Chief Investment Officer Bitwise, Matt Hougan, menyatakan masa MicroStrategy sebagai pembeli Bitcoin (BTC) terbesar sepertinya sudah berakhir, dengan raksasa treasury tersebut kini berpotensi menjual daripada hanya menambah aset kripto ini.
Saham preferen milik Strategy (MSTR) turun tajam beberapa minggu terakhir, dan rencana modal baru kini memungkinkan perusahaan tersebut menjual Bitcoin untuk tiga tujuan utama, termasuk memenuhi kewajiban dividen mereka.
Bagaimana Mesin Bitcoin MicroStrategy Terhenti
Selama bertahun-tahun, menurut Hougan, Strategy beroperasi sebagai sumber permintaan Bitcoin satu arah. Perusahaan ini menambah treasury-nya melalui penawaran saham ATM dan saham preferen, bahkan sering membeli ribuan BTC setiap minggunya.
Namun, pendekatan perusahaan ini berubah tahun ini, menandakan keinginan untuk menjual sebagian kepemilikan Bitcoin mereka. Laporan BeInCrypto mengungkapkan bahwa Strategy kemudian menjual 32 BTC senilai sekitar US$2,5 juta antara 26 Mei hingga 31 Mei. Ini menjadi penjualan pertamanya sejak Desember 2022.
Penurunan saham preferen STRC milik Strategy juga semakin menekan salah satu mekanisme pembiayaan Bitcoin utama mereka. Data pasar memperlihatkan STRC turun ke rekor terendah di 71,2 pada Jumat lalu. Penurunan ini terjadi di tengah harga Bitcoin yang turun di bawah US$60.000.
Ikuti kami di X supaya tidak ketinggalan berita terbaru secara real-time
“Bitcoin sempat turun di bawah US$60.000 minggu lalu, menyentuh level terendahnya sejak 2024. Ada banyak alasan di balik koreksi ini, namun penyebab terbesarnya adalah STRC, instrumen ekuitas preferen perpetual yang diterbitkan oleh Strategy (MSTR),” ujar Hougan .
Tidak lama setelah itu, pada 29 Juni 2026, Strategy meluncurkan Digital Credit Capital Framework. Rencana ini memungkinkan mereka menjual BTC secara berkala untuk mengumpulkan hingga US$1,25 miliar bagi cadangan dolar AS, memenuhi kewajiban dividen dan bunga jika lebih menguntungkan daripada menerbitkan saham baru, dan juga mendanai pembelian kembali saham atau pelunasan utang.
Hougan memandang perubahan ini sebagai titik balik secara struktural.
“Ke depannya, Strategy bisa membeli atau menjual bitcoin tergantung kondisi pasar. Yang penting, saya tidak berpikir mereka akan menjadi penjual besar. Tidak ada mekanisme yang memaksa Strategy menjual lebih dari beberapa miliar dolar bitcoin per tahun. Dan jika harga bitcoin reli, saya rasa mereka kemungkinan tetap akan menjadi pembeli bersih. Saya hanya memperkirakan peran mereka di dunia Bitcoin di siklus berikutnya tidak akan sebesar peran mereka di siklus sebelumnya,” terang Hougan.
Kalau bukan Strategy, siapa yang akan menjadi pembeli Bitcoin terbesar? Hougan memperkirakan investor institusional yang akan mengambil peran tersebut.
Ia menyoroti bank-bank global, manajer aset, dana pensiun, endowment, sovereign wealth fund, serta financial advisor yang secara kolektif mengelola dana terbesar di dunia.
“Ada tanda-tanda ini sudah mulai terjadi: Morgan Stanley baru-baru ini meluncurkan ETF bitcoin milik sendiri, Wells Fargo memasukkan bitcoin ke dalam model portofolio mereka, dan sebagainya… Beberapa sovereign wealth fund serta bank sentral juga sudah memegang bitcoin atau mengumumkan program riset. Walau ETF bitcoin memang mencatat arus keluar di 2026, sejak peluncurannya di 2024 ETF-ETF ini telah menarik lebih dari US$50 miliar,” papar Hougan.
Hougan pun menyampaikan pandangan optimistis, ia yakin pasar hampir menemukan titik bawahnya dan siap memasuki siklus reli baru pada musim gugur ini.
Langganan channel YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin dan jurnalis memberikan insight dari para ahli









