Kembali

Brent Crude Catat Reli Bulanan Terbesar sejak 1988 karena Perang Menahan Pasokan Minyak Global

Pilih kami di Google
author avatar

Ditulis oleh
Kamina Bashir

editor avatar

Diedit oleh
Harsh Notariya

01 April 2026 12.31 WIB
  • Futures minyak mentah Brent mencatat reli bulanan terkuat sejak 1988.
  • Analis memperingatkan harga minyak mentah bisa mencapai US$150 atau bahkan US$200 per barel jika penutupan terus berlanjut.
  • Harga gas naik di berbagai negara seiring konflik Timur Tengah yang terus berlanjut.
Promo

Futures minyak mentah Brent mencatat kenaikan lebih dari 60% di bulan Maret. Kenaikan bulanan ini menjadi reli paling kuat sepanjang sejarah acuan tersebut sejak tahun 1988.

Kontrak Mei ditutup sekitar 5% lebih tinggi pada Selasa di harga US$118,35 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI), acuan Amerika Serikat, naik sekitar 51% selama bulan tersebut dan mencatat performa terbaik sejak Mei 2020.

Penutupan Selat Hormuz Picu Guncangan Pasokan Bersejarah

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran setelah serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari mengguncang pasar energi. Badan Energi Internasional (IEA) menyebut gangguan ini sebagai yang terbesar dalam sejarah pasar minyak global.

Guncangan energi ini sudah berdampak besar pada konsumen. Harga bensin di AS naik US$1,25 per galon sejak Desember menjadi US$4 per galon. Ini merupakan harga tertinggi sejak 2022.

Disponsori
Disponsori

Ikuti kami di X untuk dapatkan berita terbaru secara langsung

Di Inggris, harga bensin mencapai 152,8p per liter, sekitar 20p lebih tinggi dibanding awal konflik. Kepala ekonomi global JPMorgan, Bruce Kasman, memperingatkan bahwa jika penutupan berlangsung lama, harga minyak akan makin naik.

“Jika Selat tetap ditutup selama satu bulan lagi, maka harga minyak berpotensi naik ke arah US$150 per barel dan akan menekan konsumen industri energi,” ujar Bruce Kasman.

Bloomberg melaporkan bahwa pejabat AS dan analis Wall Street sudah mulai membicarakan kemungkinan harga minyak mentah bisa mencapai US$200 per barel.

Sementara itu, Presiden Donald Trump mengisyaratkan bahwa AS dapat mengakhiri operasi di Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu. Menurut Wall Street Journal, Trump mengatakan kepada para pembantunya bahwa dirinya bersedia mengakhiri kampanye militer bahkan jika Selat Hormuz tetap sebagian besar tertutup.

Secara terpisah, Journal juga melaporkan bahwa Uni Emirat Arab sedang bersiap membantu AS membuka kembali jalur air tersebut dengan kekuatan militer.

Apakah penyelesaian diplomatik, penarikan militer, atau pembukaan paksa selat yang akan terjadi lebih dulu nampaknya akan memengaruhi apakah pasar minyak akan stabil atau terus naik.

Subscribe ke channel YouTube kami untuk menonton wawancara pemimpin dan jurnalis mengenai analisis dan wawasan ahli

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori