Co-founder Binance, Yi He, membalas kritik CEO OKX, Star Xu, terkait sistem pembuatan akun exchange tersebut. Ia melakukan hal ini dengan membagikan keluhan seorang trader tentang token yang tersangkut di OKX.
Perselisihan ini bermula dari satu transfer yang salah tujuan, namun kedua belah pihak kini saling menyoroti kekurangan yang menyebabkan pengguna tidak bisa mengakses atau menjual dana mereka.
CEO OKX Kritik Model User ID Binance
Perselisihan dimulai ketika seorang pengguna di X menyalahkan “tabrakan UID” atas kehilangan dana. User ID (UID) sendiri adalah nomor yang digunakan untuk mengidentifikasi setiap akun exchange.
Yi He menolak klaim itu pada 7 November, dengan menyatakan bahwa setiap pengguna Binance hanya memiliki satu UID yang unik. Pengguna tersebut sebelumnya telah mengirim dana ke Binance Thailand yang menggunakan sistem akun terpisah.
Star Xu lalu ikut berkomentar. Menurutnya, User ID di bawah satu brand harus bersifat unik secara global, atau transfer hanya menggunakan UID antar situs harus diblokir.
“Alasannya sederhana: sebuah UID digunakan untuk mengenali akun. Jika UID yang sama dapat digunakan di situs berbeda di bawah satu brand, sekaligus pengguna juga diizinkan mentransfer dana antar situs dengan UID, maka dapat menyebabkan akun penerima yang salah dikenali, sehingga dana dikirim ke tempat yang salah,” ujar CEO OKX.
Ketegangan antara Binance dan OKX bukan baru terjadi akhir pekan ini. Pada 4 November, Xu menyalahkan pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), karena dianggap mengalihkan kesalahan setelah insiden hack baru-baru ini.
Ia juga mengkritik CZ yang disebut masih sempat beradu argumen dengan Elon Musk di tengah krisis.
Siapa Bertanggung Jawab Saat Dana Pengguna Tersesat?
Tanggapan Yi He datang keesokan paginya. Ia membagikan peringatan seorang trader yang mengingatkan untuk tidak memakai modus DEX di OKX untuk token yang ada di BNB Chain.
Pertikaian Binance dan OKX terjadi di saat yang sensitif. Binance sendiri masih dalam proses pemulihan usai mengalami peretasan senilai US$6,3 miliar, dan pada 7 November mereka mengumumkan Chief Financial Officer Kaiser Ng akan meninggalkan jabatannya.









