Sinyal boom-bust pernah muncul sebelum runtuhnya dot-com dan krisis perumahan tahun 2008. Sekarang mungkin juga perlu diperhatikan dalam perdagangan artificial intelligence (AI).
Sinyal ini dikenal dengan istilah “funding gap”, dan Wall Street Journal menelusuri jejaknya melalui dua kejatuhan sebelumnya. Kolumnis Jonathan Weil menuturkan, reli AI bergantung pada aliran modal yang sama.
Sinyal Boom-Bust di Tahun 2000 dan 2007
Weil juga menyebut sejumlah risiko lain yang dihadapi perdagangan AI, mulai dari kekurangan listrik di data center hingga gangguan dari pesaing kecil. Ia menegaskan, penutupan akses modal tetap menjadi ancaman terdekat yang harus diawasi.
Pada tahun 2000, istilah “burn rate” dan “funding gap” mulai banyak digunakan ketika gelembung dot-com mulai pecah. Pets.com terus menggalang dana meski produk mereka dijual dengan kerugian besar, hingga akhirnya dana itu habis dan perusahaan tersebut tutup beberapa bulan kemudian.
Pola serupa terjadi juga di bulan November 2007. Freddie Mac memangkas dividen dan juga menjual saham preferen senilai US$6 miliar. Langkah ini bertujuan memperkuat modal setelah kerugian akibat kredit perumahan yang meningkat.
Freddie Mac pun tetap tidak bisa menggalang modal dari saham biasa yang diincar para investor. Celah ini menjadi salah satu pemicu krisis hingga akhirnya pemerintah mengambil alih di tahun berikutnya.
Apakah Perdagangan AI Menunjukkan Gejala yang Sama?
OpenAI dan Anthropic masih membakar dana tanpa keuntungan publik, menurut analisis Journal. OpenAI bisa terus menggalang dana sebagian karena masih didukung Nvidia (NVDA) dan SoftBank.
Jadwal IPO Anthropic juga sudah mundur dari Oktober ke November. Holtec Nuclear, pemasok data center AI, bulan ini juga menunda listing-nya.
Meski demikian, Journal menekankan bahwa penundaan ini masih berupa antisipasi dini, bukan bukti jendela pendanaan sudah tertutup. Belanja data center Oracle (ORCL) yang didorong utang sangat tergantung pada kemampuan OpenAI membayar jasa komputasi. Artinya, reli AI secara umum sangat terikat pada sejumlah laboratorium swasta saja.
Journal pun mengingatkan bahwa boom bisa berakhir mendadak ataupun pelan-pelan. Dua kejatuhan sebelumnya selalu bermula ketika istilah funding gap kembali muncul. Apakah istilah itu akan terulang untuk AI, tuturnya, mungkin baru akan disadari pasar setelah semuanya berlalu.









