Kantor Kejaksaan Brooklyn, Eric Gonzalez, telah membongkar tulang punggung online dari penipuan aset kripto yang menargetkan penutur bahasa Rusia. Modus penipuan ini menjerat korban melalui iklan Facebook dan penasihat investasi palsu.
Penegak hukum berhasil menyita dan mengganggu 241 domain penipuan serta 112 server dengan bantuan FBI. Kantor Kejaksaan mengungkapkan kerugian mencapai puluhan juta US$, bahkan beberapa korban kehilangan seluruh tabungan hidup mereka.
Bagaimana Iklan Facebook Berubah Menjadi Akun yang Terkunci
Menurut Kantor Kejaksaan Brooklyn, skema penipuan ini bermula dari iklan Facebook berbahasa Rusia yang menawarkan peluang investasi.
Korban yang merespon kemudian mendapat telepon dari “penasihat investasi” berbahasa Rusia. Penelpon membimbing korban membuka akun di sebuah platform kripto. Setelah itu, penasihat tadi membantu membeli aset kripto dan mengirimnya ke alamat yang terhubung dengan platform tersebut.
Beberapa minggu atau bulan kemudian, korban yang mencoba menarik dana mereka justru menemukan akun sudah terkunci. Ada juga yang diminta membayar biaya tambahan serta pajak sebelum bisa mengambil uang mereka.
“Diperkirakan puluhan juta US$ telah dicuri dalam skema ini, bahkan ada korban yang kehilangan seluruh tabungan hidup mereka. Kantor Kejaksaan telah berhasil menyita sekitar US$300.000 dana curian sejauh ini dan masih berupaya untuk mengambil kembali lebih banyak,” papar siaran pers .
Data dari server yang disita menunjukkan bahwa kelompok yang sama juga menjalankan penipuan pemulihan. Beberapa minggu setelah pencurian pertama, mereka menghubungi kembali korban dan berjanji untuk membantu mengembalikan aset kripto yang dicuri.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Mengapa Jaksa Menyerang Server di Balik Penipuan Kripto
Unit ini sebelumnya telah menyita atau mengganggu 400 domain yang berkaitan dengan penipuan investasi aset kripto. Tapi, situs pengganti tetap bermunculan dengan cepat, jadi mereka melacak server di belakangnya dan berkoordinasi dengan FBI untuk penertiban lebih lanjut.
Pekan lalu, pihak penyelidik melakukan penggeledahan di tiga zona waktu berbeda. Selain 241 domain, mereka juga berhasil memutus lebih dari 100 server cloud yang di-hosting oleh perusahaan di Eropa Timur maupun Amerika Serikat. Para penipu menjalankan infrastrukturnya di Ukraina serta wilayah Eropa Timur lainnya.
Setelah kehilangan akses ke server, kelompok ini tidak lagi bisa mendapatkan data korban, konten situs, maupun software operasional. Kantor Kejaksaan menyatakan langkah ini membuat para penipu tidak dapat dengan mudah membuat situs baru atau menghubungi korban yang sudah ada.
Kasus ini menambah deretan upaya Amerika Serikat memerangi penipuan aset kripto lintas negara. Pada Juli lalu, otoritas federal menyita US$25 juta yang terhubung ke jaringan penipuan internasional. Sedangkan pada September, pemerintah AS dan Inggris menandatangani kesepakatan bersama untuk memberantas pusat penipuan di luar negeri.
Untuk para korban di Brooklyn, jaksa menyampaikan bahwa sejauh ini telah berhasil menyita sekitar US$300.000 dan masih berupaya memulihkan dana lebih banyak lagi.
Langganan kanal YouTube kami untuk menonton pemimpin serta jurnalis memberikan wawasan ahli











