Lihat lebih banyak

Euforia Meme Coin BRC-20 Bikin Jaringan Bitcoin “Padat”, Biaya Minting Cetak Rekor Puncak

2 mins
Oleh Rahul Nambiampurath
Diterjemahkan Zummia Fakhriani
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Aktivitas meme coin dengan standar BRC-20 Bitcoin telah meningkat tajam dan mendongkrak total kapitalisasi pasarnya menembus angka US$541 juta.
  • Meme coin seperti PEPE dan WOJAK menimbulkan kemacetan di jaringan Ethereum dan token baru BRC-20 kini juga memengaruhi jaringan Bitcoin.
  • Sebuah standar baru bernama BRC-21 telah diusulkan untuk mengatasi masalah ini.
  • promo

Menurut beberapa metrik jaringan, sejumlah meme coin kini bertransisi ke standar BRC-20. Tren ini menunjukkan adanya fenomena “kegilaan meme coin BRC-20” di yang memadati jaringan Bitcoin.

Meme coin, yang popularitasnya telah melonjak dalam beberapa bulan terakhir ini, mulai merajai jaringan Bitcoin. Meme coin baru ini dicetak menggunakan standar BRC-20 alih-alih Ethereum, karena jaringan Ethereum mengalami kemacetan akibat token-token baru tersebut.

Biaya Minting Harian Token BRC-20 Sentuh Rekor Tertinggi

Seperti yang terlihat pada data Dune, biaya minting (pencetakan) harian BRC-20 mencapai rekor tertingginya sebesar 247 BTC pada tanggal 7 Mei kemarin. Dan total biaya untuk Bitcoin Ordinals ini adalah 641 BTC. Grafiknya menunjukkan bahwa tercatat lonjakan yang signifikan pada biaya ini pada akhir April, sekitar waktu ketika transaksi harian Bitcoin mencetak titik ATH berkat Ordinals.

Dari perspektif lain, biaya transaksi Bitcoin berhasil menembus angka 400 BTC pada tanggal 7 Mei, yang artinya meningkat 18 kali lipat dari bulan lalu.

Bitcoin BRC-20 minting sees daily Ordinals fee hit all time high figures. Like PEPE and WOJAK (meme coins) clogging Ethereum, Ordinals minting is clogging the Bitcoin network: Dune
Biaya Pencetakan BRC-20 | Sumber: Dune

Dengan total kapitalisasi pasar sebesar US$541 juta yang tercapai sejauh ini, token-token BRC-20 jelas telah mengambil alih jaringan Bitcoin. Ada total 14.079 token semacam itu, dan banyak di antaranya adalah meme coin. Ini pun menjadi alasan utama pesatnya pertumbuhan Ordinals, bersamaan dengan NFT.

Salah satu alasan mengapa meme coin beralih ke BRC-20 bisa jadi karena meme coin telah membuat jaringan Ethereum tertimpa masalah kemacetan (congestion). Salah satu meme token populer, PEPE, telah berkontribusi besar terhadap kemacetan ini. Tapi terlepas dari itu, meme coin ini juga sukses mengambil hati para anggota komunitas belakangan ini, dengan lonjakan sekitar 40.000%.

Meme Coin Bikin Macet Jaringan Bitcoin

Di sisi lain, popularitas Ordinals juga sempat menyebabkan Binance terpaksa menghentikan layanan penarikan BTC di bursanya. Bursa tersebut terhitung telah menghentikan penarikan sebanyak dua kali dalam kurun waktu 12 jam karena besarnya volume transaksi yang tertunda. Fakta bahwa meme coin ini turut memengaruhi CEX terbesar di dunia ini menjadi bukti bahwa ada fenomena mania yang muncul saat ini.

Token BRC-20 sendiri adalah token yang fungible pada jaringan Bitcoin. Ini adalah standar token eksperimental, meskipun pengguna sudah mulai berbondong-bondong beralih ke standar ini, seperti yang terlihat dari aktivitas tinggi yang terjadi.

Sudah Ada Proposal Standar Token BRC-21

Sementara BRC-20 telah mengambil alih jaringan, standar baru yang disebut BRC-21 sudah mulai masuk proses pengerjaan. Standar baru ini pertama kali diusulkan pada 7 Mei.

Nantinya, BRC-21 akan memungkinkan token pada chain lain untuk dicetak dan ditebus/ditukarkan ke dan dari blockchain Bitcoin. Dokumentasi tersebut menjelaskan bahwa kasus penggunaan utama dari standar BRC-21 adalah “mengimplementasikan stablecoin terdesentralisasi pada Lightning Network atau protokol pembayaran serupa.”

Bagaimana pendapat Anda tentang popularitas meme coin BRC-20 ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Zummia.jpg
Zummia Fakhriani
Zummia adalah seorang penulis, penerjemah, dan jurnalis dengan spesialisasi pada topik blockchain dan kripto. Ia mengawali sepak terjang di industri kripto sebagai trader kasual sejak 2015. Kemudian, mulai berkiprah sebagai penerjemah profesional di industri sejak 2018 sembari mengenyam tahun ketiganya di program studi Sastra Inggris kala itu. Menyukai topik terkait DeFi, koin privasi, dan Web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori