Crypto exchange Gate membebankan dividen saham ke kontrak yang salah pada hari Rabu. Trader yang bertaruh melawan posisi tersebut terlikuidasi, meski harganya nyaris tidak bergerak.
Gate menyalahkan dua aset yang memiliki nama sama. Platform ini menyebut sekitar 200 akun terdampak dan akan menanggung seluruh kerugian.
Bagaimana Error Dividen Gate Terjadi
Pada hari Senin, Gate merilis sebuah pengumuman tentang Franklin Resources, manajer aset AS di balik Franklin Templeton. Dalam pengumuman itu disebutkan dividen perusahaan sebesar US$0,33 per saham akan diberikan melalui kontrak bernama BENUSDT pada pukul 08:00 UTC hari Rabu.
BENUSDT merupakan sebuah kontrak perpetual futures, yaitu pertaruhan harga sebuah aset yang tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Sesuai aturan Gate, trader yang bertaruh harga naik (long) akan menerima pembayaran. Trader yang bertaruh harga turun (short) harus membayar biaya tersebut.
Namun, tangkapan layar yang dibagikan para trader menunjukkan BENUSDT diperdagangkan di kisaran US$0,000585, bukan pada harga saham. Itu adalah harga token kripto bernilai rendah dengan ticker yang sama.
Beban US$0,33 ke kontrak tersebut berarti sekitar 564 kali lipat dari harga kontraknya.
Mengapa Trader Short Rugi Walau Harga Tidak Bergerak
Trader dengan leverage harus menyetor dana jaminan (margin) untuk menanggung risiko kerugian. Jika margin tersebut habis, exchange akan menutup posisi secara otomatis. Inilah yang disebut likuidasi.
Beban dividen saja sudah cukup menguras margin tersebut. Pihak Gate sebelumnya memang sudah memperingatkan trader short bahwa pembayaran ini bisa memicu likuidasi bila saldo margin mendekati habis.
Beberapa akun menggunakan satu pool margin untuk beberapa posisi, sehingga posisi lain ikut tertutup. Salah satu tangkapan layar yang diunggah user @SmallPig0526 di X (Twitter) memperlihatkan saldo akun menjadi minus US$1,46 juta.
Trader long mengalami hal sebaliknya, yaitu saldo mereka bertambah sangat besar. Belum ada kepastian apakah dana tersebut sempat ditarik.
Gate Pastikan Pengguna Tidak Akan Menanggung Kerugian
Godot, pimpinan program komunitas creator Gate, menyampaikan masalah ini ditemukan dan diperbaiki dalam hitungan menit. Ia menambahkan saldo pengguna sedang dipulihkan dan Gate akan menanggung semua kerugian.
“Hari ini pukul 16:00 UTC+8, saat memproses funding rate kontrak BEN sesuai pengumuman dua hari sebelumnya, kami mengalami error karena nama yang sama, sehingga berdampak pada total 200 akun… Permasalahan tampilan saldo pengguna sedang kami atasi secara bertahap. Semua pengguna tidak mengalami kerugian apa pun, Gate sepenuhnya bertanggung jawab,” tulis Godot dalam sebuah unggahan.
Sampai sekarang Gate belum mengeluarkan laporan insiden secara detail. Kesalahan ini terjadi di saat exchange tersebut terus memperluas ke produk saham, termasuk fitur trading saham Jepang yang diluncurkan pada Agustus lalu.
Pesaing lain juga melakukan hal serupa. NYSE baru saja menandatangani kerja sama untuk menghadirkan saham AS ter-tokenisasi kepada pengguna kripto.
Gate juga masih belum memberi penjelasan mengenai bagaimana menangani kredit yang sudah masuk ke trader long.









