Pasar aset kripto menambah sekitar US$63 miliar dalam 24 jam terakhir. Nilai total pasar naik 2,8% menjadi US$2,32 triliun, data CoinGecko menunjukkan pada 21 Juli.
Pemicu utama datang dari Washington. Gedung Putih dikabarkan telah menyelesaikan perselisihan etik yang membuat CLARITY Act terhambat selama berbulan-bulan.
Gedung Putih Dikabarkan Loloskan Hambatan Etik CLARITY Act
Digital Asset Market Clarity (CLARITY) Act menjawab satu pertanyaan besar—aset kripto mana yang diawasi Securities and Exchange Commission (SEC), dan mana yang menjadi tanggung jawab Commodity Futures Trading Commission (CFTC)? Saat ini, belum ada aturan tertulis yang menentukan hal tersebut. Regulator mengisi kekosongan itu lewat gugatan hukum.
Satu pasal sempat menunda semuanya. Pasal itu bakal melarang pejabat senior, termasuk presiden, untuk mengambil untung dari aset kripto selama menjabat. Fraksi Demokrat menjadikan klausul tersebut syarat utama dukungan mereka dalam negosiasi struktur pasar sebelumnya.
Kebuntuan itu nampaknya terpecahkan beberapa hari setelah pertemuan di Oval Office pada 17 Juli. Presiden Donald Trump dikabarkan duduk satu meja bersama Senator Cynthia Lummis, Bernie Moreno, dan Pejabat Jaksa Agung Todd Blanche.
“Saya mendengar dari beberapa sumber industri bahwa Gedung Putih telah menyepakati paket etika untuk Clarity Act dan mengirimkan bahasanya ke sejumlah Senator Republik pada sore ini… pelaku industri berharap ini bisa membuka jalan bagi pembaruan teks RUU yang segera dirilis,” terang Eleanor Terrett .
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Gedung Putih bergerak cepat karena waktu menjadi pertaruhan. Penasihat kripto, Patrick Witt, bahkan menunda pelatihan Georgia Army National Guard agar undang-undang ini bisa didorong dalam rentang waktu legislatif yang sempit sebelum masa reses tanggal 7 Agustus.
Matematikanya sederhana. RUU ini butuh 60 suara sementara Partai Republik memegang 53 kursi. Setidaknya tujuh anggota Demokrat harus berpihak. Pantau Senator Catherine Cortez Masto dan Mark Warner yang mengaitkan dukungan mereka dengan perlindungan terhadap kejahatan keuangan.
Bisakah Bitcoin Tembus US$70.000?
Bitcoin (BTC) diperdagangkan di kisaran US$66.255, naik 3,5% dalam sehari dan 5,7% dalam satu minggu. Ethereum (ETH) bertambah 4,4%. XRP menguat 4,3% dalam reli pasar yang meluas hari ini.
Uang besar ikut bergerak. Exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot AS menarik sekitar US$727 juta dalam lima hari. Itu menjadi rekor terpanjang arus masuk sejak bulan Mei.
Data on-chain membuat argumen menuju US$70.000 jadi makin jelas. UTXO Realized Price Distribution (URPD) dari Glassnode menunjukkan di mana koin terakhir berpindah tangan. Hampir 397.000 BTC, atau 1,98% dari total suplai, berada di harga US$66.898, tepat di sekitar harga saat ini.
Di atas level itu, jalurnya semakin lapang. Level US$70.685 hanya menampung 206.000 BTC, atau 1,03%. Holder yang impas di harga atas semakin sedikit sehingga risiko jual di harga tinggi juga minim. Tembok suplai selanjutnya baru muncul mendekati US$83.000 hingga US$85.600.
Sejarah memberikan petunjuk lain. Saat Trump menandatangani GENIUS Act, regulasi stablecoin, pada Juli 2025, nilai pasar aset kripto tembus US$4 triliun untuk pertama kali. Tapi, pengesahan bukan garis akhir; regulator baru saja melewatkan tenggat satu tahun untuk penulisan aturan turunan dari undang-undang itu, tepat pada hari Sabtu lalu.
CLARITY Act juga melindungi dana nasabah saat platform gagal. Lender kripto seperti Celsius dan Voyager kolaps pada Juli 2022. Dana nasabah akhirnya ditarik masuk ke dalam harta pailit mereka. Lummis, Senator Republik dari Wyoming, membingkai solusi aturan ini untuk menanggulangi kejadian tersebut.
Manajer aset Bitwise sudah menyebut rancangan undang-undang ini sebagai katalis utama di Q3 yang bisa menandai titik bawah pasar. Bitcoin sekarang berada sekitar 5,6% di bawah US$70.000, dan hanya ada sedikit pasokan yang menghalangi jalannya. Apa yang akan terjadi selanjutnya tergantung pada pembaruan isi rancangan undang-undang dan juga tujuh suara Demokrat tersebut.
Langganan channel YouTube kami untuk menonton pemimpin dan jurnalis membagikan wawasan pakar









