Kembali

Apakah Korea Utara di Balik Peretasan Drift Protocol? Ini Data yang Ditunjukkan

Pilih kami di Google
author avatar

Ditulis oleh
Kamina Bashir

editor avatar

Diedit oleh
Harsh Notariya

03 April 2026 16.27 WIB
  • Elliptic menandai adanya keterkaitan Korea Utara dalam exploitasi Drift Protocol senilai US$286 juta.
  • Jika dikonfirmasi, ini akan menjadi pencurian aset kripto DPRK ke-18 yang dilacak pada 2026.
  • Peretas Korea Utara mencuri setidaknya US$2,02 miliar dalam aset digital pada 2025.
Promo

Analisis terbaru dari perusahaan analitik blockchain Elliptic menyatakan bahwa pelaku yang terhubung dengan Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) mungkin berada di balik peretasan Drift Protocol.

Laporan tersebut menyoroti bahwa hacker menargetkan tiga vault utama. Ini termasuk JLP Delta Neutral, SOL Super Staking, dan BTC Super Staking.

Menariknya, wallet yang dipakai dalam serangan tersebut sudah dibuat sekitar delapan hari sebelum kejadian. Wallet itu juga pernah menerima transaksi uji coba kecil dari vault Drift, sehingga mengisyaratkan aksi yang telah direncanakan dengan matang.

Disponsori
Disponsori

Aset curian itu lalu ditukar menjadi USDC dan dipindahkan lintas chain dari Solana ke Ethereum.

“Perilaku on-chain, metode pencucian, dan indikator di tingkat jaringan yang berkaitan dengan serangan ini sesuai dengan teknik yang telah diamati dalam operasi DPRK sebelumnya,” terang laporan tersebut.

Penyelidikan TRM Labs juga menyoroti peran hacker Korea Utara. Investigasi itu menemukan sejumlah sinyal yang sejalan dengan taktik yang umumnya digunakan oleh operasi hacker Korea Utara.

“Penggunaan Tornado Cash untuk tahap awal, waktu peluncuran token CarbonVote pada pukul 09:30 waktu Pyongyang, pola bridging lintas chain, serta kecepatan dan besaran pencucian dana setelah peretasan — semuanya sangat sesuai dengan teknik yang diamati dalam aksi hack yang dikaitkan ke DPRK sebelumnya, termasuk eksploitasi Bybit di tahun 2025.”

Serangan pada 1 April terhadap platform perpetual futures berbasis Solana (SOL) ini tercatat sebagai peretasan Decentralized Finance (DeFi) terbesar di tahun 2026. Dampak kasus ini pun terus meluas, dengan laporan menyatakan jumlah proyek yang terdampak kini telah bertambah menjadi 20.

Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real-time

Jika memang benar, insiden ini akan menjadi aksi ke-18 yang terkait dengan DPRK yang dipantau Elliptic di tahun 2026, sehingga total kerugian sepanjang tahun ini melampaui US$300 juta. Menurut Elliptic, para pelaku ini juga disebut telah mencuri lebih dari US$6,5 miliar aset kripto dalam beberapa tahun terakhir.

Laporan Chainalysis mengungkapkan bahwa hacker Korea Utara berhasil mencuri rekor US$2,02 miliar hanya dalam tahun 2025, yang naik 51% dibanding tahun sebelumnya dan terutama dipicu oleh pembobolan Bybit senilai US$1,5 miliar.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori