 miliar. Hasilnya, cadangan kembali ke level yang terakhir terlihat pada awal Oktober 2025.
Pulih sebentar saat musim semi, saldo naik ke sekitar US$48 miliar di awal Mei. Namun, peningkatan itu benar-benar berbalik arah, dengan US$6,3 miliar keluar dari Binance sejak April.
Perubahan market cap stablecoin Binance dalam 90 hari terakhir tetap negatif sejak musim panas dan sekarang tercatat -4,7%.
Angka ini memang lebih baik dibandingkan penurunan pada Februari dan Maret. Saat itu, perubahan 90 hari turun lebih dari -15% ketika BTC juga merosot dari sekitar US$95.000 ke kisaran US$60.000-an.
Konsentrasi cadangan membuat taruhannya jadi lebih besar. Binance tetap memegang lebih dari 70% seluruh cadangan stablecoin di exchange.
Apakah Penarikan Ini Hanya Terjadi di Binance?
Tidak. Sejak April, Coinbase Advanced kehilangan US$2,5 miliar stablecoin, OKX US$2,4 miliar, dan Bybit US$2,3 miliar, menurut Darkfost.
Secara total, keempat exchange tersebut telah kehilangan sekitar US$13,5 miliar. Karena data ini hanya mencatat token ERC-20, kemungkinan jumlah aset yang keluar sebenarnya lebih besar.
Di sisi lain, total suplai stablecoin juga tidak mengalami pertumbuhan yang signifikan. Tether (USDT) bertahan di kisaran US$183 miliar sejak April. Sementara itu, USD Coin (USDC) justru turun dari US$78 miliar menjadi US$72 miliar, menurut CoinGecko.
Situasi ini mirip dengan penurunan cadangan stablecoin di exchange sebelumnya, yang juga menandakan terjadinya pengetatan likuiditas serupa.
Mengapa Setiap Reli Bitcoin Kehabisan Tenaga?
Grafik CryptoQuant menunjukkan adanya perbedaan arah. BTC naik lebih dari 30% dari titik terendah di Agustus ke US$86.597 pada 22 September, tapi saldo stablecoin di Binance tetap menurun.
Dengan kata lain, harga Bitcoin naik tanpa ada modal baru di exchange yang mendukungnya. Pergerakan seperti ini biasanya mengandalkan holder lama dan leverage, sehingga jadi lebih rentan.
Kerentanan itu sekarang mulai terasa. BTC sudah terkoreksi sekitar 4%, sementara Ethereum (ETH) turun sekitar 11% dari puncaknya di 22 September pada US$2.775.
Aktivitas trading juga menurun. Rata-rata volume trading harian BTC turun 27%, dari US$38,6 miliar di April menjadi US$28,2 miliar sampai Oktober ini.
Trader derivatif ikut tidak agresif. Funding rate adalah biaya yang saling dibayar oleh trader long dan short secara berkala. Pada kontrak perpetual BTC di Binance dan Bybit, angkanya di kisaran netral 0,01%.
Apa yang Bisa Menarik Pembeli Kembali ke Exchange?
Darkfost memberikan dua alasan. Pertama, exchange mungkin sengaja mengurangi persediaan stablecoin untuk menyesuaikan permintaan yang lebih lemah, karena investor enggan menambah eksposur aset kripto baru.
Alternatifnya, beberapa holder mungkin memindahkan dana ke platform yang memberi imbal hasil sambil menunggu situasi membaik.
Apapun alasannya, hasilnya tetap sama. Jika tidak ada stablecoin baru di exchange, pembeli kehilangan “bahan bakar” untuk mempertahankan breakout harga.
Tekanan ini menambah faktor risiko Bitcoin di bulan Oktober yang sebelumnya memang sudah menurunkan sentimen pasar saat memasuki bulan ini.
Sinyal yang perlu dipantau adalah perubahan 90 hari Binance yang kembali di atas nol. Sampai itu terjadi, reli pasar sepertinya akan mengandalkan posisi trader, bukan modal baru.
Secara lebih luas, penarikan dana ini menunjukkan betapa proses penemuan harga aset kripto masih bertumpu pada beberapa exchange terpusat. Ketika kas Binance menyusut, seluruh pasar ikut merasakannya.











