Lihat lebih banyak

Co-Founder MakerDAO Tawarkan ‘Ide Gila’ Tukar 32% Jaminan DAI dalam USDC Jadi Ethereum

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Co-founder MakerDAO, Rune Christensen, berencana untuk menjual USD Coin (USDC) hingga senilai US$3,5 miliar untuk Ethereum (ETH).
  • Hal ini dilandasi dari kekhawatiran Rune Christensen tentang risiko penularan dari sanksi yang dijatuhkan pemerintah AS terhadap crypto mixer service Tornado Cash.
  • Vitalik Buterin menilai hal ini sebagai ide yang berisiko dan mengerikan. Ia menambahkan pula bahwa penurunan harga ETH spot yang signifikan dapat membuat dukungan jaminan untuk DAI menjadi undervalued.
  • promo

Co-founder MakerDAO, Rune Christensen, berencana untuk menjual USD Coin (USDC) hingga senilai US$3,5 miliar untuk Ethereum (ETH). Hal ini dinilai menjadi sebuah langkah yang dapat mengakibatkan stablecoin DAI kehilangan patokannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Sebagai informasi, DAI 32% didukung oleh stablecoin USDC, menurut data dari Daistats. Itu setara dengan sekitar US$3,5 miliar. USDC adalah pendukung aset jaminan tunggal DAI terbesar.

Namun, Rune Christensen menginginkan sebagian dari jaminan itu ‘dicabut’ dari perbendaharaan kripto pemberi pinjaman DeFi yang secara total kurang lebih bernilai US$10,7 miliar. Sejauh ini ada lebih dari 7 miliar DAI yang beredar. Sang co-founder MakerDAO itu lebih suka USDC itu diubah menjadi Ethereum.

Kekhawatiran pada Sanksi yang Diterima Tornado Cash

Merujuk pada pernyataan di channel Discord MakerDAO pada hari Kamis (11/8), hal ini dilandasi dari kekhawatiran Rune Christensen tentang risiko penularan dari sanksi yang dijatuhkan pemerintah AS terhadap crypto mixer service Tornado Cash.

“Saya telah melakukan lebih banyak penelitian tentang konsekuensi dari sanksi Tornado Cash dan, sayangnya, itu jauh lebih serius daripada yang saya pikirkan sebelumnya,” ungkap Christensen.

Dia kemudian menambahkan, “Ini jelas bunuh diri untuk ‘YOLO’ itu semua. Namun, risiko atau imbalan dari pencabutan sebagian mungkin dapat diterima. Market akhirnya dapat mulai menghargai desentralisasi ke titik ketika risiko ini dapat diterima karena USDC tidak lagi no-brainer seperti dulu, ” urainya.

USDC Bisa Jadi Ancaman bagi Desentralisasi?

Kementerian Keuangan AS diketahui pada 8 Agustus lalu memberikan sanksi kepada Tornado Cash. Tindakan tersebut berarti bahwa semua warga negara dan entitas AS dilarang menggunakan Tornado Cash.

Sanksi yang diberikan AS terhadap Tornado Cash dibuat setelah crypto mixer service itu digunakan untuk mencuci mata uang virtual senilai lebih dari US$7 miliar sejak dibuat pada 2019.

Menyusul larangan tersebut, Centre, konsorsium di belakang USDC, membekukan US$75.000 dalam USDC yang terkait dengan sejumlah alamat crypto wallet Tornado Cash. Centre Consortium, yang didirikan oleh Circle dan Coinbase, kini telah melarang 81 alamat dompet sejak peluncuran USDC pada September 2018.

Daftar hitam sejumlah alamat crypto wallet Tornado Cash membuat desentralisasi stablecoin DAI MakerDAO menjadi fokus. Dikritik sebagai ‘Wrapped USDC’, pengamat khawatir tentang ketergantungan DAI pada USDC, aset terpusat yang rentan terhadap keinginan pemerintah dan perusahaan.

“Komunitas MakerDAO yang terhormat, Anda harus segera mulai melepaskan jaminan USDC Anda, mengubahnya menjadi lebih tahan sensor. Kalian punya waktu untuk melakukannya, tetapi harus memulai,” jelas Erik Voorhees, founder ShapeShift, pada 9 Agustus kemarin.

DAI Bersiap Kehilangan Patokan terhadap Dolar AS

DAI adalah stablecoin yang overcollateralized. Ini berarti, pengguna yang ingin memegang token harus menyediakan aset dari berbagai cryptocurrency ke dalam protokol MakerDAO sebagai jaminan untuk mempertahankan pasak DAI terhadap dolar AS.

Tidak seperti Tether USD (USDT) atau USDC, keduanya dikendalikan dengan sistem yang terpusat. DAI dianggap menawarkan tingkat desentralisasi yang belum pernah terjadi sebelumnya karena kurangnya otoritas pusat yang mengendalikan penerbitannya.

Patokan DAI terhadap dolar AS dipertahankan oleh apa yang dikenal sebagai Peg Stability Module (PSM), yang memungkinkan pengguna untuk menukar stablecoin seperti USDC secara satu-ke-satu dengan imbalan DAI.

Dengan sepertiga dari jaminan dukungan DAI yang terdiri dari USDC, menjual itu berarti merusak mekanisme pasak stabilitas. Namun, tanpa arbitrase untuk mempertahankan paritas dolar AS, DAI pada akhirnya akan kehilangan patokannya ke dolar AS, dengan naik di atas US$1.

Rune Christensen, pendiri MakerDAO, percaya bahwa rencana tersebut sepadan dengan risikonya.

“Saya pikir kita harus serius mempertimbangkan untuk mempersiapkan kehilangan patokan terhadap dolar AS. Hampir tidak dapat dihindari bahwa itu akan terjadi dan itu hanya realistis untuk dilakukan dengan sejumlah besar persiapan,” jelas co-founder MakerDAO itu.

Dia menambahkan bahwa sekarang ada cara yang didemonstrasikan untuk secara instan dan inkonstitusional mencabut smart contract dari semua ‘tempat terpusat’ sesuka hati, tanpa waktu tunggu untuk mengambil tindakan pencegahan. Negara-negara cenderung melarang kripto ketika kondisi ekonomi mereka mulai menurun.

Menuai Beragam Kritik

Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, menilai hal ini sebagai ide yang berisiko dan mengerikan. Ia menambahkan pula bahwa penurunan harga ETH spot yang signifikan dapat membuat dukungan jaminan untuk DAI menjadi undervalued.

Robert Leshner, founder protokol DeFi Compound Finance, berpendapat bahwa langkah tersebut dapat memengaruhi stabilitas DAI. Menurutnya, ini bisa berimplikasi pada ruang DeFi secara keseluruhan. “Mengubah DAI menjadi aset harga-elastis akan merusaknya, berhenti total,” jelas Robert Leshner.

Co-founder MakerDAO kemudian mengklarifikasi posisinya. “Apa yang sebenarnya saya tulis dalam perselisihan tata kelola Maker adalah bahwa memasukkan semua jaminan stablecoin ke ETH akan menjadi ide yang buruk,” jelasnya.

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori