Startup AI asal Cina, DeepSeek, mulai mempersiapkan penawaran saham perdana (IPO) dan telah membuka pembicaraan awal dengan investor baru untuk putaran pendanaan berikutnya.
Langkah ini terjadi hanya beberapa minggu setelah DeepSeek menutup putaran eksternal pertamanya, menunjukkan para investor sangat agresif mengejar perusahaan kecerdasan buatan (AI) teratas di Cina.
DeepSeek Incar Pengajuan IPO Tahun Ini dan Mulai Jajaki Investor Baru
Menurut Bloomberg, DeepSeek dapat mengajukan dokumen IPO pada akhir tahun ini atau awal 2027. Jadwal tersebut akan membuka jalan bagi debut di bursa pada tahun depan.
Perusahaan ini bekerja sama dengan penasihat akuntansi dan perbankan. DeepSeek ingin menyelesaikan laporan keuangannya pada akhir Desember.
Perusahaan yang berbasis di Hangzhou ini juga telah membuka pembicaraan awal dengan investor baru minggu ini. Financial Times melaporkan bahwa DeepSeek sedang mencari dana segar pada putaran baru, dengan target valuasi pre-money sekitar US$71 miliar.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real-time
Angka ini melampaui sekitar US$50 miliar dari putaran eksternal pertamanya. Penggalangan dana tersebut ditutup sekitar satu bulan lalu dan menarik partisipasi Tencent dan produsen baterai CATL. Pendiri Liang Wenfeng menyuntikkan dana pribadinya sekitar US$3 miliar.
Kembalinya DeepSeek ke penggalangan dana dengan cepat mencerminkan ekspektasi perusahaan terhadap peningkatan pengeluaran di masa depan. DeepSeek berencana membangun data center sendiri dan membeli lebih banyak chip AI. Perusahaan ini juga sedang mengembangkan chip AI miliknya sendiri, agar bisa mengurangi ketergantungan pada Nvidia dan Huawei, lapor Reuters awal bulan ini.
Rencana ini masih bisa berubah, karena baik jadwal IPO maupun pendanaannya bisa bergeser. Banyak hal bergantung pada kondisi pasar dan performa perusahaan.
Langkah IPO DeepSeek terjadi saat para pesaing dari AS juga bergerak ke arah yang sama. Anthropic dan OpenAI keduanya telah mengajukan prospektus IPO secara rahasia pada bulan Juni. Anthropic mengungkapkan bahwa penawaran apapun masih bergantung pada kondisi pasar dan faktor lainnya, sehingga waktu pelaksanaannya belum pasti.
Jadwal IPO OpenAI pun nampaknya masih belum pasti. CFO Sarah Friar sempat mengemukakan opsi untuk menunggu hingga 2027 sebelum melantai di bursa. Ia menyebut pembakaran kas yang besar, komitmen komputasi yang tinggi, serta beban pelaporan publik sebagai tantangannya.
Langganan channel YouTube kami untuk menonton pemimpin dan jurnalis memberikan wawasan ahli









