Bitcoin terus naik perlahan, dengan harga menembus di atas US$74.000 minggu ini dalam pergerakan yang mengisyaratkan meningkatnya permintaan. Pergerakan naik ini terlihat kuat di permukaan, namun dinamika di baliknya memperlihatkan situasi yang lebih kompleks.
Beberapa indikator bearish menunjukkan bahwa kenaikan saat ini belum menjadi pembalikan tren yang terkonfirmasi, sehingga kehati-hatian masih sangat diperlukan.
Bitcoin Nampaknya Akan Mengulang Masa Lalu
Saat Bitcoin menembus di atas US$74.000 minggu ini, rata-rata pergerakan sederhana dalam 12 jam untuk profit realisasi holder jangka pendek melonjak ke US$18,4 juta per jam. Angka tinggi ini mencerminkan pola yang terjadi sepanjang Februari, ketika STH secara konsisten menjual setiap reli di atas US$70.000. Setiap kali harga naik lebih tinggi, pengambilan untung dari pembeli BTC terbaru langsung melemahkan momentum sebelum tercipta breakout yang bertahan lama.
Perilaku ini mencerminkan ciri khas awal pemulihan pada masa bear market. Para pembeli baru lebih memilih keluar dari posisi ketimbang menahan posisi melewati level resistance. Kebiasaan mereka yang melihat kekuatan harga sebagai peluang keluar, bukan sinyal untuk akumulasi, akhirnya menciptakan plafon struktural yang membatasi reli supaya tidak berubah menjadi breakout yang berkelanjutan.
Ingin wawasan token seperti ini lebih sering? Daftar ke Daily Crypto Newsletter Editor Harsh Notariya di sini.
Apabila pasar bisa bertahan dari tekanan jual ini dan bertahan di atas US$70.000 selama beberapa minggu ke depan, target yang lebih tinggi akan semakin realistis. True Market Mean di US$78.000 dan batas atas dari air gap saat ini di sekitar US$82.000 menjadi target penting berikutnya. Untuk mencapainya, tekanan jual STH harus menurun secara signifikan dari kondisi saat ini.
Bisakah Investor Menyerap Penjualan?
Indikator Supply Profitable State sekarang naik hingga sekitar 60%, mendekati level yang sama saat percobaan rebound dini di titik-titik bottom siklus sebelumnya. Dalam sejarah, pemulihan dari bear market yang dalam menuju awal bull market terkonfirmasi melalui metrik ini yang naik dari bawah ambang batas minus satu standar deviasi ke rata-rata jangka panjang sekitar 75%.
Angka 60% saat ini menempatkan Bitcoin tepat di titik penting secara historis. Siklus sebelumnya menunjukkan kelelahan pasar sering muncul saat pemulihan pertama dari level ini. Posisi indikator tersebut tidak menegaskan atau menolak terjadinya pemulihan yang berkelanjutan, tapi tetap mengikuti pola bear market bounce yang biasanya terhenti sebelum benar-benar masuk ke kondisi bull market.
Dorongan berkelanjutan di atas 75% akan menjadi sinyal konfirmasi yang jauh lebih kuat. Jika melewati ambang tersebut, itu akan menandakan porsi supply yang berada dalam profit sudah keluar dari zona pemulihan awal dan masuk ke area yang secara historis terjadi saat bull market. Penolakan berulang di sekitar 60% justru akan memperkuat narasi pemulihan bear market dan menguatkan interpretasi hati-hati terhadap pergerakan harga saat ini.
Harga BTC Bisa Alami Sedikit Drawdown
Harga Bitcoin sekarang berada di US$70.879, berada di bawah level resistance US$72.294. Sang raja aset kripto ini gagal bertahan di atas US$75.000 awal minggu ini, penanda adanya tekanan jual yang berkelanjutan dari holder jangka pendek di level harga tinggi. Saat ini, harga bergerak dalam channel naik yang menjadi patokan struktural dalam jangka pendek.
Tekanan turun bisa saja membuat Bitcoin jatuh di bawah US$70.000 dan menembus US$68.830, lalu menguji garis tren bawah dari channel naik. Breakdown di bawah area tersebut memang kecil kemungkinannya, namun akan membuka peluang penurunan BTC ke sekitar US$66.224. Hal tersebut akan menjadi pukulan balik yang berarti bagi skenario pemulihan.
Akumulasi di area support psikologis US$70.000 menawarkan peluang positif. Jadi, jika terjadi bounce yang terkonfirmasi di zona ini, potensi harga BTC bisa bergerak naik lagi menuju US$75.000, dan bila level tersebut menjadi support, maka seluruh skenario bearish akan tidak berlaku lagi.