Setelah mendulang begitu banyak hype dan juga suntikan dana yang fantastis, beberapa koleksi NFT akhirnya mampu membuat komunitasnya percaya bahwa proyek tersebut akan sukses besar di masa depan; namun, kinerja pasar nyatanya telah membuat investor terkejut.
Tidak bisa kita pungkiri, sektor non-fungible token (NFT) telah mengukir banyak sekali cerita sukses. Mulai dari proyek seperti Bored Ape Yacht Club, sampai dengan CryptoPunks. Tapi, faktanya tidak sedikit juga proyek NFT yang akhirnya terbukti gagal memenuhi ekspektasi dan malah membuat investor rugi.
Beberapa di antaranya adalah:
MekaVerse
MekaVerse pernah menjadi salah satu rilisan proyek NFT paling sukses di industri. Koleksi yang dulunya hype ini sukses menghasilkan lebih dari US$60 juta selama satu minggu pertama setelah peluncurannya. Tidak hanya itu, berkat meroketnya popularitas, proyek ini juga mendapatkan banyak liputan dari berbagai perusahaan media konvensional.
Sebelum tahap ‘reveal‘ pada Oktober 2021, koleksi digital berisikan 8.888 NFT ini telah diperdagangkan dengan harga setinggi 12 ETH (US$46.000). Namun, sayangnya kesuksesan itu tidak berumur panjang. Sebab, proyeknya dirundung kontroversi terkait tudingan adanya penipuan.
Maka tidak heran, semua hal negatif tersebut telah menyebabkan harga dasar koleksi NFT proyek ini turun drastis ke level 0,272 ETH (US$445), menurut data dari OpenSea.
Pixelmon
Pixelmon adalah satu lagi proyek NFT yang mengalami “kegagalan” sejak pertama kali diluncurkan. Proyek NFT yang begitu ambisius ini telah berhasil mengumpulkan sekitar US$70 juta untuk menjadi “Pokémon-nya NFT.” Akan tetapi, siapa sangka, proyek ini ternyata justru jauh dari harapan para investor.
Pasalnya, ketika memulai debutnya pada bulan Februari 2022 lalu, biaya untuk mencetak NFT Pixelmon adalah 3 ETH (US$9.500). Tapi terhitung sampai hari ini, harga dasar koleksi tersebut telah anjlok ke level serendah 0,42 ETH (US$687).
Angka tersebut bahkan setelah mengalami kenaikan sebesar 5% selama 30 hari terakhir. Meskipun begitu, masih ada beberapa penjualan outlier, dengan tiga Pixelmons yang berbeda berhasil terjual di atas harga 7 ETH dalam periode yang sama.
PXN: Ghost Division
Lalu, koleksi lain yang juga terkapar adalah PXN: Ghost Division. Sebelum memasuki tahap ‘reveal‘, harga koleksi NFT ini rata-rata berada pada kisaran harga 4,15 ETH (US$11.000).
Namun sekarang, harga dasarnya di OpenSea telah anjlok menjadi 0,199 ETH (US$352). Selain itu, volume penjualannya di OpenSea dalam 30 hari terakhir ini juga hanya sebesar 89 ETH dengan 387 penjualan. Selain itu, harga dasarnya tercatat juga turun 5%. Koleksi NFT PXN dengan nilai tertinggi dalam periode tersebut terjual seharga 1,99 ETH.
Hape Prime
Di sisi lain, koleksi Hape Prime juga gagal memenuhi ekspektasi ketika pra-peluncurannya. Sebelum fase ‘reveal’, koleksi NFT ini diperdagangkan seharga 9 ETH (US$27.500).
Kini, harga dasarnya telah turun signifikan. Harga dasar NFT Hape Prime di OpenSea, yaitu di angka 0,43 ETH (US$703). Terlebih lagi, selama 30 hari terakhir, volume penjualannya telah turun 9% menjadi 126 ETH dengan 204 penjualan. Tampaknya, harga dasar koleksi Hape Prime terus melanjutkan tren penurunannya, karena telah turun sebesar 28% selama periode waktu tersebut.
Walau begitu, nampaknya masih ada segelintir individu yang optimis dengan potensi kenaikan koleksinya di masa depan. Bahkan, pada 4 November lalu, ada salah seorang pengguna yang membeli HAPE #6625 seharga 4,99 ETH (US$8.160).
Bagaimana pendapat Anda tentang proyek NFT yang justru bikin rugi ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Penyangkalan
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.