BlackRock menutup kuartal kedua tahun 2026 dengan aset rekor sebesar US$15,34 triliun, meski aset kripto menjadi pengecualian nyata. Produk aset digital kehilangan US$3,1 miliar, sementara ETF, fixed income, dan pasar privat justru menarik dana baru.
Kesenjangan ini mudah diukur. Kepemilikan aset digital BlackRock turun hampir 20% dalam tiga bulan terakhir menjadi US$48,8 miliar, padahal total aset perusahaan naik 10% pada periode yang sama.
iShares Dongkrak AUM Rekor BlackRock Lebih Tinggi
Manajer aset terbesar di dunia ini melaporkan pendapatan sebesar US$7,08 miliar pada 15 Juli, naik 31% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba yang disesuaikan sebesar US$13,91 per saham melampaui perkiraan analis sekitar US$12,57, dan margin operasional yang disesuaikan sebesar 45,9% adalah yang terbaik dalam hampir lima tahun, menurut rilis tersebut.
Klien menambah arus masuk bersih sebesar US$192 miliar selama kuartal tersebut. ETF menjadi penyumbang utama dengan US$177,9 miliar, sehingga aset iShares mencapai lebih dari US$6,2 triliun, atau kira-kira dua kali lipat ukurannya tiga tahun lalu.
Laju ini tetap istimewa bahkan menurut standar BlackRock. Lisa Abramowicz dari Bloomberg mengungkapkan bahwa perusahaan ini telah menambah hampir US$5 triliun dalam asetnya selama sekitar dua tahun.
Chairman dan CEO Larry Fink memberikan pujian pada luasnya bisnis perusahaan.
“Kualitas dan luasnya platform kami membuat kami semakin unggul di mata klien. Ini memungkinkan kami mendapatkan lebih banyak porsi dari portofolio mereka serta mendorong pendapatan yang berkelanjutan bagi pemegang saham kami,” terang laporan tersebut.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Aset Kripto Susut 20% Saat Sektor Lain Tumbuh
Pada awal April, BlackRock memegang US$60,7 miliar dalam aset digital. Tiga bulan kemudian, nilainya turun jadi US$48,8 miliar. Penarikan dana klien menyumbang pengurangan sebesar US$3,1 miliar, dan penurunan harga menghapus tambahan US$8,7 miliar.
Jika dilihat dalam rentang waktu lebih panjang, kondisinya lebih berat. AUM aset digital turun 39% dari US$79,6 miliar setahun lalu. Klien sudah menambah US$15,1 miliar sepanjang periode tersebut, tapi kerugian pasar sebesar US$45,8 miliar menelan dana baru itu, dan aliran dana pun menjadi negatif di tahun 2026.
Unit ini juga memberikan kontribusi pendapatan yang kecil dibandingkan ukurannya. Aset digital hanya menghasilkan fee dasar sebesar US$40 juta selama kuartal ini, kurang dari 1% dari total fee BlackRock sebesar US$5,7 miliar.
Kondisi ini mencerminkan tekanan pasar yang meluas. Exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot AS mengalami bulan terburuk dalam sejarahnya pada Juni, keluar dana sebesar US$4,5 miliar seiring penurunan harga Bitcoin lebih dari 20%.
Untuk sementara, dana tersebut memang sempat menghentikan laju outflow di awal Juli, namun outflow ETF Bitcoin harian mencapai US$430 juta pada pekan ini.
Sementara itu, data harga BTC menunjukkan harga aset ini mendekati US$64.756, naik 2% dalam 24 jam terakhir, namun masih 49% di bawah puncaknya pada Oktober 2025 sebesar US$126.080. Penurunan ini membalikkan tren tahun 2025, saat iShares Bitcoin Trust sempat memberikan bayaran terbesar bagi Fink sebagai CEO.
Untuk saat ini, kuartal rekor ini membuktikan bahwa mesin pertumbuhan BlackRock jauh melampaui sektor kripto. Kuartal ketiga akan menjadi pembuktian apakah aset digital kembali bergabung dengan mesin pertumbuhan tersebut atau tetap tertinggal dari sektor lain di platform BlackRock.









