Lihat lebih banyak

DOJ Amerika Serikat Serukan Penyelidikan Independen atas Kehancuran FTX

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Wali Amanat AS dilaporkan telah meminta hakim kebangkrutan FTX untuk menunjuk seorang pemeriksa dalam proses kepailitan perusahaan itu.
  • Pihak netral dinilai harus ikut menyelidiki kejatuhan kerajaan kripto Sam Bankman-Fried (SBF) ini.
  • Kabar ini datang setelah SBF, yang kini sudah menjadi mantan CEO FTX, telah tampil di berbagai media untuk memberikan permintaan maaf.
  • promo

Pengawas kebangkrutan Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) menyerukan penyelidikan independen atas kehancuran FTX Group. Pihak netral dinilai harus ikut menyelidiki kejatuhan kerajaan kripto Sam Bankman-Fried (SBF) ini.

Wali Amanat AS, bagian dari DOJ yang mengawasi pengadilan kebangkrutan, dilaporkan telah meminta hakim kebangkrutan FTX untuk menunjuk seorang pemeriksa dalam proses kepailitan perusahaan itu. Pemeriksa itu akan menerbitkan laporan publik tentang kehancuran FTX dan menyelidiki dugaan kesalahan.

“Seorang pemeriksa dapat dan harus menyelidiki tuduhan penipuan, ketidakjujuran, ketidakmampuan, kesalahan, dan salah urus yang substansial dan serius [oleh FTX],” kata pengacara Wali Amanat AS dalam surat pengadilan pada hari Kamis (1/12).

Selain itu, pemeriksa juga harus menyelidiki, “Keadaan seputar keruntuhan debitur [yaitu FTX Group], konversi nyata dari properti pelanggan crypto exchange itu, serta apakah ada klaim yang dapat ‘mewarnai’ dan penyebab tindakan untuk memperbaiki kerugian.”

Sebagai informasi, pemeriksa tersebut kadang-kadang diangkat dalam kebangkrutan AS yang besar dan kontroversial ketika seorang hakim menganggapnya perlu.

Setelah Lehman Brothers bangkrut, seorang pemeriksa akhirnya menerbitkan laporan padat yang menjelaskan apa yang salah. Di samping itu, seorang pemeriksa juga menyelidiki kehancuran crypto lending platform Celsius Network.

Manajemen FTX yang baru memang telah melakukan pekerjaan pendahuluan yang berharga untuk mengurai berbagai masalah FTX. Namun, ada penilaian dari pengacara Wali Amanat AS, yang menyebutkan, “Pertanyaan yang dipertaruhkan di sini terlalu besar dan terlalu penting untuk diserahkan pada penyelidikan internal.”

SBF Beri Permintaan Maaf di Berbagai Acara Publik

Kabar ini datang setelah SBF, yang kini sudah menjadi mantan CEO FTX, telah tampil di berbagai media untuk memberikan permintaan maaf.

Setidaknya, dia telah membuka sesi tanya jawab dengan blogger kripto Tiffany Fong; tampil secara virtual dalam acara DealBook Summit; menerima undangan wawancara 4 mata dengan pihak ABC News; menjelaskan penyebab kehancuran FTX di New York Magazine; hingga menyempatkan terlibat dalam sebuah diskusi di Twitter Spaces.

Dalam wawancara dengan ABC News, SBF mengklaim bahwa dia tidak menghabiskan waktu untuk melakukan manajemen risiko apa pun di FTX.

Ketika ditanya apa yang akan dia katakan di pengadilan terkait tuduhan seputar penyalahgunaan uang pelanggan, SBF berhenti sejenak sebelum akhirnya menjawab, “Saya tidak tahu ada penyalahgunaan dana pelanggan.”

Berikutnya, saat ditanya tentang klaim bahwa dia sebagai ahli manajemen risiko, SBF menjawab, “Saya bahkan tidak mencoba. Saya tidak menghabiskan waktu atau upaya untuk mencoba mengelola risiko di FTX. Saya tidak tahu harus berkata apa, seperti apa yang terjadi terjadilah.”

SBF mengakui pula memiliki hubungan asmara 6 bulan dengan CEO Alameda Research, Caroline Ellison.

SBF Tidak Ingat Alasan FTX Ajukan Kebangkrutan

Saat menjelaskan bagaimana FTX runtuh, SBF mengatakan kepada New York Magazine bahwa dia menyalahkan posisi margin dari klien yang sangat besar yang telah dilikuidasi, sehingga meninggalkan lubang besar di neraca keuangan FTX. Adapun klien itu adalah Alameda Research yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh SBF.

SBF mengklaim bahwa hal itu tidak terjadi karena paparan langsung ke ekosistem Terra (LUNA), tetapi sangat dipengaruhi oleh keruntuhan ekosistem itu pada bulan Mei lalu.

Sementara itu dalam Twitter Spaces yang diselenggarakan oleh Mario Nawfal, SBF menyesali bagaimana dia salah menangani FTX, tetapi tidak begitu mengingat semua detailnya.

SBF mengaku bahwa dia tidak jelas tentang beberapa peristiwa yang menyebabkan perusahaannya mengajukan perlindungan kebangkrutan. Dia melontarkan kalimat “saya tidak ingat” setidaknya 10 kali untuk menghindari pertanyaan tentang bagaimana dia salah menangani kerajaan kriptonya.

Bagaimana pendapat Anda tentang seruan DOJ untuk menggelar penyelidikan independen terhadap FTX? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori