Fred Wilson, co-founder dari perusahaan ventura Union Square Ventures, mengatakan taruhan paling sederhana pada AI adalah energi, bukan saham teknologi. Sebab, pusat data AI paling baru menggunakan gas alam sebagai tenaga utama, tapi harganya hampir tidak bergerak.
Kesenjangan ini sekarang memicu perdebatan di dunia maya. Saham perusahaan chip mengalami penurunan bulan ini, sementara harga bahan bakar pendukung pembangunan AI tetap berada di kisaran jangka panjangnya.
Mengapa Investor Menyebut Energi Sebagai Taruhan yang Lebih Mudah pada AI
Wilson menyampaikan hal ini dalam sebuah klip singkat yang dibagikan di X.
“Jika kamu memang ingin cara sederhana untuk bertaruh pada AI tanpa harus memikirkan banyak hal lain, cukup bertaruhlah pada energi,” ujar Fred Wilson di X
Seorang investor lain mendorong ide tersebut lebih jauh. Ia mengatakan tembaga dan listrik memberi trader akses murah ke AI, karena pasar yang dalam dan adanya leverage. Meskipun begitu, ia juga menambahkan bahwa hampir tidak ada yang peduli.
Faktanya, tembaga sudah mencapai rekor tertinggi di tahun 2026. Pasokannya pun makin ketat karena permintaan AI menekan ketersediaan tembaga. Tapi, data industri yang melemah dari Cina, sebagai pembeli tembaga terbesar, menekan permintaan tembaga.
Di sisi lain, sektor teknologi justru mengalami kesulitan. Saham chip mencatat delapan hari berturut-turut penurunan pada pekan lalu, dan Goldman merekomendasikan saham defensif bagi para investor yang waspada.
Apa Arti Harga Gas Alam Murah untuk Investor
Nikita Bier, mantan kepala produk di X, mengangkat poin yang berkaitan. Ia menuturkan bahwa hampir semua pusat data AI dijalankan dengan gas, namun harganya tetap datar atau malah menurun.
Pernyataan itu sebagian besar benar. Amerika Serikat memiliki 1.391 pusat data yang beroperasi, dan 2.819 lagi sedang direncanakan. Gas menyumbang hampir 75% dari tenaga on-site pusat data yang akan dibangun di AS, menurut laporan tersebut. Sumber lain seperti nuklir, sel bahan bakar, dan baterai juga digunakan, jadi investor punya beberapa alternatif untuk investasi pada sektor yang sama.
Tapi, grafik dalam unggahan tersebut butuh penjelasan. United States 12 Month Natural Gas Fund (UNL) memegang kontrak futures. Proses memperbarui kontrak futures ini memunculkan biaya tambahan, sehingga kinerja dana tersebut jauh lebih turun dibanding harga gas aslinya.
Sementara itu, patokan harga gas Amerika, Henry Hub, sebagian besar tetap di kisaran US$2 hingga US$4 per juta British thermal units (MMBtu) selama dekade terakhir. Untuk ke depan, Wood Mackenzie memperkirakan harga ini akan mendekati US$5 pada tahun 2035 seiring kenaikan permintaan listrik, terang World Oil.
Dengan demikian, prediksi inilah ujian nyata bagi siapa saja yang ingin bertaruh pada AI tanpa membeli saham teknologi. Persaingan memperebutkan energi murah juga sedang mengubah perhitungan biaya mining Bitcoin. Jika harga gas naik, produsen energi berpotensi meraih bagian pendapatan AI yang lebih besar dibandingkan produsen chip saat ini.











