FTX Ternyata Jadi Pemegang Saham Mayoritas di Bitocto yang Beroperasi di Indonesia

Diperbarui oleh Ahmad Rifai
Ringkasan
  • FTX ternyata menjadi pemegang saham mayoritas di Bitocto.
  • Crypto exchange ini telah mendapat lisensi dari regulator untuk beroperasi di Indonesia.
  • BAPPEBTI menerangkan pihaknya belum setuju atas perubahan pengurus dan pemegang saham Bitocto.

FTX ternyata menjadi pemegang saham mayoritas di Bitocto, crypto exchange yang telah mendapat lisensi dari regulator untuk beroperasi di market Indonesia.

Tim BeInCrypto mulai menyadari adanya hubungan Bitocto dengan kerajaaan kripto Sam Bankman-Fried (SBF) dalam lampiran dokumen presentasi sidang kebangkrutan FTX yang pertama pada hari Selasa (22/11). Dokumen presentasi itu menggambarkan sekilas informasi tentang FTX Group.

Dalam rangka mengelola urusan FTX Group sebagai pihak debitur, manajemen FTX yang baru membuat 4 kelompok bisnis yang disebut sebagai silo untuk tujuan pemulihan aset. Adapun 4 kelompok yang dimaksud terdiri dari Ventures Silo, Alameda Silo, WRS Silo (termasuk FTX US), dan Dotcom Silo (termasuk FTX.com).

Merujuk dari ‘aset-aset terpilih’ berdasarkan kategori silo yang ada, Ventures Silo dan Alameda Silo mencakup investasi venture capital (VC) dan beragam bisnis lainnya. Entitas yang masuk dalam hal ini meliputi, Aptos, Mysten Labs (Sui), Altimeter, Sequoia, Skybridge, Circle, StarkWare, LayerZero, hingga Paradigm.

Kemudian, aset-aset yang masuk dalam kategori WRS Silo dan Dotcom Silo, meliputi sejumlah bisnis crypto exchange yang telah mendapatkan lisensi beroperasi dari regulator, broker dealer yang berlisensi, serta investasi VC dan beragam bisnis lainnya.

Di bagian para crypto exchange yang telah mendapatkan lisensi beroperasi dari regulator, terdapat nama Bitocto. Nama Bitocto terpampang jelas bersama FTX.com, FTX US, hingga Liquid (FTX Jepang).

Nama Bitocto masuk dalam dokumen presentasi sidang kebangkrutan FTX

Tanggapan BAPPEBTI Soal Bitocto Punya Afiliasi dengan FTX

Tampilan situs web Bitocto

Sebagai informasi, Bitocto masuk dalam 25 Calon Pedagang Fisik Aset Kripto di Indonesia yang telah memiliki nomor tanda daftar dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

Data dari BAPPEBTI mencatat Bitocto dioperasikan oleh PT Triniti Investama Berkat. Perusahaan ini telah mendapatkan izin dari BAPPEBTI sejak 29 Mei 2020. Adapun alamat perusahaan berada di Menara Kadin Indonesia, Lantai 16 Unit D, Jalan HR Rasuna Said, Blok X-5 Kav. 2-3, Jakarta Selatan, Indonesia.

Bitocto dalam daftar Calon Pedagang Fisik Aset Kripto yang diterbitkan BAPPEBTI

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU), Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), mayoritas saham PT Triniti Investama Berkat (Bitocto) yang mencapai 99% dimiliki oleh FTX Trading Ltd (FTX.com). Sementara itu, sisanya 1% saham Bitocto dimiliki oleh Genesis Block Ltd.

Milken Jonathan yang tercatat sebagai CEO PT Triniti Investama Berkat, di akun LinkedIn miliknya tertulis sebagai founder Bitocto. Selain itu, Bitocto memiliki 2 direktur yang masing-masing beralamat di Hong Kong. Kemudian, komisaris utama Bitocto tertulis memiliki alamat di Hong Kong dan 1 komisaris beralamat di Korea Selatan.

Informasi mengenai persentase saham hingga direktur dan komisaris Bitocto telah mendapat Surat Ketetapan (SK) Pengesahan AHU pada 8 September 2022, dengan akta notaris yang terbit pada 24 Agustus 2022.

Namun, terkait 99% saham Bitocto yang dimiliki oleh FTX, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar BAPPEBTI, Tirta Karma Senjaya, menerangkan bahwa pihaknya belum setuju untuk perubahan pengurus dan pemegang saham Bitocto.

“Dana dan aset nasabah masih aman karena sistem masih yang Bitocto, belum ada integrasi sistem dari FTX,” jelas Tirta Karma Senjaya kepada BeInCrypto pada hari Rabu (23/11).

Genesis Block Terkena Krisis FTX

Sebagai pengingat kembali, Genesis Block memiliki 1% saham di Bitocto. Selain itu, Bitco mempunyai 2 direktur dan 1 komisaris utama yang beralamat di Hong Kong.

Menariknya, Genesis Block yang bermarkas di Hong Kong pada 18 November lalu dilaporkan telah menghentikan operasi perdagangan mereka mengutip dampak yang lebih luas dari kehancuran FTX serta masalah solvabilitas di beberapa perusahaan kripto besar lainnya.

Genesis Block, yang disebut pernah mengoperasikan salah satu jaringan ATM Bitcoin terbesar di Asia, mengatakan akan menutup portal perdagangan over-the-counter (OTC) aset digital mereka pada 10 Desember mendatang.

“Kami telah menghentikan perdagangan, karena kami tidak tahu rekanan mana yang akan gagal berikutnya. Jadi, kami lebih suka menutup semua posisi kami untuk mendapatkan kembali sebagian likuiditas kami,” jelas eksekutif Genesis Block, Wincent Hung, kepada Reuters.

Perusahaan ini turut meminta agar para pelanggan menarik dana mereka dan mengaku tidak akan menerima pelanggan baru.

Menurut sumber yang mengetahui persoalan ini, bahkan sebelum kebangkrutan FTX pada 11 November kemarin, Genesis Block telah memutuskan hubungan dengan FTX pada awal bulan November.

Selain itu, ada sumber yang mengatakan bahwa seorang eksekutif Genesis Block sebelumnya adalah direktur FTX Hong Kong, tetapi lantas mengundurkan diri dari jabatan direktur pada bulan ini. Perlu diingat, FTX Hong Kong adalah salah satu dari sekian banyak perusahaan afiliasi FTX yang telah mengajukan prose kebangkrutan.

Tidak berhenti sampai di sana, juga muncul laporan bahwa Genesis Block memiliki dana yang terperangkap di FTX bernilai lebih dari US$50 juta. Dampak ini dinilai cukup signifikan sehingga muncul keputusan menutup bisnis OTC mereka.

Bagi yang belum tahu, Genesis Block didirkan oleh Wincent Hung dan Clement Ip pada tahun 2012. Sementara itu, Bitocto memiliki Komisaris Utama yang bernama Clement Joshua Ip dan beralamat di Hong Kong.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.