Pendiri Binance, Changpeng Zhao, menyebut model Hyperliquid “keren banget” di podcast Galaxy Brains minggu ini. Setelah itu, dia menambahkan kata-kata yang hanya bisa diucapkan oleh seseorang yang pernah dipenjara akibat kegagalan kepatuhan hukum.
CZ memberitahu para pendengar bahwa Binance tidak bisa bersaing di bidang khusus Hyperliquid, lalu ia mengatakan, “Mereka tidak punya KYC. Mereka mengklaim diri mereka sebagai decentralized… Saya tidak akan pernah melakukan seperti yang mereka lakukan, setelah apa yang saya alami… Saya anggap mereka punya pengacara handal,” ujar CZ.
Bagaimana Hyperliquid Terus Memperlebar Jarak
HYPE, native token milik Hyperliquid, mencetak rekor harga US$76,70 pada 16 Juni, naik lebih dari 10% dalam satu hari. Exchange-traded fund (ETF) HYPE spot telah menarik sekitar US$172 juta di bulan pertama perdagangan mereka, dan analisis target memperkirakan harga akan bergerak di kisaran US$83 hingga US$98, dengan potensi jangka panjang mencapai US$300 yang juga semakin dikaji.
Saat SpaceX menetapkan harga IPO terbesar dalam sejarah Wall Street, Bybit, Binance, dan Bitget semuanya membatalkan produk tokenisasi SpaceX mereka karena tidak bisa memperoleh cukup saham asli.
Hyperliquid sudah lebih dulu membangun sistem price discovery pra-IPO menggunakan perpetual futures sintetis (derivatif yang mengikuti harga tanpa memerlukan saham asli), kemudian berhasil mencatat volume SPCX sebesar US$1,4 miliar pada hari IPO, tanpa memegang satu pun saham asli.
Exchange milik CZ juga termasuk yang harus membatalkan produknya.
Peringatan KYC Dari Orang yang Sudah Berpengalaman
CZ mengakui bersalah atas pelanggaran anti-pencucian uang pada November 2023 dan menjalani hukuman empat bulan di penjara federal AS. Saat ia berkata bahwa platform kripto harus memiliki pengacara hebat, itu bukan sekadar basa-basi.
Aturan Know Your Customer (KYC) mewajibkan platform untuk memverifikasi identitas pengguna. Peraturan ini menjadi tulang punggung dalam kerangka anti-pencucian uang di seluruh dunia. Hyperliquid beroperasi tanpa KYC, dan memposisikan diri sebagai decentralized protocol ketimbang layanan keuangan yang teregulasi.
Namun, komentar CZ yang dia lontarkan di podcast Galaxy Brains berasal dari pengalaman pribadi. Kesepakatan pengakuan bersalah tahun 2023 dengan Departemen Kehakiman AS menyatakan bahwa Binance memproses transaksi untuk pengguna di yurisdiksi yang terkena sanksi. Dokumen itu juga menegaskan bahwa Binance gagal menjalankan kontrol KYC yang memadai.
Riwayat persaingan antara CZ dan Hyperliquid membuat komentar ini jadi semakin tajam: Binance belum melisting HYPE, dan CZ bahkan mendukung DEX pesaing.
Tindakan CZ pernah memicu perubahan besar di industri kripto sebelumnya. Pada November 2022, cuitan CZ mengumumkan bahwa Binance akan menjual seluruh kepemilikan FTT-nya, yang akhirnya memicu rush dan menyebabkan FTX kolaps. FTX sendiri mengajukan klaim hukum, menyatakan bahwa CZ memicu kehancuran itu lewat penjualan FTT yang “jahat”.









