Pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), menyebut bahwa bear market ini tidak kekurangan uang. Banyak sekali dana yang mencari tempat untuk berinvestasi.
Sementara itu, pendiri Social Capital, Chamath Palihapitiya, menyampaikan ke mana seharusnya dana itu dialokasikan menurutnya. Ia merasa bukan ke chip kecerdasan buatan (AI).
Bear Market Punya Banyak Uang, tapi Tidak Dibawa ke Aset Kripto
CZ tidak menyebut ke mana dana itu seharusnya dialirkan, tapi ia menyadari bahwa tetap ada banyak likuiditas beredar meski bear market terjadi.
Data menunjukkan alasan mengapa dana itu tidak masuk ke aset kripto. Bitcoin (BTC) diperdagangkan di kisaran US$63.037. Harganya turun 45% dalam setahun. Angka itu hampir setengah dari rekor tertingginya pada 6 Oktober.
Chamath Membeli Tanah, Bukan Chip
Sementara itu, Chamath Palihapitiya, pendiri Social Capital yang merupakan venture capitalist, wirausahawan, dan investor, membeli tiga hal sekaligus. Yaitu tanah, sambungan listrik, dan gedung kosong untuk menampung komputer.
“LPS (Land Power Shell) tetap menjadi jalan paling jelas dan tercepat untuk mendapat pengembalian dana tunai,” tulis Palihapitiya lewat unggahannya.
Palihapitiya pernah menjadi eksekutif senior di Facebook (sekarang Meta), sponsor terkenal SPAC, dan mantan pemilik minoritas Golden State Warriors.
Alasannya sederhana. Banyak kota terus menolak pembangunan data center. Setiap lokasi yang sudah punya sambungan listrik jadi semakin langka.
Data juga mendukung pendapatnya. Data Center Watch mencatat setidaknya ada 75 proyek data center AS yang diblokir atau tertunda pada awal 2026, dengan nilai sekitar US$130 miliar. Ini menjadi kuartal terburuk dalam catatan sejarah. Jumlah kelompok oposisi bahkan meningkat dua kali lipat dan kini beroperasi di 49 negara bagian.
Para politisi pun ikut turun tangan. Lebih dari 300 RUU pusat data negara bagian diajukan hanya dalam enam minggu. Maine hampir saja menjadi negara bagian pertama yang sepenuhnya melarang data center jika tidak kalah satu suara di House.
Mengapa Ia Berhenti dari Bisnis Chip
Ia mengaku pernah membantu mendirikan Groq pada 2016. Nvidia melisensikan teknologi Groq pada Desember lalu. Kesepakatan ini tidak eksklusif. Pendiri Groq, Jonathan Ross, pindah ke Nvidia.
Kedua perusahaan tidak mengungkapkan nominalnya, namun Palihapitiya menyebut US$20 miliar. Meski demikian, ia tidak ingin melakukannya lagi karena chip perlu beroperasi sangat cepat, pabrik harus sangat presisi, dan startup sulit mendapatkan cukup memori.
Berapa Banyak Listrik yang Sudah Ia Beli
Palihapitiya mengungkap bahwa ia dan partner-nya, Anita Vlallian, telah mengakuisisi hampir enam gigawatt (GW). Listrik itu akan tersedia secara bertahap sampai 2029.
Salah satu transaksi menunjukkan harga di pasar. TeraWulf, perusahaan yang terdaftar di Nasdaq dan dulunya adalah bitcoin miner, pada Juli lalu menyewakan lokasi 401 megawatt di Hawesville, Kentucky, kepada Anthropic. Masa sewanya 20 tahun dan diproyeksikan menghasilkan sekitar US$19 miliar.
Inilah bagian yang memperkuat argumen Chamath. Lokasi itu bahkan belum dibangun. Pasokan listrik baru akan mulai mengalir akhir 2027 dan beroperasi penuh awal 2028.
Tapi uang sudah tetap disetor. Palihapitiya memegang kapasitas sekitar 15 kali lipat dari proyek itu. Kapasitas yang ia pegang belum disewakan, sehingga angka tersebut menunjukkan besarnya ‘pertaruhannya’, bukan nilainya saat ini.
Namun, para miner telah lebih dulu mengambil posisi dan sudah memiliki listrik murah, lahan dengan jalur sambungan ke grid, dan gudang kosong. CEO Coinbase, Brian Armstrong, menanggapi peringatan soal mining pada Juli lalu.
Apa yang Bisa Jadi Risiko
Jordi Visser dari 22V Research menyampaikan era uang mudah di bidang AI sudah berakhir. Kini ia memperkirakan potensi kenaikan sekitar 30% per tahun saja.
Pertaruhan atas lahan pun tetap butuh adanya protes. Jika kota-kota mulai menyetujui data center kembali, kelangkaan lahan akan hilang.
US$19 miliar milik TeraWulf pun masih proyeksi. Laporan resmi perusahaan pun menyatakan itu sebagai pendapatan yang diharapkan.
CZ benar, uang memang ada di luar sana. Pertanyaannya, apakah dana itu akan masuk ke jalur listrik atau malah kembali ke Bitcoin dan pasar aset kripto.









