Spiral, tim pengembang Bitcoin di Block milik Jack Dorsey, menuturkan pembayaran Bitcoin mengalami permintaan yang lemah, bukan teknologi yang lemah. Sementara itu, perusahaan pembayaran besar justru membangun infrastruktur baru mereka dengan stablecoin.
Tim ini menggambarkan taruhannya adalah antara menjadi tidak relevan atau melewati perjalanan panjang yang penuh tantangan, dan menyampaikan bahwa sekarang adalah saatnya untuk bertindak. Jika stablecoin sudah terlebih dahulu digunakan secara luas, para holder Bitcoin mungkin hanya akan memegang aset yang jarang orang gunakan untuk bertransaksi.
Mengapa Merchant dan Holder Sama-Sama Enggan Menggunakan Bitcoin?
Tim ini menjelaskan bahwa kesenjangan teknologi sudah sebagian besar teratasi. Lightning, yaitu layer di atas Bitcoin untuk transfer cepat dan murah, sudah berjalan secara produksi.
Lebih dari satu juta merchant di AS sudah bisa menerima Bitcoin lewat Square, menurut Spiral. Tapi, hanya sedikit orang yang benar-benar menggunakannya untuk berbelanja.
Para holder lebih suka menyimpan aset daripada membelanjakannya. Sebaliknya, merchant lebih memilih memegang dolar AS, sehingga banyak platform baru justru tidak menyediakan pembayaran Bitcoin.
Data survei di AS juga memperkuat hal tersebut. Di tahun 2025, 9% orang dewasa di Amerika membeli atau memegang aset kripto sebagai investasi, namun hanya 2% yang menggunakannya untuk membayar sesuatu, terang Federal Reserve.
Persentase pembayaran ini terus bertahan di angka 1% sampai 2% setiap tahun sejak 2021.
Fluktuasi harga menambah hambatan, dan aturan pajak di AS menganggap tiap pembelian sebagai penjualan yang kena pajak.
Stripe, Shopify, dan Coinbase justru mengintegrasikan stablecoin, sementara Circle menawarkan dolar digital untuk AI.
Alat awal untuk pembayaran agen AI menjadi bukti perubahan paling jelas. x402, protokol Coinbase untuk pembayaran agen, didesain khusus untuk stablecoin, dan sekitar 99% pembayarannya diselesaikan dalam USDC, papar laporan itu.
Dorsey menetapkan standar pada Januari 2025.
“Jika [bitcoin] akhirnya hanya menjadi emas digital, menurut saya itu gagal. Jika bitcoin benar-benar menjadi mata uang yang bisa digunakan orang setiap hari, barulah itu berhasil.”
Apa yang Bisa Membuat Pembayaran BTC Bertahan?
Sekarang, Spiral meminta para builder, penyedia pembayaran, dan pendana untuk memberikan ide-ide besar. Salah satunya adalah fitur yang memungkinkan pengguna membayar dengan dolar ataupun Bitcoin melalui jaringan Lightning yang sama.
Tether pun sudah membawa USDT kembali ke Bitcoin. Ada juga usulan seperti insentif belanja untuk holder dan pembayaran per penggunaan bagi kreator ataupun layanan AI.
Respons terhadap unggahan tersebut menunjukkan besarnya tantangan. Seorang pengguna berpendapat bahwa orang awam menolak uang yang nilainya bisa turun sebelum membayar sewa. Untuk pengguna ini, stabilitas harga terhadap dolar AS adalah satu-satunya terobosan yang layak dikejar.
Perubahan nyata di dunia juga mengarah ke sana. El Salvador kini mendukung sebuah aplikasi remitansi stablecoin sambil tetap mempertahankan Bitcoin sebagai cadangan.
Jadi, persaingan soal pembayaran Bitcoin merupakan persaingan untuk menentukan teknologi pembayaran mana yang lebih dulu diadopsi oleh agen AI dan kasir digital.











