Kembali

Harga Bitcoin Tunjukkan Sinyal Bottom Pertama dalam 3 Tahun saat Tekanan Jual Mulai Mereda

Pilih kami di Google
editor avatar

Diedit oleh
Harsh Notariya

10 Februari 2026 16.15 WIB
  • Pasokan Bitcoin yang menguntungkan turun menjadi 50%, menandakan pembentukan bottom yang belum pernah terlihat sejak 2022.
  • Indikator ekonomi makro menunjukkan kondisi yang mereda, mendukung pemulihan ketimbang fase kelanjutan bearish yang berkepanjangan.
  • Bitcoin bertahan di support US$63.007 sementara US$71.672 tetap menjadi level resistance breakout utama.
Promo

Bitcoin telah mencoba untuk pulih dalam beberapa sesi terakhir, namun momentum kenaikan terhenti karena pasar masih menunggu arah yang lebih jelas. Harga tetap bergerak sideways setelah koreksi tajam, sehingga membuat trader jangka pendek merasa frustrasi.

Walau saat ini harga stagnan, indikator historis menunjukkan bahwa mungkin sedang terbentuk area bottom baru. Siklus sebelumnya memperlihatkan kondisi serupa sering kali menjadi tanda awal fase pemulihan kembali.

Sponsored
Sponsored

Pasokan Bitcoin yang Menguntungkan Capai Level Tahun 2022

Penurunan Bitcoin baru-baru ini memunculkan sinyal yang terakhir kali muncul saat bear market 2022. Persentase supply yang untung turun hingga sekitar 50%, artinya separuh dari seluruh BTC yang beredar sekarang dalam posisi rugi. Batas ini secara historis kerap muncul berbarengan dengan pembentukan bottom pasar daripada periode aksi jual yang berlarut-larut.

Ketika supply yang untung turun sampai level seperti ini, insentif untuk menjual jadi lebih lemah. Para holder pun jadi kurang rela merealisasikan kerugian, sehingga tekanan jual semakin berkurang. Pada siklus-siklus sebelumnya, situasi seperti ini mendorong investor untuk tetap menahan aset meski volatilitas tinggi, sehingga harga pun cenderung stabil sebelum akhirnya pulih kembali.

Ingin wawasan token lain seperti ini? Daftar Newsletter Harian Crypto oleh Editor Harsh Notariya di sini.

Bitcoin Supply Dalam Kondisi Untung
Bitcoin Supply Dalam Kondisi Untung | Sumber: Glassnode

Harga yang lebih rendah juga menarik modal baru. Pembeli yang berfokus pada nilai biasanya masuk ketika risiko penurunan terlihat lebih kecil dibanding potensi kenaikan. Masuknya permintaan baru secara historis turut membantu pemulihan Bitcoin setelah supply yang untung turun ke atau di bawah batas 50%.

Kenapa Bitcoin Nampaknya Akan Bounce Back?

Indikator ekonomi makro turut memperkuat narasi bottom. Pi Cycle Top Indicator, yang membandingkan rata-rata pergerakan 111-hari dengan dua kali lipat rata-rata pergerakan 350-hari, masih jauh dari memberi sinyal Bitcoin sedang overheat. Indikator ini biasanya menjadi tanda puncak utama ketika rata-rata pendek melintasi angka tertinggi.

Sponsored
Sponsored

Saat ini, yang terjadi justru sebaliknya. Rata-rata pergerakan yang lebih pendek semakin menjauh di bawah rata-rata yang lebih panjang, memberi sinyal bahwa market sedang mendingin dan bukan dalam kondisi spekulasi berlebihan. Dalam siklus-siklus sebelumnya, perbedaan seperti ini kerap menandai pemulihan yang berkelanjutan karena Bitcoin mulai keluar dari level overheat.

Indikator Pi Cycle Top Bitcoin
Indikator Pi Cycle Top Bitcoin | Sumber: Glassnode

Siklus kali ini berbeda dari sebelumnya. Sejak Maret 2023, Bitcoin tetap berada dalam tren naik secara makro tanpa kondisi overheat yang berlebihan. Kenaikan harga yang perlahan membatasi spekulasi, menjadikan level bottom ini sebagai sinyal terjelas dalam hampir tiga tahun terakhir, bukan karena aksi jual besar-besaran.

Level Harga BTC yang Perlu Dipantau

Dalam jangka pendek, Bitcoin bertahan di atas retracement Fibonacci 23,6% di dekat US$63.007. Pada waktu publikasi, BTC diperdagangkan di kisaran US$68.905, masih mempertahankan support meski beberapa kali diuji. namun, harga masih tertahan di bawah resistance US$71.672 sehingga membatasi potensi kenaikan dalam waktu dekat.

Jika sinyal on-chain tetap bertahan dan arus masuk semakin kuat, Bitcoin bisa saja breakout di atas US$71.672. Pergerakan ini akan membuka jalan menuju US$78.676. Konfirmasi pemulihan yang lebih kuat akan muncul hanya jika BTC berhasil menembus US$85.680 sebagai level support yang konsisten.

Analisis Harga Bitcoin.
Analisis Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Risiko penurunan tetap ada karena struktur pasar yang berubah. Rasio supply holder jangka pendek terhadap holder jangka panjang telah bergerak di atas batas atasnya. Hal ini mencerminkan semakin banyaknya partisipasi jangka pendek, yang seringkali berhubungan dengan volatilitas yang semakin tinggi.

Rasio Supply STH/LTH Bitcoin
Rasio Supply STH/LTH Bitcoin | Sumber: Glassnode

Hal ini bisa saja menghambat peluang harga Bitcoin menembus resistance US$71.672 dan membuatnya terus sideways. Bahkan jika BTC berhasil melewati resistance tersebut, tekanan jual akan menariknya turun kembali ke sekitar US$63.000, sehingga skenario bullish menjadi tidak sah.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori