Anthropic merilis Claude Haiku 5.5 pada 7 Oktober, dengan harga sekitar 75% lebih murah dibandingkan Haiku 4.5 secara rata-rata.
Perusahaan ini terus meluncurkan model baru sebelum IPO yang sangat dinanti banyak pihak. Akan tetapi, New Constructs menyebut rencana listing Anthropic sebagai “IPO paling konyol di 2026.”
Model Claude yang Lebih Murah Hadir 9 Hari setelah Sonnet 5.5
Haiku 5.5 menjadi model Claude 5.5 ketiga, yang hadir 9 hari setelah Anthropic merilis Sonnet 5.5 pada 28 September. Perusahaan merancang model ini untuk menangani pekerjaan volume tinggi seperti ringkasan, klasifikasi, penggunaan browser, dan tugas subagen.
Pada prompt hingga 100.000 token, biaya input hanya US$0,10 per juta token, sementara biaya output sebesar US$0,50, atau 90% lebih murah dibandingkan Haiku 4.5. Anthropic menjelaskan prompt seperti itu mencakup sekitar 90% permintaan terhadap model Haiku sebelumnya.
Jika melebihi batas tersebut, kedua tarif naik hingga lima kali lipat. Anthropic juga memangkas harga cache-read Sonnet 5.5 menjadi setengah, dan menyebut sebagian besar pekerjaan agentik kini jadi sekitar 20% lebih murah.
Sementara itu, Artificial Analysis memberi skor Haiku 5.5 sebesar 43 pada Intelligence Index mereka, naik 26 poin dibandingkan model Haiku sebelumnya. Pada pengujian maksimal, skor tersebut unggul atas GPT-6 Luna (skor 38) dan Gemini 3.8 Flash (skor 41), namun masih tertinggal 13 poin dari Sonnet 5.5.
Walau begitu, lembaga benchmark tersebut menemukan bahwa Haiku 5.5 menggunakan sekitar 162.000 output token per tugas pada upaya maksimal, atau hampir 3 kali lebih banyak dibandingkan GPT-6 Luna.
Terminal-Bench 4.0 menghasilkan angka berbeda tergantung penguji. Anthropic melaporkan hasil 39,2%, sedangkan Artificial Analysis mengukur 33%.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Apakah Pendapatan US$4,6 Miliar Bisa Menopang Valuasi US$2 Triliun?
Sambil Anthropic memperluas jajaran Claude, rencana listing di Nasdaq mereka menuai kritik dari New Constructs. Dalam catatan terbaru, firma tersebut memberi valuasi Anthropic sebesar US$150 miliar, jauh dari target US$2 triliun yang diberitakan.
Perusahaan itu memperkirakan untuk mencapai target tersebut, Anthropic harus mencetak laba dua kali lebih besar dari profit Nvidia saat ini. Laba bersih Nvidia dalam 4 kuartal terakhir bahkan sudah menembus US$190 miliar.
Reuters melaporkan bahwa Anthropic meraih pendapatan US$4,6 miliar di tahun 2025 dengan kerugian bersih sebesar US$42 miliar. New Constructs menyoroti kerugian ini dan mulai munculnya kompetisi dari model open-source di kesimpulannya.
“Kami tidak melihat Anthropic sebagai bisnis yang layak,” tutur laporan tersebut.
Perusahaan milik David Trainer pernah menandai WeWork di tahun 2019, enam minggu sebelum perusahaan itu membatalkan IPO-nya. Namun, pilihan mereka di tahun 2020 adalah DoorDash, yang kini bernilai pasar sebesar US$83 miliar.
Michael Burry juga pernah mempersoalkan valuasi Anthropic, menyebut dana itu cukup untuk membeli 78 perusahaan S&P 500. Anthropic sendiri belum menerbitkan prospektus resmi. Dokumen S-1 versi publik akan menjadi ujian pertama untuk memverifikasi angka-angka yang diberitakan.
Subscribe ke channel YouTube kami untuk menyaksikan wawancara pakar bersama para pemimpin industri dan jurnalis









