BlockFills Ajukan Kebangkrutan, Sebut Ini ‘Langkah Paling Bertanggung Jawab ke Depan’

  • Entitas terkait BlockFills mengajukan kebangkrutan Chapter 11 di Delaware pada 15 Maret.
  • Pengajuan ini terjadi setelah pembekuan penarikan dan kerugian sebesar US$75 juta.
  • BlockFills menyebut langkah tersebut sebagai sukarela dan "jalan paling bertanggung jawab ke depan."
Promo

Pemberi pinjaman aset kripto dan penyedia likuiditas BlockFills mengajukan kebangkrutan Chapter 11. Pengajuan ini menyusul penangguhan deposit dan penarikan dana nasabah secara sebelumnya.

Perusahaan yang berbasis di Chicago tersebut menyebut bahwa pengajuan secara sukarela ini merupakan “langkah paling bertanggung jawab ke depan” untuk menjaga nilai bisnis dan memaksimalkan pemulihan bagi para pemangku kepentingan.

Disponsori
Disponsori

Dari Pembekuan Penarikan ke Kebangkrutan

Dalam pernyataan terbarunya, perusahaan mengungkapkan sejumlah entitas yang terkait dengan BlockFills telah mengajukan restrukturisasi di bawah Chapter 11 US Bankruptcy Code di Pengadilan Kepailitan Amerika Serikat untuk Distrik Delaware.

Proses kebangkrutan akan diawasi oleh pengadilan, dan perusahaan berkomitmen untuk menjaga transparansi serta terus berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan.

“Tim BlockFills telah bekerja keras untuk mencari dan mengevaluasi semua alternatif strategis serta finansial yang ada, serta percaya bahwa memulai proses Chapter 11, dengan tujuan mencapai restrukturisasi bersama klien dan kreditor, akan memberikan waktu dan struktur yang dibutuhkan untuk menstabilkan bisnis, mencari tambahan sumber likuiditas dan pemulihan, serta menjajaki potensi transaksi strategis,” terang pernyataan tersebut.

BlockFills menangguhkan deposit dan penarikan nasabah pada Februari lalu, dengan alasan kondisi pasar dan keuangan. Platform ini memberi tahu nasabah bahwa mereka menghentikan transaksi demi melindungi perusahaan dan penggunanya.

Perusahaan melaporkan sekitar kerugian senilai US$75 juta yang terkait dengan aktivitas pinjaman, penambangan aset kripto, dan perdagangan mereka. Pengungkapan keuangan kepada calon investor menunjukkan neraca keuangan defisit kira-kira US$80 juta, yang semakin diperparah oleh kelalaian pencatatan keuangan di masa lalu.

Co-founder dan CEO Nicholas Hammer juga mundur dari jabatannya pada Februari 2026. Joseph Perry pun ditunjuk sebagai CEO interim saat perusahaan sedang berupaya menstabilkan operasional.

BlockFills bekerja sama dengan firma konsultasi BRG dan kantor hukum Katten Muchin Rosenman untuk memberikan nasihat terkait restrukturisasi. Mark Renzi didapuk menjadi chief transformation officer.


Untuk membaca analisis pasar kripto terbaru dari BeInCrypto, klik di sini.

Penyangkalan

BeInCrypto berkomitmen pada pelaporan yang tidak bias dan transparan. Artikel berita ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Namun, pembaca disarankan untuk memverifikasi fakta secara independen dan berkonsultasi dengan profesional sebelum mengambil keputusan apa pun berdasarkan konten ini. Harap diperhatikan bahwa Syarat dan Ketentuan, Kebijakan Privasi, dan Disclaimer kami telah diperbarui.

Disponsori
Disponsori