Kembali

Dari Anak Yatim Korban Perang Menjadi Filantropis Kripto: Hadiah XRP US$145.000 dari Seorang Lansia 79 Tahun

Pilih kami di Google
sameAuthor avatar

Ditulis & Diedit oleh
Oihyun Kim

27 Maret 2026 14.28 WIB
  • Seoul National University Hospital menerima 100.000 XRP senilai sekitar US$145.000 dari Kim Geo-seok, seorang donatur berulang berusia 79 tahun.
  • Kim menjadi individu pertama di Korea Selatan yang menjadi donor aset kripto ke organisasi nonprofit setelah regulator mengizinkan likuidasi pada 2025.
  • Investor mandiri yang menjadi yatim piatu saat Perang Korea telah menyumbangkan lebih dari US$844.000 hanya untuk rumah sakit itu.
Promo

Rumah Sakit Universitas Nasional Seoul mengumumkan pada Kamis bahwa mereka telah menerima donasi sebesar 100.000 XRP dari donatur individu Kim Geo-seok. Donasi yang diberikan pada 26 Maret itu bernilai sekitar 210 juta won (US$145.000) berdasarkan harga saat ini. Ini menjadi hadiah aset kripto kedua untuk rumah sakit tersebut, setelah Kim memberikan satu Bitcoin pada November tahun lalu.

Filantropi aset kripto yang dilakukan Kim menjadi bagian dari perubahan besar dalam cara masyarakat Korea Selatan berdonasi.

Dari Anak Yatim Perang ke Investor

Kim baru berusia empat tahun ketika Perang Korea 1950-1953 memisahkan keluarganya. Ia dikirim ke panti asuhan di Pulau Jeju, sambil menanggung luka di wajah akibat serangan kelompok partisan. Setelah kembali ke Seoul, ia bekerja serabutan demi bertahan hidup.

Saat berusia 19 tahun, ia memanjat Menara Namsan — yang kini dikenal penggemar Netflix lewat KPop Demon Hunters — yang saat itu merupakan titik tertinggi di Seoul. Ia memandangi gedung-gedung gemerlap di bawahnya dan bertekad untuk memiliki rumah di salah satu di antaranya.

Kim belajar investasi secara otodidak selama puluhan tahun dengan membaca koran keuangan dari awal hingga akhir. Sosok Warren Buffett dan Peter Lynch menjadi panutannya dalam berinvestasi.

Disponsori
Disponsori

Kesuksesan Kim tidak tercapai dengan mudah. Pernah satu kali, ia kehilangan seluruh rumahnya karena gagal bertaruh di saham. Ia pun menerima pekerjaan sebagai petugas keamanan hotel dan melewati lima musim dingin sambil menabung modal dengan tangan yang membeku. Akhirnya, Kim berhasil membangun kembali portofolionya dan bisa masuk ke jajaran investor individu yang sukses.

Dalam wawancara Mei 2025 bersama Maeil Business Newspaper, Kim menyatakan bahwa menggunakan uang dengan bijak jauh lebih penting daripada sekadar menghasilkan uang. Ia juga menambahkan bahwa orang yang benar-benar kaya adalah mereka yang memahami arti memberi.

Cara Baru untuk Memberi

Saat ini, investor ritel berusia 79 tahun tersebut telah mendonasikan total 1,27 miliar won hanya untuk rumah sakit tersebut. Selain itu, ia mendanai klinik gratis di beberapa rumah sakit Palang Merah, serta memberikan donasi ke Community Chest of Korea.

Kim memulai kiprah filantropi dengan nilai besar pada 2018 lewat Community Chest of Korea. Tahun lalu, ia menjadi anggota individu pertama di “Super High-Value Donors Club” milik Palang Merah. Janjinya untuk Palang Merah mencapai satu miliar won, yang digunakan untuk membiayai klinik gratis bagi pekerja tanpa asuransi dan keluarga multikultural.

Kim Geo-seok (kiri) bersama direktur Rumah Sakit Universitas Nasional Seoul, Kim Young-tae, dalam seremoni donasi 100.000 XRP pada 26 Maret.
Kim Geo-seok (kiri) berpose bersama direktur Rumah Sakit Universitas Nasional Seoul Kim Young-tae dalam seremoni donasi 100.000 XRP pada 26 Maret | Sumber: Courtesy of Seoul National University Hospital

Saat Komisi Jasa Keuangan Korea Selatan mengizinkan lembaga nonprofit untuk mencairkan donasi aset kripto pada pertengahan 2025, Kim menjadi salah satu yang pertama bertindak. Donasi satu Bitcoin miliknya untuk Palang Merah pada Agustus 2025 menjadi donasi aset kripto individu pertama yang tercatat di negara tersebut untuk organisasi nonprofit.

Sejak itu, ia telah mengulang langkah serupa sebanyak empat kali di dua institusi berbeda. Baik Rumah Sakit Universitas Nasional Seoul maupun Palang Merah langsung mengonversi aset kripto dari Kim ke fiat menggunakan Upbit sesuai pedoman internal mereka.

‘Saya Harap Ini Menjadi Hal Biasa’

Pada seremoni donasinya ke Palang Merah terbaru pada 9 Maret, Kim menyampaikan satu harapan sederhana. Ia berharap, donasi memakai aset kripto akan menjadi hal biasa sehingga tak lagi menjadi berita utama.

Direktur rumah sakit, Kim Young-tae, menilai donasi tersebut sebagai contoh bermakna dari filantropi aset digital. Ia menyatakan dana tersebut akan digunakan untuk mendukung dana pengembangan rumah sakit serta pusat medis anak di sana.

Kim Geo-seok masih memimpikan menjadi donatur individu terbesar di Korea. Di usianya yang ke-79, mantan yatim piatu perang yang kini jadi investor itu belum menunjukkan niat untuk berhenti berderma.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori