Avalanche telah mengalami pemulihan secara bertahap selama seminggu terakhir, naik 13% dan mulai mendekati batas harga penting. Momen ini bersamaan dengan peluncuran produk institusional besar, sehingga menimbulkan harapan akan reli besar berikutnya.
Harapan tersebut belum terwujud. Untuk memahaminya, kita perlu melihat lebih dekat pada dinamika permintaan yang diam-diam menghambat momentum harga AVAX.
Bisakah Grayscale Membantu AVAX?
Grayscale meluncurkan Avalanche Staking ETF dengan kode GAVA pada 12 Maret, menawarkan struktur biaya 0%. Penawaran tanpa biaya ini bertujuan menarik modal institusi dan banyak yang memperkirakan bisa jadi katalis harga bagi AVAX. Tapi, peluncuran ini ternyata belum mampu menghadirkan momentum yang diharapkan banyak pelaku pasar.
Ingin insight token seperti ini lagi? Daftar untuk Newsletter Kripto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.
Penyebabnya ada pada lemahnya permintaan di pasar keuangan tradisional. Sejak VanEck Avalanche spot ETF diluncurkan pada akhir Januari, dana masuknya baru mencapai US$9,89 juta. Sebagian besar hari perdagangan bahkan tidak ada transaksi sama sekali, menunjukkan minimnya minat dari investor yang fokus pada ekonomi makro.
Tidak adanya partisipasi institusional secara berkelanjutan inilah yang membuat peluncuran GAVA terjadi di lingkungan permintaan yang sudah dingin, sehingga berimbas kecil terhadap harga.
Holder AVAX Mengalami Koreksi
Indikator Chaikin Money Flow mengungkap masalah struktural yang menyebabkan harga AVAX bergerak lambat. CMF, yang melacak arus modal masuk dan keluar suatu aset, selama hampir sebulan terakhir membentuk divergensi bearish dengan harga AVAX. Divergensi ini menjadi sinyal peringatan teknikal yang selama ini banyak diabaikan pasar.
Sementara harga AVAX terus mencetak higher high dalam beberapa minggu terakhir, CMF justru menorehkan lower high di saat yang sama. Ketidaksesuaian ini menegaskan bahwa arus keluar modal secara diam-diam mendominasi aset tersebut, meskipun harga di permukaan tampak menguat.
Kenaikan harga ini tidak didukung adanya arus modal masuk yang kuat, sehingga reli yang terjadi belum punya fondasi kuat untuk menembus resistance kunci secara bertahan.
Harga AVAX Bisa Mengalami Koreksi
AVAX saat ini diperdagangkan di US$9,98, berada sedikit di atas level support US$9,92. Altcoin ini naik 13% minggu ini melalui kenaikan bertahap, bukan lewat breakout yang meyakinkan. Faktor eksternal seperti peluncuran ETF dari Grayscale pun belum berhasil mengubah arah harga secara signifikan, sehingga level teknikal masih jadi acuan utama untuk pergerakan jangka pendek AVAX.
Jika arus keluar modal yang berlangsung saat ini mulai diperhitungkan lebih agresif di pasar, AVAX berpotensi turun menuju support US$9,36 yang merupakan garis retracement Fibonacci 38,2%. Jika level ini jebol, maka altcoin ini bisa saja semakin melemah menuju US$8,67 – area Fibonacci 23,6% yang sudah lama dianggap sebagai support utama saat pasar bearish. Breakdown di bawah area ini bisa menyebabkan kerugian besar pada portofolio para investor.
Agar reli yang sesungguhnya bisa terjadi, AVAX harus mampu mengubah resistance US$10,48 menjadi level support yang terkonfirmasi. Level ini sesuai dengan garis retracement Fibonacci 61,8% sehingga menjadi zona teknikal yang sangat krusial. Jika AVAX berhasil menembus dan bertahan di atas level ini, koin ini berpeluang beranjak menuju US$11,28 – artinya gain 13% dari harga saat ini, mengulang pemulihan minggu ini dan sekaligus membatalkan skenario bearish yang mendominasi.