Industri kripto menggelontorkan US$195,8 juta di tahun 2024 demi mendapatkan Kongres AS yang lebih ramah. Pada Selasa, pemilih justru memberikan kendali kedua kamar kepada Demokrat, dan sosok yang telah menjadi target industri dengan biaya US$40 juta untuk dikalahkan justru kembali menang.
Dampaknya terasa jauh melampaui para pemilik wallet kripto. Para holder Bitcoin, investor saham kripto, dan tiap exchange di Amerika kini sama-sama menunggu satu hal, yaitu undang-undang federal yang memastikan siapa yang mengatur aset kripto. Mulai Januari, undang-undang tersebut memerlukan partai yang dipimpin oleh para tokoh yang sepanjang tahun ini justru mempertanyakan industri ini serta penghasilan kripto Presiden.
Mengapa Daftar Keinginan Kripto Kini Lebih Sulit Terkabul?
1. Setiap RUU Kripto Sekarang Butuh Dukungan Demokrat.
Partai Demokrat merebut kursi Senat yang sebelumnya dipegang Republik di Texas, Kansas, Iowa, dan Ohio, menurut PBS. CBS News memproyeksikan kendali Demokrat di kedua kamar. Kongres baru akan duduk mulai Januari.
Itu membalikkan perhitungan bagi sektor kripto. Selama ini, Partai Republik yang menentukan jadwal sidang, dan industri hanya butuh beberapa Demokrat untuk mencapai 60 suara di Senat. Mulai Januari, Demokratlah yang memutuskan RUU mana saja yang akan dipilih untuk mendapatkan suara.
Bagi industri kripto, pemilu di Ohio paling terasa dampaknya. Sherrod Brown, mantan ketua Komite Perbankan Senat dan telah lama dikenal sebagai penentang industri, berhasil mendapatkan kembali kursinya. Ia unggul atas Senator Republik Jon Husted dengan 48,6% berbanding 46,5% dari 87% suara yang telah dihitung.
Dua tahun lalu, industri kripto sudah mengeluarkan US$40 juta untuk iklan menyerang Sherrod Brown, dan saat itu ia kalah. Tahun ini, kelompok yang sama menyatakan akan mengeluarkan dana lebih besar untuk melawannya. Tetapi ia tetap menang.
2. RUU CLARITY Sudah Dalam Kondisi Lemah Sejak Awal.
RUU CLARITY adalah RUU terpenting untuk ekosistem kripto. Aturan ini bakal menentukan siapa yang mengawasi token kripto dan platform trading, apakah Securities and Exchange Commission (SEC) atau Commodity Futures Trading Commission (CFTC).
Dewan Perwakilan meloloskan RUU ini dengan suara 294–134 pada Juli 2025, didukung kedua partai. Setelah itu, RUU ini masuk ke Senat.
Namun pada 15 September, voting prosedural gagal dengan hasil 49–50, kurang dari 60 suara yang dibutuhkan, menurut firma hukum Orrick. Itu terjadi saat Partai Republik masih menguasai kedua kamar.
Ada dua polemik yang menghambatnya. Masalah pertama soal etika, di mana para legislator berselisih soal batasan pejabat federal yang memegang dan mendapat keuntungan dari kripto saat mereka juga mengatur aturannya.
Masalah kedua adalah uang. Perusahaan kripto ingin memberikan imbal hasil pada stablecoin, yaitu token kripto yang nilainya dipatok ke dolar. Tapi bank khawatir imbal hasil itu akan menarik simpanan keluar dari rekening mereka.
RUU ini belum sepenuhnya mati. Senator Thom Tillis justru sengaja memberikan suara tidak setuju, agar ia bisa mengajukan mosi untuk membawanya kembali. Meski demikian, Orrick menyoroti bahwa peluang RUU ini lolos tahun ini secara umum dianggap kecil.
3. Tanpa Undang-Undang Federal, Aturan Hanya Akan Bersifat Sementara.
Saat ini, ekosistem kripto di Amerika umumnya berjalan dengan aturan yang dikeluarkan lembaga pemerintah. Pemerintahan baru bisa kapan saja mengubah aturan itu, dan masa jabatan Trump akan berakhir Januari 2029.
Tanpa undang-undang federal, buku aturan lainnya tetap akan berlaku untuk sebagian besar aktivitas kripto, terang Orrick. Hanya stablecoin yang sudah memiliki undang-undang sendiri, yaitu GENIUS Act yang disahkan pada 2025.
Para trader aset kripto sempat khawatir jika Demokrat menang telak sebelum pemungutan suara berakhir. Mary Cull dari Cryptex Finance menyampaikan ke American Banker bahwa Senat yang dikuasai Demokrat dapat mempersulit RUU tersebut. Ia juga menggambarkan pengalaman industri di masa pemerintahan Trump.
“Dalam pemerintahan ini, saya rasa kripto benar-benar jadi anak emas,” lapor American Banker, merujuk pada ucapan Cull.
Siapa yang Akan Menentukan Nasib Kripto Mulai Januari?
4. Dua Kritikus Keras Kripto Bakal Pegang Palu Sidang.
Senator Elizabeth Warren kemungkinan besar akan memimpin Komite Perbankan Senat, menurut American Banker. Komite inilah yang mengatur jalannya pembahasan RUU kripto di Senat.
Warren memang sudah lama menjadi pemimpin Demokrat di komite tersebut. Tahun ini, ia menandatangani surat yang menekan pemerintahan Trump tentang Binance dan mendesak dilakukan sidang soal penghasilan kripto dari keluarga Trump.
Di Dewan Perwakilan, Rep. Maxine Waters diperkirakan akan memimpin Komite Jasa Keuangan. Rep. Sean Casten mungkin akan menantangnya, tapi senioritas Maxine diprediksi akan memastikan pos tersebut untuknya, terang American Banker.
Pimpinan komite punya wewenang besar. Mereka menentukan RUU yang diuji dengar pendapat, bisa memanggil eksekutif untuk bersaksi, dan dapat menerbitkan subpoena, yakni perintah hukum untuk menyerahkan dokumen.
5. Kerajaan Kripto Trump Jadi Sasaran Baru.
Jumlah uang yang dipertaruhkan memang sangat besar. Trump menghasilkan kira-kira US$1,2 miliar dari aset kripto pada 2025, menurut laporan keuangan yang dilaporkan AFP.
Sekitar US$635 juta berasal dari royalty terkait meme coin $TRUMP, yang diluncurkan beberapa jam sebelum pelantikannya. Hampir US$550 juta bersumber dari World Liberty Financial, perusahaan kripto milik keluarganya.
Pembeli token WLFI milik World Liberty justru menderita kerugian. Harganya anjlok dari 46 sen menjadi 6 sen setelah perdagangan dibuka September 2025, papar AFP.
Pada bulan Juli, lima Senator dari Partai Demokrat, termasuk Warren, mencatat pendapatan kripto keluarga tersebut sebesar US$1,4 miliar dalam sebuah surat. Mereka meminta adanya sidang serta mengutip laporan bahwa Uni Emirat Arab membeli 49% saham di World Liberty.
Bart Naylor dari kelompok konsumen Public Citizen memperkirakan Partai Demokrat akan mengejar proyek-proyek ini, mungkin dengan memanggil saksi lewat surat panggilan pengadilan. Public Citizen menilai kesepakatan ini menimbulkan pertanyaan terkait klausul emolumen, larangan konstitusi bagi presiden menerima pembayaran dari pemerintah asing.
Kongres sudah memeriksa World Liberty Financial. Gedung Putih menolak kritik ini. Mereka menyatakan, menurut AFP, bahwa baik presiden maupun keluarganya tidak pernah terlibat konflik kepentingan.
“Kontrol Demokrat juga membawa kewenangan untuk mengeluarkan surat panggilan dan pengawasan pada bisnis kripto yang terkait Trump, serta pengaruh pada konfirmasi calon regulator masa depan,” tulis salah satu pengguna X.
6. Exchange Menghadapi Pertanyaan Lebih Sulit Setelah Peretasan Binance.
Binance kehilangan sekitar US$6,3 miliar akibat peretasan pekan lalu, tutur Waters pada 30 Oktober dalam sebuah pernyataan, dengan mengutip beberapa laporan. Laporan tersebut juga mengaitkan serangan ini dengan peretas negara Korea Utara.
Jutaan nasabah tidak bisa menarik dana mereka, ujar Waters. Binance sedang berupaya mengumpulkan dana miliaran US$ untuk mengembalikannya pada mereka.
Kemudian Waters menyinggung politik. Ia menerangkan bahwa pendiri Binance, Changpeng Zhao, menanamkan lebih dari US$2 miliar ke World Liberty Financial sebelum Trump memberikannya grasi. Ia juga menyebut SEC telah menghentikan kasus penipuan terhadap Binance dan Zhao.
Anggota Demokrat Senat pun mengangkat kekhawatiran serupa pada Februari lalu. Surat mereka menyebut Binance mendorong pengguna untuk membeli USD1, token World Liberty yang dipatok ke dolar AS.
Waters meminta perlindungan konsumen, standar kejahatan keuangan, dan keamanan siber yang lebih ketat di seluruh industri.
“Warga Amerika berhak mengetahui bahwa uang mereka aman,” ujar Waters.
Apakah Ini Benar-benar Berita Buruk untuk Bitcoin?
7. Sejarah dan Regulator Menunjukkan Hal Sebaliknya.
Tidak semua anggota Demokrat menolak kripto. CLARITY Act lolos di DPR melalui pemungutan suara bipartisan, jadi puluhan anggota Demokrat juga mendukungnya.
Industri ini pun bertaruh di kedua kubu. Tahun 2024, Fairshake menghabiskan sekitar US$14 juta untuk mendukung kandidat Demokrat, menurut FactCheck.
Regulator juga terus bergerak. SEC mengajukan aturan kripto pada 18 Agustus. CFTC menyerahkan drafnya untuk ditinjau Gedung Putih pada 17 September, papar Orrick. Tapi, aturan yang mengikat sepertinya masih setidaknya membutuhkan waktu lebih dari setahun.
Pasar sudah beberapa kali tidak terpengaruh pemilu sela. S&P 500 selalu naik setelah setiap pemilu sela sejak 1982, dan Bitcoin juga berakhir lebih tinggi setahun setelah pemilu terakhir. Dalam semalam, Bitcoin dan Futures saham AS bergerak liar ketika hasil mulai masuk.
Mesin uang kripto juga tidak melambat. Fairshake berhasil mengumpulkan hampir US$137 juta untuk pemilu tahun ini hingga 30 Juni, terang FactCheck. Tapi, itu tetap tak mampu menghentikan Brown.
Ujian berikutnya akan berlangsung sebelum Januari. Jika CLARITY Act tidak berjalan di minggu-minggu terakhir masa kongres ini, maka rancangan undang-undang kripto terbesar harus diulang dari awal di bawah kepemimpinan Warren dan Waters.











