Hyperliquid (HYPE) belakangan mengalami stagnasi harga yang cukup mencolok, dengan nilainya bertahan di kisaran US$30. Pola segitiga simetris yang terbentuk menunjukkan HYPE bisa bergerak ke arah mana pun.
Namun, sentimen pasar saat ini cenderung negatif sehingga membuat banyak investor ragu terhadap masa depan jangka pendek token ini.
Trader Short HYPE Punya Banyak yang Bisa Hilang
HYPE berpotensi menghadapi short squeeze yang bisa menjadi pemicu kenaikan harga. Peta panas likuidasi menunjukkan bahwa sekitar US$2,81 juta kontrak short akan terlikuidasi jika harga HYPE menembus level US$35. Short squeeze sering kali mendorong lonjakan harga karena sentimen bearish mereda dan posisi short terpaksa ditutup.
Namun, skenario bullish ini hanya bisa terjadi jika para holder HYPE memberikan dukungan kuat untuk kenaikan harga. Kalau minat beli masih kurang, peluang short squeeze bisa saja belum terwujud sehingga pergerakan harga HYPE tetap terjebak di kisaran saat ini. Kunci dari potensi breakout ada pada kepercayaan investor dan kemauan mereka untuk mendorong harga naik.
Ingin insight token seperti ini setiap hari? Daftar ke Daily Crypto Newsletter dari Editor Harsh Notariya di sini.
Momentum pasar secara keseluruhan untuk HYPE saat ini kurang mendukung. Indikator Chaikin Money Flow (CMF) menunjukkan HYPE sedang didominasi arus keluar. Karena CMF turun ke bawah garis nol, ini menandakan arus masuk dana mulai melemah dan arus keluar makin kuat. Hal ini mengindikasikan perubahan sentimen investor, di mana makin banyak partisipan yang kehilangan kepercayaan pada potensi HYPE.
Pembacaan CMF negatif menyoroti bahwa pergerakan harga belakangan ini tidak didukung permintaan kuat. Sebaliknya, para investor sepertinya mulai meninggalkan aset ini, sehingga makin menegaskan outlook bearish HYPE dalam jangka pendek. Tren arus keluar saat ini memberi sinyal token ini akan sulit pulih kecuali ada perubahan besar dalam sentimen investor.
Breakout Harga HYPE Nampaknya Tidak Terjadi
Saat ini, HYPE diperdagangkan di kisaran US$30, bergerak dalam pola segitiga simetris. Faktor teknikal seperti sentimen bearish dan pembacaan CMF negatif memberi sinyal risiko penurunan lebih lanjut. Kalau harga gagal menembus resistance di US$33 dan tidak ada dorongan naik, nilainya bisa jatuh di bawah US$30 dan tren penurunan akan berlanjut.
Jika HYPE kehilangan support di US$30, area support berikutnya berada di US$28 yang menjadi level retracement Fibonacci 61,8%. Area support ini sangat penting karena menjadi lantai kunci bagi potensi momentum bullish. namun jika level ini juga jebol, HYPE berisiko turun lebih dalam hingga US$25 — bahkan bisa ke US$20 bila tekanan jual terus meningkat.
Di sisi lain, jika sentimen investor mulai positif dan dorongan beli menguat, HYPE bisa breakout menembus US$33. Jika mampu menembus resistance ini HYPE bisa naik ke US$36 dan memicu short squeeze. Jika skenario ini terjadi, outlook bearish akan terinvalidasi dan kenaikan harga selanjutnya bisa terjadi sehingga membuka peluang pemulihan harga HYPE.