Gas Town (GAS) muncul sebagai altcoin top gainer harian di pasar aset kripto, naik lebih dari 500% dan mencetak all-time high (ATH) baru hari ini.
Reli ini menjadi bagian dari tren baru yang berkembang di mana para builder makin banyak memanfaatkan aset kripto untuk mendukung pengembangan proyek.
SponsoredApa Itu Token Gas Town (Gas)?
Token GAS terinspirasi dari Gas Town. Proyek ini merupakan framework AI multi-agent orchestration buatan Steve Yegge, mantan engineer senior di Google dan Amazon.
“Yegge merilis Gas Town pada 1 Januari 2026: sebuah open-source workspace manager multi-agent yang dirancang untuk mengoordinasikan dan mengatur AI coding agent seperti Claude Code dan Gemini. Framework ini memungkinkan pengembang menjalankan 20–30 (atau lebih) AI agent secara bersamaan dalam proyek kompleks tanpa kehilangan konteks, tanpa menciptakan konflik merge, ataupun membuat kekacauan tugas,” tulis Lookonchain .
Gas Town berbeda dengan asisten biasa karena berfungsi seperti pabrik coding AI skala industri. Arsitektur agent yang bertingkat terdiri atas bagian yang disebut Town (kantor pusat) dan Rigs (repository).
Sistem ini juga memiliki peran seperti Mayor (agent utama), Overseer (pengguna), Refinery, Polecats, Crew, Witness, Deacon, dan Dogs. Seperti yang dijelaskan posting blog Yegge, Gas Town “mirip sekali dengan” Kubernetes dan Temporal, serta “100% vibe coded.“
Berkat pertumbuhan minat pada proyek ini, sebuah token langsung muncul, meski bukan dari Yegge sendiri. Seorang anggota komunitas anonim menciptakan token GAS di BAGS.
BAGS merupakan platform crypto yang berfokus pada kreator dan launchpad di blockchain Solana. Dalam blog terbaru, Yegge mengungkapkan bahwa komentar seorang pengguna membuatnya sadar dia telah menerima dana sekitar US$49.000 dalam bentuk BAGS.
Sponsored Sponsored“Singkat cerita, pagi ini saya benar-benar mengklaim penghasilan saya; totalnya waktu itu sudah naik jadi US$68.000 dan sekarang menjadi US$75.000. Dan saat postingan ini mulai beredar, yah, bisa dibilang saya akan ada klaim tambahan lagi,” terang dia . “Sebagai pencipta Gas Town, saya mendapatkan 99% dari trading fee tersebut, berkat orang yang menciptakan koin GAS.”
Ia juga menuturkan bahwa dana tersebut akan memungkinkan dirinya berinvestasi ulang ke proyek, sehingga peluang Gas Town menjadi lebih sukses makin terbuka lebar.
“Dengan AI, ekonomi kreator akan mengalahkan ekonomi korporasi. Dalam 2 tahun ke depan semuanya akan terbalik,” papar Yegge.
Mengapa Gas Token Mengalami Reli?
Menariknya, token ini sudah mencuri perhatian beberapa key opinion leader (KOL), sehingga membuat popularitasnya makin meroket dan sepertinya turut memicu reli harga terbaru ini.
Menurut data GeckoTerminal, kapitalisasi pasar token GAS sempat menyentuh hampir US$60.000.000 hari ini, yang merupakan ATH baru. Pada waktu publikasi, token ini diperdagangkan di US$0,044, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$44.000.000.
Aktivitas trading ikut melonjak seiring pergerakan harga. GAS mencatat volume perdagangan 24 jam sebesar US$109.000.000, naik tajam 1.613%.
Investor awal telah menikmati imbal hasil besar berkat lonjakan harga GAS. Lookonchain melaporkan seorang trader (S2XVoy) membelanjakan US$394 untuk mendapatkan 12,6 juta token GAS. Dari jumlah tersebut, investor tersebut telah menjual 5,3 juta token dengan nilai sekitar US$98.800. Selain itu, nilai sisa asetnya, yaitu 7,3 juta GAS, kini telah naik menjadi sekitar US$322.500.
Sponsored Sponsored“Hanya dengan US$394 bisa jadi profit US$420.700 — cuan 535x lipat!” bunyi unggahan tersebut.
Token GAS menunjukkan bagaimana pengembang AI open-source dapat memakai aset kripto untuk menggalang dana langsung dari komunitasnya. RALPH adalah contoh lain.
Token ini terinspirasi dari teknik Ralph Wiggum yang dikembangkan oleh Geoffrey Huntley. Dia telah secara terbuka mendukung token ini dan membuat website khusus untuknya. Sebanyak 99% royalti dialokasikan untuk mendukung riset terbuka Huntley tentang software evolusioner.
“Akhir-akhir ini ada fenomena baru yang terjadi di onchain…Fenomena ini terutama berfokus pada para founder AI open source, pengembang, dan engineer yang memanfaatkan aset kripto untuk mengumpulkan sumber daya, mirip seperti yang kita lihat pada tren agent meta dan Internet Capital Markets. Jika dibandingkan dengan tren sebelumnya, gelombang kali ini nampaknya jauh lebih berakar pada pengembangan nyata di dunia nyata,” terang Connor King .
Meski tren baru ini menyoroti cara-cara baru bagi pengembang untuk menarik perhatian dan sumber daya melalui mekanisme asli kripto, hasil akhirnya kemungkinan bakal berbeda-beda di setiap proyek. Penting juga untuk dicatat bahwa GAS adalah token baru dengan kapitalisasi pasar di bawah US$100,000.000.
Aset dengan ukuran seperti ini bisa sangat fluktuatif dan rentan terhadap manipulasi harga. Investasi pada token tahap awal membawa risiko besar, dan pembaca harus melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan finansial apa pun.
Minat pasar terhadap token seperti ini biasanya menunjukkan perpaduan antara eksperimen teknologi, partisipasi komunitas, dan aktivitas spekulatif. Meski begitu, seberapa berkelanjutan model-model ini akan sangat bergantung pada eksekusi, transparansi, dan relevansi jangka panjang.